Bangkit Dari Penyakit Auto Imun yang Dideritanya, Atina Maulina Sukses Membangun Vanilla Hijab

07 November 2017
|Chandra W.
0SHARES

Cantik, muda, dan sukses. Tiga kata itu sangat tepat untuk menggambarkan pribadi Atina Maulina, founder Vanilla Hijab. Kamu yang suka belanja online dan berhijab barangkali sering mendengar nama ini atau bahkan memiliki produknya. Hijab dan pakaian yang diproduksi oleh Vanilla Hijab semuanya bernuansa pastel dan manis sesuai dengan nama merknya. Vanilla Hijab kini menerima ribuan order per hari. Sungguh pencapaian luar biasa untuk perempuan semuda Atina. Tapi di balik citranya sebagai pengusaha muda sukses, ada kisah pahit yang dialaminya sebelum menjadi seperti sekarang.

Atina sebelumnya kuliah di Jurusan Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB), jurusan yang merupakan idaman untuk sebagian orang di Indonesia. Terbayang prospek kerja yang menguntungkan jika sudah lulus nanti. Pada tahun kedua kuliahnya, Atina menderita rematik yang tak kunjung sembuh. Ternyata ia mengidap penyakit yang menyerang auto-imun, sampai harus berhenti kuliah. Ia lalu pindah ke PPM Jurusan Bisnis di Jakarta untuk kembali ke rumah orang tuanya sembari berobat. Sebenarnya ia tidak terlalu suka kuliah di jurusan tersebut dan sempat ingin kembali melanjutkan kuliah di ITB. Tapi Atina sadar telah menghabiskan banyak uang orang tuanya untuk berobat sehingga ia mengurungkan niatnya.

Lalu ia memutuskan untuk mulai berjualan hijab dengan model reseller dan pre-order. Ketika ada pesanan ia baru akan mencarinya ke penjual yang lebih besar. Ia bahkan tidak mengerti cara mengecek ongkos kirim dan berpura-pura menjadi pembeli di online shop lain agar bisa mengetahui ongkos kirimnya. Awalnya sang kakak, Intan dan ayahnya tidak menganggap serius usaha Atina. Namun ketika mulai banyak pesanan, Intan pun mulai turun tangan dan membantu proses penjualan. Setelah kurang lebih setahun menjalani bisnis hijab, Atina dan Intan mendirikan Vanilla Hijab dan memproduksi hijab sendiri. Penjahitnya banyak yang berasal dari penjahit vermak keliling. 

Intan kemudian menjabat sebagai CEO sedangkan Atina tetap sebagai founder. Pernah mereka mengalami kerugian sampai 70 juta rupiah dan sempat takut untuk berjualan lagi. Tapi dukungan dari orang tuanya membangkitkan semangat kakak beradik ini untuk kembali meneruskan bisnis. Vanilla Hijab biasanya akan mengumumkan terlebih dahulu produksi hijab selanjutnya, sehingga customer bisa pesan terlebih dahulu. Seribu lima ratus hijab yang ditawarkan pernah habis dalam waktu setengah jam saja. Atina dan Intan kaget, tapi juga bersyukur. Kini Atina juga merasa bersyukur dan bangga meski tak bisa melanjutkan kuliah di Teknik Perminyakan, ia tetap bisa sukses di bidang lain.

Duh keren banget ya semangat Atina tetap berjuang bahkan ketika sakit sekalipun. Ketika sakit, Atina bahkan tak sanggup berjalan dan harus memakai kursi roda lho. Tapi karena semangatnya ia bisa menjadi seperti sekarang. Sungguh inspiratif dan patut dicontoh nih oleh anak muda.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES