Alasan Kenapa Menikah Muda Nggak Relevan Buat Anak Kelahiran 90-an dan Setelahnya!

19 Oktober 2017
|Chandra W.
Life
0SHARES

Beberapa waktu yang lalu, sempat beredar luas tabel usia ideal pernikahan dengan indikator perkiraan usia anak pertama masuk sekolah dari SD sampai kuliah bahkan sampai anak pertama menikah. Kesimpulan yang ditimbulkan dari tabel tersebut sih nggak secara eksplisit tertuang, tapi mengajak pembaca tabel berpikir ‘waduh, kalau aku menikah umur sekian, aku udah tua banget dong waktu anak pertamaku menikah’ ditambah dengan kalimat dalam balon merah di bawah: itu baru anak pertama! Secara nggak langsung mungkin ini ajakan untuk menikah muda.

Di tabel tersebut, usia ideal menikah adalah 25-28. Sayangnya, isi tabel itu nggak sepenuhnya nyambung dengan judul yang tertulis di atasnya: Tabel Usia Pernikahan dalam Sudut Pandang Ekonomi dan Masa Depan. Mana bahasan ekonominya? Nggak ada. Yang ada cuma usia mempelai dari menikah sampai usia sampai anak pertama menikah. Kebayang nggak? Coba perhatikan tabelnya deh.

Tahun 2017 ini adalah waktu yang ideal (berdasarkan tabel) untuk anak-anak kelahiran 1990an ke bawah untuk menikah. Bahkan saat ini sedang merebak gerakan menikah muda yang mengajak anak-anak muda di Indonesia usia awal 20-an untuk segera menikah. Kalau pertimbangannya berkaitan dengan agama, silakan itu pilihan. Tapi mari kita coba untuk bedah dari sisi selain agama, seperti yang belum diangkat dari tabel usia tadi, yaitu ekonomi.

Kita hidup di zaman di mana pilihan semakin banyak tersedia, termasuk soal pekerjaan. Teknologi memainkan peran penting dalam perubahan pola kerja anak-anak 90-an ke bawah yang sudah bukan anak-anak lagi. Tahun ini anak-anak 90-an sudah termasuk dalam usia produktif dan sebagian besar telah memasuki dunia kerja. Meskipun pilihan semakin banyak, tekanan yang ditimbulkan juga semakin nyata. Seandainya seseorang baru mulai bekerja pada usia 22 tahun, lalu karena standar usia menikah ‘ideal’ tadi ia mendapat tekanan untuk menikah pada usia 25 tahun, ia hanya punya waktu tiga tahun untuk mempersiapkan segalanya.

Di sinilah persoalan mulai muncul. Menikah muda sudah nggak relevan lagi buat dilakukan kelahiran 90 ke bawah. Menikah dalam kerangka yang ‘normal’ aja perlu mengumpulkan pundi-pundi dulu, belum lagi ditambah trend-trend pernikahan instagrammable. Kalau dibuat daftar, inilah hal-hal yang menyebabkan menikah muda nggak relevan untuk anak 90an ke bawah:

1.       Dilihat dari ekonomi, waktu dari mulai bekerja sampai usia 25 tahun belum cukup untuk mengumpulkan uang sampai cukup untuk biaya pernikahan.

2.       Untuk menikah, bukan hanya butuh biaya pernikahan. Biaya lainnya segera menyusul, seperti kebutuhan tempat tinggal, belum lagi biaya membesarkan anak.

3.       Dengan semakin terbukanya kesempatan untuk melakukan banyak hal, menikah bukan lagi sesuatu yang harus dikejar. Ada banyak pilihan hidup lainnya yang lebih menyenangkan, seperti misalnya studi lanjutan S2 atau S3 ke luar negeri, memperdalam skill di bidang yang disukai, membuat project yang berguna untuk lingkungan, dan lain-lain.

4.       Pada usia 25-28, sangat sedikit orang yang karirnya sudah mapan. Jika dalam waktu-waktu itu memutuskan untuk menikah, kesempatan untuk meniti tangga karir sampai puncak terputus.

1.       Salah satu faktor terbesar penyebab perceraian adalah ekonomi. Dengan memahami fakta ini, orang usia 25 tahun ke atas yang belum mapan berpikir ulang tentang keputusan menikah sekarang atau nanti atau tidak sama sekali.

2.       Tuntutan pekerjaan berlebih bikin seseorang nggak punya waktu untuk berinteraksi dengan orang-orang baru. Gimana mau nikah? Pacar aja nggak ada... Mau nyari juga nggak sempat.

3.       Banyak yang bilang menikah itu membuka pintu rezeki. Kenyataannya nggak semuanya berjalan semanis itu setelah menikah. Kebutuhan tambah banyak, kerjaan gitu-gitu aja. Siapa yang mau tanggung jawab?

4.       Hidup melajang artinya tanggung jawab buat diri sendiri saja. Kalau menikah, tanggung jawabnya dobel-dobel. Bahkan ada yang sampai lupa mengurus diri sendiri setelah menikah.

Kalau mau terus diperpanjang, daftarnya nggak akan habis. Tentu saja setiap orang boleh berbeda pendapat ya soal menikah muda. Tapi ya itu tadi, untuk anak-anak yang lahir setelah tahun 1990, udah nggak relevan. Banyak yang bisa dikejar selain menikah kok. Banyak hal yang bisa membuatmu ‘utuh’ selain pasangan hidup. Jadi, gimana? Masih mau ngajakin orang buat menikah muda?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES