Belajar dari Kisah Awkarin, Ketika Sosial Media Sudah Jadi Toxic Buat Kamu

www.instagram.com
Awkarin, atau Karin Novilda adalah salah satu influencer yang berpengaruh di Indonesia. Bukan hanya memiliki follower dengan jumlah fantastis, yakni 3,9 juta pengikut, akun Instagram-nya juga memiliki postingan dan feed yang sangat rapi. Image bad girl sempat melekat pada dirinya.
Namun, bukannya sepi peminat, akun instagram-nya makin hari justru makin tambah ramai dan makin banyak endorse yang masuk. Pundi-pundi uang pun berdatangan tak ada habisnya, puluhan juta bisa ia dapatkan dalam sehari. Akan tetepi, mengapa wanita yang mendapatkan uang dari sosial media ini memutuskan untuk berhenti dari sana?
www.youtube.com
Video yang ia unggah di kanal Youtube memiliki judul yang provokatif, "I Quit Instagram". Bukan clickbait, Awkarin memang menjelaskan bahwa ia berniat untuk berhenti dari sosial media sejenak karena merasa sosial media sudah menjadi toxic dalam dirinya. Toxic karena sosial media sudah menjadi semacam narkoba yang candu, di mana sosial media yang harusnya jadi media sharing sudah tidak berfungsi sebagai mana seharusnya. Bukannya santai memposting, Karin justru terobsesi dengan jumlah likes yang banyak, dan akan merasa tak puas jika jumlah likes tak sesuai dengan eskpektasinya. 
pixabay.com
Ia juga bercerita tentang mental illness yang ia alami, di mana ia beberapa kali mencoba bunuh diri meski kadang tanpa alasan yang berarti. Kejadian ini pernah ia alami kembali beberapa saat lalu, ketika orang terkasihnya meninggal karena bunuh diri. Ia dituding sebagai pengaruh buruk, bahkan ada netizen yang menyebutnya pembunuh.
Mental illness yang terus ia lawan sejak dulu, akhirnya bangkit lagi dan ia sempat mencoba untuk bunuh diri lagi ketika itu. Maka, tak ada jalan lagi bagi Awkarin, selain keluar dari sosial media dan kembali ke dunia nyata, bersama dengan orang-orang yang mencintainya dengan tulus.
www.instagram.com
Di akhir video, ia menyatakan bahwa fase buruk itu sudah kembali ia lewati. Kini, ia sudah kembali ke Instagram namun dengan image yang sama sekali berbeda. Awkarin si bad girl sudah pergi, berganti dengan Karin Novilda yang ingin menebarkan semangat positif. Ia mengaku image bad girl yang selama ini ia tampilkan adalah permintaan managemen artisnya, yang berbeda dengan dirinya sebenarnya. Dirinya yang sebenarnya tak lain dan tak bukan adalah Karin yang sekarang, Karin yang sama dan tak pernah berubah sejak dulu.
pixabay.com
Apa yang bisa kita pelajari dari hal ini? Kita tidak akan membahas mental illness yang dialami Karin, atau bagaimana image di sosial media terkadang hanya topeng yang tak bisa kita lihat wajah aslinya. Kita akan membahas bagaimana melawan toxic yang bisa disebabkan oleh sosial media.
Sesuatu jadi toxic ketika kita sudah berlebihan menggunakannya, sebaiknya pahami bahwa sosial media adalah dunia berbeda, sedekat apa pun kita dengan follower atau orang yang kita kenal di dunia maya, kita tak bisa mengenalnya sebagai pribadi. Sosial media bisa saja penuh kepalsuan.
Orang yang ramah di sosial media, bisa jadi tak pandai bercakap, dingin, atau pemalu jika bertemu orang lain. Lalu, untuk apa menghabiskan lebih banyak waktu bersama dengan orang yang mungkin tak nyata, daripada membangun intimacy dengan orang-orang yang jelas-jelas dekat dengan kita?
www.instagram.com
Saat hangout dengan teman, yuk, coba untuk tidak mengeluarkan smartphone masing-masing. Fokuslah pada teman yang nyata-nyata ada di hadapan kita. Selama ini, bukan rahasia lagi, postingan di sosial media kadang terlihat lebih bahagia daripada sebenarnya. Kebiasaan apa yang sering terjadi? Teman-teman foto bersama, upload di sosial media dengan gembira, lalu kembali fokus pada handphone masing-masing. Obrolan pun hanya terjadi pada awal pertemuan. Duh! Miris!
pixabay.com
Lalu, cobalah untuk lebih selektif dalam mengalur lingkungan pertemananmu di sosial media. Akun provokatif, berbau kekerasan, penebar kebencian, hoax dan sebagainya tidak kamu follow lagi. Cukup ikuti akun yang memiliki pengaruh positif, memberikan informasi, atau membuatmu bahagia. Lalu, lakukan hal yang sama dengan posting-an kamu. Cukup posting sesuatu yang bermanfaat, hindari yang tak berguna dan bikin sebel orang lain. Misalnya, meski foto selfie kamu ratusan jumlahnya, nggak semuanya harus di-posting, 'kan?
 

Terakhir, jika kamu merasa sosial media sudah jadi beban buatmu, tinggalkan. Kamu bisa tinggalkan sebentar, kemudian kembali lagi ketika kamu siap. Atau, kamu bisa menghapus akunmu secara permanen. Ketika sosial media sudah jadi obsesi, membuatmu kehilangan waktu untuk fokus mengejar cita-cita, atau hang out dengan rasa nyaman, itu tanda kamu perlu istirahat dari sosial media. So, selamat mencoba!

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Hati-hati! Sederet Masalah Kesehatan Ini Mengintai Perempuan di Usia 30an - Keepodotme

Hati-hati! Sederet Masalah Kesehatan Ini Mengintai Perempuan di Usia 30an - Keepodotme

Memelihara Ikan di Akuarium Ternyata Banyak Manfaatnya, Lho. Bisa Meredakan Stres!

Memelihara Ikan di Akuarium Ternyata Banyak Manfaatnya, Lho. Bisa Meredakan Stres!

Luar Biasa! Cuma Seniman Berbakat yang Bisa Ngegambar dengan Hasil Keren Begini! - Keepodotme

Luar Biasa! Cuma Seniman Berbakat yang Bisa Ngegambar dengan Hasil Keren Begini! - Keepodotme

Bahan-bahan Dapur Sederhana yang Ampuh untuk Membersihkan Noda Membandel

Bahan-bahan Dapur Sederhana yang Ampuh untuk Membersihkan Noda Membandel

Style Meggemaskan dari Lesty Kejora buat Referensi OOTD - Keepodotme

Style Meggemaskan dari Lesty Kejora buat Referensi OOTD - Keepodotme

Mukjizat Itu Nyata! Ini 5 Kisah Para Korban Selamat dari Kecelakaan Pesawat

Mukjizat Itu Nyata! Ini 5 Kisah Para Korban Selamat dari Kecelakaan Pesawat

loading