Aplikasi Facebook Dituduh Bantu Donald Trump Buat Menang? Kok Bisa?

14 November 2016
|Margarita Putri
Life
1296SHARES

Heboh hasil pemilu Amerika Serikat beberapa hari lalu emang masih hangat nih kalau dibahas. Gimana enggak, hasil yang sangat mengejutkan dan banyak tidak diterima masyarakat ini emang udah menggemparkan dunia. Bayangkan, seorang Hillary Clinton yang tadinya menjadi kandidat kuat untuk memenangkan pilpres AS, malah kalah dengan rival-nya Donald Trump. Hasil seperti ini jelas tidak diduga oleh banyak pihak, termasuk sama Presiden yang akan lengser dalam waktu dekat, Obama. Hillary Clinton emang udah terang-terangan menunjukkan perlawanan terhadap kampanye Donald Trump yang dinilainya terlalu klise dan tidak relevan dengan zaman sekarang. Terlebih lagi, sosok Trump yang memang kontroversial. Selain banyak yang bilang Trump ini sosok yang rasis, banyak juga pemberitaan miring tentangnya. Hal ini yang tadinya diduga bakal jadi batu sandungan bagi Trump dalam pilpres AS, tapi ternyata, hadil menunjukkan sebaliknya. Masyarakat Amerika emang nggak ketebak. Di kala banyak yang memprediksi kemenangan mulus Hillary Clinton, tau-tau ada hasil yang sangat amat mengejutkan pada saat pilpres kemarin. Ya, Donald Trump menang dalam pilpres AS 2016. Banyak banget protes berhamburan bahkan pada saat hari pengumuman itu sendiri. Dari netizen yang awalnya menjadikan ini sebagai candaan, sampai yang bingung karena memang kenyataanya Donald Trump akan  memimpin Amerika. Ya, Trump yang rajin nongol di meme dan yang sering dikata-katain itu akan memimpin Amerika. Protes pun nggak hanya berhamburan di internet terutama media sosial, tapi sampai ke jalan, loh. Iya, protes di jalan ala-ala demonstrasi gitu. Katanya sih yang turun ke jalan sampai ribuan. Ckck nggak jauh beda ya sama protes di negara kita. Nah, saking marahnya mereka yang tidak terima, mereka juga menyalahkan pihak media sosial dan salah satu yang kena adalah Facebook. Kira-kira gimana sih ceritanya sampai Facebook jadi dituduh berperan untuk mendukung kemenangan Trump? Yuk, cek serba-serbinya!

1. Facebook disalahin karena proporsi berita yang tidak berimbang di mata pemilih yang kecewa.

2. Mark Zuckerberg tidak mau memusingkan hal itu.

4. Zuckerberg juga merasa bahwa para pemilih di AS sudah cukup pintar untuk tidak mudah terpengaruh feed berita di Facebook.

5. Zuckerberg juga menambahkan kalau alogaritma Facebook sudah di set sedimikian rupa supaya menyamai apa yang menjadi interest si empunya akun, jadi setiap orang pun berbeda.

6. Hoax atau tidak, sebeneranya dapat dipastikan dengan mengecek beberapa sumber dahulu.

7. Tapi nyatanya, banyak pengguna Facebook sekarang mengandalkan media sosial tersebut untuk dapet berita.

Pembantahan Zuckerberg tersebut sebenarnya cukup masuk akal, tapi yang jelas penjelasan ini tidak begitu saja diterima oleh pihak-pihak yang kecewa. Memang benar sih kalau media memang mempengaruhi, tapi pembantahan dengan alasan algoritma Facebook itu bisa dijadikan ‘bantalan’ kalau feed yang diterima setiap orang akan berbeda. Semoga kayak gini nggak kejadian di Indonesia, ya?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Margarita Putri
Gak Punya Quote Nih!
1296SHARES