Alasan Tak Masuk Akal, Seorang Turis Disuruh Bayar Rp8,9 Juta Oleh Bea Cukai Thailand

14 April 2018
|G Pangestu Jati
115SHARES

Saat melakukan travelling, ada berbagai macam gaya yang dipilih oleh para turis. Ada yang memilih untuk tampil simpel ala backpacker, ada pula yang memilih untuk tampil berkelas dalam sebuah liburan mewah.

Untuk tipe yang kedua, biasanya mereka memilih mengenakan barang-barang bermerek, seperti tas, baju, sepatu, topi, koper, dan lain sebagainya. Namun, memilih untuk mengenakan barang-barang bermerek ternyata memiliki risiko. Tak hanya rentan menjadi sasaran tindak kriminal, terkadang mereka juga harus membayar pajak ketika memasuki sebuah negara, seperti kasus yang menimpa seorang turis Thailand ini.

Dilansir dari World of Buzz, seorang turis lokal baru-baru ini harus bermasalah dengan bea cukai setempat. Ia dipaksa untuk membayar pajak karena tas bermereknya dianggap terlihat terlalu baru.

Menurut laporan China Press, Departemen Bea Cukai sebelumnya telah mengumumkan bahwa barang-barang pribadi yang dibawa bepergian oleh para turis seharga lebih dari 20.000 bath, atau setara dengan Rp8,9 juta, yang masuk atau keluar dari negara ini harus dilaporkan oleh bea cukai, termasuk laptop, gadget, kamera, dan lain sebagainya. Meskipun peraturan ini bersifat opsional, bea cukai menyarankan agar para turis melakukannya. Hal ini disarankan agar para turis tidak dikenai pajak untuk barang baru yang masuk ke Thailand.

Namun, kejadian apes ternyata dialami oleh turis lokal Thailand tersebut. Pada satu kesempatan, ia dicegah oleh perwakilan bea cukai dan dikenai pajak senilai Rp8,9 juta karena tidak melaporkan barang mewah yang dibawanya ketika ia pulang dari luar negeri.

Karena tidak melaporkan barang mewahnya tersebut, bea cukai pun berpendapat bahwa barang tersebut baru dibelinya dari luar negeri sehingga wajib dikenai pajak. Padahal, turis yang dirahasiakan namanya tersebut telah membawa tas tersebut dari Thailand. Meskipun sudah mengaku bahwa tas tersebut tidak dibelinya di luar negeri, petugas tidak percaya karena tasnya yang masih terlihat seperti baru.

"Ini adalah tas baru dan harus dikenai pajak," tegas petugas bea cukai.

Berkenaan dengan itu, bea cukai Thailand pun langsung memasang sebuah pengumuman.

"Jika turis berani melanggar hukum dengan membawa barang senilai 20.000 bath ke Thailand secara sengaja, kami bisa menahannya. Namun, kami bisa saja tutup mata dan membiarkannya lolos. Namun, jika wisatawan itu membawa barang senilai lebih dari 30.000 bath, kami pasti akan mengenakan pajak," tulisnya.

Pengumuman ini pun sontak membuat bingung para warga. Pasalnya, bea cukai dianggap memungut pajak berdasarkan suasana hati mereka. 

Setelah banyak menuai kritikan, Bea Cukai Thailand pun mengakui bahwa kata-kata mereka membingungkan dan akan segera memperbaikinya. Bagaimana menurut kalian soal aturan di bea cukai selama ini? Suka membingungkan nggak sih?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
115SHARES