Apa yang Bisa Dilakukan Ketika Dijodohkan Padahal Sudah Punya Pacar?

17 November 2017
|Chandra W.

Percaya nggak percaya, di zaman semodern ini, masih ada orang tua yang suka menjodohkan anaknya dengan anak orang lain, mungkin teman sejawat, teman orangtua sejak kecil, dan sebagainya. Beberapa orang tua punya pikiran untuk ‘menghadirkan’ pasangan terbaik untuk anaknya dari kacamatanya sendiri. Sebenarnya hal ini nggak sepenuhnya salah, tapi juga nggak sepenuhnya benar. Nah jodoh menjodohkan ini juga bukan masalah besar jika si anak belum memang jomblo akut yang sudah ingin punya pasangan. Masalahnya adalah kalau si anak sudah punya pacar yang disayanginya. Kalau kamu mengalami hal ini, apa yang akan kamu lakukan?

1. Pertama, jangan langsung berprasangka buruk pada orang tua

“Ta, kamu tahu Om Jarwo kan? Anaknya sekarang udah jadi dokter lho. Besok ikut Papa ke rumahnya yuk. Sekalian kamu kenalan sama anaknya.”

“Ih Papa tuh kan pasti mau ngejodohin aku ya? Pah aku kan udah gede lagian kalau anaknya Om Jarwo jelek gimana? Papa mau punya cucu yang dari mukanya aja nggak bisa dibanggain?”

Eits, berhenti bersikap dramatis. Kalau dia ganteng, gimana?

2. Pahami alasan orang tua menjodohkanmu

Dalam posisi punya pacar, kamu pasti bete banget dan 100% membela pacarmu dan ingin dia yang menikah denganmu. Iya tahu sayang iya. Tapi pernah kepikiran nggak sih kalau misal ternyata dia yang lagi sama kamu ini bukan orang yang tepat untuk jadi pasanganmu? Kalau kamu dijodohkan, coba tanya deh apa yang orang tuamu lihat dari anak yang mau dijodohkan denganmu dan kriteria apa yang nggak ada di pacarmu sekarang. Biar bagaimanapun, orang tua sudah punya pengalaman dalam cinta jauh sebelum kamu lahir.

3. Jangan langsung menolak, tapi jangan langsung menerima juga

Kalau suruh kenalan ya kenalan aja. Seenggaknya kamu bisa menghindari konflik-konflik yang nggak perlu dengan orang tuamu. Nanti kalau udah kenalan, tinggal tanyakan sama dia, sebenarnya dia setuju atau enggak dijodohin sama kamu. Siapa tahu dia juga aslinya males banget dijodohin. Baru deh kalian berdua melawan orang tua masing-masing secara bersamaan. Seru kan? Kalau ternyata dia setuju dijodohkan tapi kamu melihat ada sifat-sifat yang nggak bisa kamu tolerir dari dia, kamu bisa menggunakannya untuk alasan menolak kepada orang tuamu. Seenggaknya, alasanmu lebih valid daripada menolak sebelum berkenalan.

4. Bilang sama pacarmu sejak awal

Ada banyak kasus di mana seseorang ditinggal nikah karena ternyata orang yang dipacarinya selama ini sudah dijodohkan dengan orang lain, tapi dia nggak diberitahu. Nggak adil dong kalau kayak gini. Di satu sisi, kamu takut akan menyakiti hati pacarmu. Di sisi lain, kamu tahu bahwa menolak keinginan orang tua juga akan menyakiti hati mereka. Jadi kamu tambah bingung. Dengan memberitahu pacar, seenggaknya dia bisa antisipasi kalau kamu ujung-ujungnya menikah dengan yang dijodohkan denganmu. Kalau setelah diberitahu dia malah mutusin kamu, ya nggak apa-apa juga. Kamu jadi tahu bahwa pengorbanannya buat kamu segitu aja. Kalau jodoh juga bakal balik lagi kok.

Opsi terakhir sih, menerima dengan lapang dada. Tapi ingat, kamu berhak bahagia. Kalau orang yang dijodohkan denganmu nggak bikin kamu bahagia, kamu boleh melawan. Kalau ternyata dia bisa bikin kamu bahagia, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan. Mungkin kamu bisa berdoa juga kepada Yang Maha Membolak-balikan Hati. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
SHARES