Bekerja di Lingkungan yang Cowok Banget, Inilah Silvia Halim Direktur Konstruksi MRT Jakarta

03 November 2017
|Chandra W.
Life
0SHARES

Kampus-kampus jurusan teknik di Indonesia saat ini masih didominasi oleh laki-laki dari segi jumlah. Akibatnya, pekerjaan di bidang ini pun dianggap maskulin, dan juga masih didominasi oleh laki-laki. Bagaimana jika ada perempuan yang menjadi pemimpin di bidang konstruksi? Apakah perbedaan jenis kelamin sangat berpengaruh dalam dunia yang maskulin? Simak cerita Silvia Halim, Direktur Konstruksi MRT Jakarta berikut ini.

1. Silvia lulus dari Jurusan Teknik Sipil Nanyang Technological University, Singapura

Ia sempat bekerja di Singapura sebelum pulang ke Indonesia dan turut dalam proyek MRT Jakarta. Pertama kali terjun di dunia kerja di negeri orang pula, tentu ada penyesuaian-penyesuaian tertentu yang dibutuhkan. Saat itu Silvia langsung berhadapan dengan para kontraktor dan ‘dipertanyakan’ keahliannya. Apalagi ia perempuan dan baru lulus.

2. Namun Silvia enggan berlama-lama terpaku pada penilaian itu, ia lebih fokus dengan tugasnya sebagai engineer

Sadar dirinya belum berpengalaman, Silvia fokus menjalankan tugasnya sebagai engineer dalam proyek-proyeknya di Singapura. Ia membuktikan kemampuannya lewat hasil kerja. Setelah pekerjaannya terbukti bagus, tinggal dijalani saja ke depannya.

3. Baginya, pekerjaan tidak memandang jenis kelamin

Dikerjakan oleh laki-laki maupun perempuan, resiko dan konsekuensinya sama. Kemampuan tidak diukur dari jenis kelamin. Jika ada yang meragukan hanya karena hal itu, lebih baik acuhkan saja sambil tetap berusaha memberikan yang terbaik. Biarkan hasil pekerjaan yang bicara.

4. Diskriminasi pasti ada, tapi jangan dijadikan alasan untuk berhenti berkontribusi

Sepanjang karirnya sebagai engineer, project manager sampai direktur Silvia merasa beruntung jarang bertemu orang-orang yang melihat gender sebagai sebuah isu negatif. Meskipun faktanya memang masih terjadi diskriminasi di luar sana, baik dalam hal umur, gender dan lain-lain, baginya itu bukan alasan untuk berhenti berkarya. Fokus kepada tanggung jawab dan hal baiknya saja.

5. Menjadi direktur di MRT Jakarta adalah pengalaman mengesankan bagi Silvia

Mengesankan sekaligus menantang, karena ini pertama kalinya MRT dibangun di Jakarta, di Indonesia malah. Untungnya sekarang jumlah engineer perempuan semakin bertambah sehingga ia tidak merasa menjadi minoritas baik dari jajaran direksi maupun engineer. Ada banyak terobosan baru yang dihadirkan dalam proyek ini karena ada banyak pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah, kontraktor, sampai warga Jakarta. Silvia berharap nantinya setelah MRT sudah jadi, warga mau merawat bersama-sama. Percuma kan kalau sudah dibangun fasilitas umum yang bagus tapi tidak dirawat.

6. Terakhir, Silvia berpesan untuk para pekerja perempuan: belajarlah berpikir objektif

Jangan melakukan sesuatu dengan cara berbeda hanya karena kita perempuan. Itu namanya membatasi diri. Berpikirlah secara objektif dan bersikap profesional. Terus belajar, belajar, dan belajar.

Untuk perempuan yang sedang kuliah di jurusan yang masih didominasi laki-laki atau bekerja di lingkungan semacam itu, semangat Bu Silvia Halim patut dicontoh nih. Menjadi perempuan bukan hambatan kok. Nggak ada lagi alasan untuk minder di lingkungan kerja seperti itu ya, girls.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES