Belajar Dari Lulu Lutfi Labibi, Desainer yang Konsisten Bawa Lurik Ke Mancanegara

blog.misteraladin.com

Selain batik, motif kain yang kini digemari di Indonesia adalah lurik dan tenun. Bicara lurik, tak akan jauh-jauh dari nama Lulu Lutfi Labibi. Desainer yang lahir di Banyumas dan lulus dari Jurusan Kriya Tekstil Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta jatuh cinta pada dunia fashion semenjak masih kuliah. Lulus pada tahun 2006, Lulu sempat bingung antara memilih menjadi seniman atau desainer. Karena passionnya ternyata lebih besar di dunia busana, ia memutuskan untuk menjadi perancang busana, khususnya berbahan kain lurik.

Sumber Gambar

Berbeda dengan baju-baju yang biasa dibuat sangat pas di badan, Lulu menghadirkan teknik drapping pada busana kreasinya. Teknik itu ia contoh dari Jepang, dari dua desainer favoritnya yaitu Kenzo Takada dan Yohji Yamamoto. Dengan teknik ini, baju biasanya akan dibuat langsung menempel pada manekin atau tubuh seseorang. Teknik draper terdiri dari menumpuk, melilit dan mengikat dengan cantik. Hasilnya, busana terlihat berbeda, agak nyentrik tapi tetap bisa dipakai dalam acara apa saja. 

• Perayaan Baur Rupa dan Duka Luruh. • Foto @kelikbroto #lululutfilabibi #jfw2018 #lurikdukaluruh #lurikbaurrupa

A post shared by LULU LUTFI LABIBI (@lululutfilabibi) on

www.instagram.com

Lulu memang ingin busananya dipakai orang yang mau jadi trendsetter, bukan hanya follower, sehingga ia menetapkan segmen tertentu untuk memasarkan produknya. Sempat juga Lulu ingin pindah ke ibukota karena berpikir di sana lebih banyak kesempatan dan lebih dapat menjangkau orang-orang yang masuk target pasarnya. Namun kemudian ia memilih menetap dan membuka galeri butik di Kotagede, Yogyakarta. Kini malah banyak orang yang bertandang ke rumahnya yang sejuk itu dari ibukota, termasuk artis kenamaan dan tokoh terkenal seperti Adinia Wirasti, Najwa Shihab, dan Alex Abbad.

www.instagram.com

Karakter rancangannya yang unik dan estetik ditampilkan dalam beberapa fashion show di Jakarta dan di beberapa negara, salah satunya Austria. Selain unik, kain lurik Lulu juga dibuat dengan tangan oleh perajin lurik ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) di daerah Pedak, Klaten. Tiap rancangan hanya dibuat 50 helai sehingga lebih eksklusif, kecuali koleksi best seller. Kesuksesan Lulu tak jatuh begitu saja dari langit.

Pertama kali memperkenalkan konsep kepada khalayak, banyak yang menyepelekannya. Tapi Lulu tidak berhenti begitu saja. Ia tetap fokus pada tujuan utamanya, yaitu memperkenalkan lurik lebih luas ke masyarakat Indonesia dan dunia. Hanya saja ia mengganti strategi dengan lebih mengkhususkan target pemakai busananya. 

www.sisternet.co.id

Jadi kalau kamu sudah punya tujuan hidup yang pasti lalu ada halangan yang merintangi, jangan langsung berhenti. Kamu bisa mengganti cara mencapai tujuan, berbelok ke jalan lain tapi jangan ubah tujuan awalmu. Untuk bisa sampai di titik ini saja Lulu telah menghabiskan waktu 7-10 tahun (sejak lulus dari ISI). Sukses memang harus diperjuangkan, bukan?

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Fresh Graduate dan Ingin Punya Gaji Lebih Dari 4 Juta? Kerja di Sini Aja!

Fresh Graduate dan Ingin Punya Gaji Lebih Dari 4 Juta? Kerja di Sini Aja!

Cewek Introvert Itu Istimewa, Hal-hal Ini yang Bikin Kamu Betah Berteman Dengannya

Cewek Introvert Itu Istimewa, Hal-hal Ini yang Bikin Kamu Betah Berteman Dengannya

Suka Baca Buku? Kumpulan Ilustrasi Ini Pasti Mewakili Perasaanmu Deh!

Suka Baca Buku? Kumpulan Ilustrasi Ini Pasti Mewakili Perasaanmu Deh!

Antara Sayang dan Cinta, Mana yang Sedang Kamu Rasakan? Ini Perbedaan Keduanya!

Antara Sayang dan Cinta, Mana yang Sedang Kamu Rasakan? Ini Perbedaan Keduanya!

Jangan Posesif Gitu Ah. Pasanganmu Itu Partner, Bukan Properti yang ada Hak Miliknya

Jangan Posesif Gitu Ah. Pasanganmu Itu Partner, Bukan Properti yang ada Hak Miliknya

Sedih, Galau, Takut: Ini yang Kamu Rasakan Ketika Mengalami Quarter Life Crisis

Sedih, Galau, Takut: Ini yang Kamu Rasakan Ketika Mengalami Quarter Life Crisis

loading