Badanmu Makin Gemuk Seiring dengan Hubungan yang Bahagia? Ini Faktanya

11 April 2018
|Mega Fitriyani
48SHARES
Bahagia dengan pasangan bikin berat badan naik? Wah, mitos, nih. Sering berpikir begitu? Kabar buruknya, pernyataan ini adalah fakta. Kok, bisa? Nah, sebelum membahas hal itu, kita akan fokus dulu pada cakupan badan gemuk.

Badan gemuk adalah hal yang ditakuti sebagian besar orang saat ini, terlebih bagi wanita yang sangat mengutamakan penampilan. Selain dianggap mengganggu penampilan, tubuh gemuk juga bisa menjadi akar berbagai permasalahan kesehatan. Penyakit hipertensi, stres, stroke, hingga gangguan kesuburan bisa terjadi karena tubuh terlalu gemuk. Sebab, tubuh gemuk akan berpengaruh secara luas, mulai dari kondisi hormonal, kondisi peredaran darah, bahkan kondisi otak.

Orang yang dianggap gemuk oleh masyarakat belum tentu gemuk menurut standar kesehatan. Jika hanya berisi, jangan terlalu khawatir, kamu masih bisa hidup sehat kok, dengan tubuh berisimu. Gemuk atau tidaknya seseorang dapat dilihat dari IMT atau Indeks Massa Tubuh.

Cara menghitungnya adalah membagi berat badan kamu (kilogram) dengan kuadrat tinggi badan kamu (meter). Contohnya, jika tinggi kamu 1,5 meter dan berat badan kamu 50 kilogram, perhitungannya adalah 50 : (1,5x1,5)= 22,22. Sementara kategorinya adalah kurang dari 18,5 termasuk kategori berat badan kurang; 18,5 - 22,9 kategori berat badan normal; 23 - 29,9 kategori berat badan berlebih; 30 ke atas kategori obesitas.

Kamu kategori apa? Kurus, normal, gemuk, atau obesitas? Nah, jika kamu kelebihan berat badan, dan kamu sedang bahagia-bahagianya dengan pasangan, penelitian ini semoga bisa jadi wawasan baru, ya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh psikolog Abdrea L. Meltzer pada 2016 lalu, ia meneliti 169 pasangan selama 4 tahun. Bobot pasangat ditimbang dua kali dalam setahun dan mereka diminta menceritakan kondisi kehidupan cinta dan pernikahannya. Hasilnya, orang yang bahagia dengan pasangan mengalami kenaikan berat badan, dan yang tidak bahagia mengalami penurunan berat badan, dan akhirnya bercerai.

Kok bisa? Ternyata, orang yang hidup bahagia dengan pasangan cenderung merasa aman dan nggak pelu mengesankan pasangannya lagi. Mereka sudah yakin bahwa pasangannya mau menerima mereka apa adanya, termasuk lemak mereka yang berlipat-lipat itu. Sementara, orang yang nggak bahagia dengan pasangannya cenderung berusaha tetap langsing agar mereka tetap menarik di mata lawan jenis. Mereka nggak ingin membuang kesempatan untuk bertemu dengan calon pasangan baru.

Memang seharusnya perasaan aman bersama pasangan nggak boleh jadi akar segala penyakit. Kalau sampai berat badan kamu berlebihan bahkan obesitas lalu kena penyakit, bukankah kamu nggak akan bisa hidup bahagia dengan pasanganmu? Lebih baik saat ini fokus bersama-sama untuk memperhatikan kesehatan. Lakukan olahraga bersama-sama, tentu hal itu akan terasa lebih menyenangkan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Mega Fitriyani
"Why worry?"
48SHARES