Alasan Kenapa Masih Banyak Sarjana Pengangguran di Sekitar Kita

pexels.com

Setelah empat tahun berjibaku dengan buku, tugas, ujian dan magang sana sini, seseorang baru bisa lulus kuliah dan jadi sarjana. Tentunya hal ini menjadi salah satu momen mengharukan yang patut siapa saja banggakan. Setelah itu bagaimana?

Kuliah tentu menjadi salah satu gerbang untuk kita mendapatkan pekerjaan dan penghasilan tetap yang besar. Namun, masih banyak banget sarjana yang hingga saat ini masih menganggur.

Sebulan dua bulan menganggur setelah lulus mungkin masih bisa ditelorir. Kalau lebih, sering jadi bahan omongan orang sekitar. Lantas, kenapa dan apa yang menyebabkan masih banget sarjana menganggur di sekitar kita? Padahal untuk menjadi sarjana nggak mudah.

1. Masih banyak sarjana yang kurang memperhatikan soft skill

pexels.com

Soft skill itu penting banget, tapi masih banyak yang nggak menghiraukannya. Kemampuan ini bisa jadi nilai plus yang bisa dipelajari tanpa teori.

Soft skill adalah identitas. Orang bisa tahu kita dari cara berkomunikasi dan bergaul. Cara terbaik untuk mengasahnya adalah bergaul dengan banyak orang. Dengan cara ini, kemampuan dalam berbicara dan bernegosiasi jadi terasah. Termasuk juga berpikir kritis, kepemimpinan, perilaku baik, etos kerja dan kerja tim juga.

2. Ingin langsung dapet gaji besar padahal nihil pengalaman

pexels.com

Beberapa waktu lalu, jagat social media dihebohkan dengan seorang fresh graduate yang menuntut gaji tinggi yang jauh di atas UMR kotanya. Jual mahal juga menjadi salah satu faktor yang bikin seorang sarjana lama menganggur.

Kebanyakan perekrut akan melihat kemampuan dan pengalamanmu. Kalau pengalaman bekerja hanya magang, jelas perusahaan nggak akan menawarkan gaji tinggi.

Menerima standar gaji sesuai dengan pengalaman dan kemampuan saat pertama kali bekerja bisa dibilang harus. Gaji bisa naik seiring dengan kualitas bekerja dan pengalaman. Kita terlalu jual mahal, yang bakal lama.

3. Idealis, maunya kerja yang sesuai jurusan kuliah

pexels.com

Terlalu idealis dalam memilih pekerjaan juga menjadi salah satu faktor paling fatal kenapa seorang sarjana menganggur untuk waktu yang cukup lama. Maka dari itu, melamar pekerjaan yang bisa diimbangi jauh lebih baik. Ketimbang pilih-pilih yang sesuai jurusan, tapi sebenarnya kemampuan kita terlalu baik untuk pekerjaan tersebut.

4. Nggak memiliki hard skill yang bisa ditawarkan
pexels.com

Hard skill bisa dibilang sama pentingnya dengan soft skill. Kalau soft skill adalah bawaan diri seseorang, kalau hard skill bisa dilatih. Sayangnya, kebanyakan sarjana sekarang tidak memiliki bahkan dan bisa ditawarkan saat melamar pekerjaan.

Hard skill tersebut bisa dalam bentuk kreativitas dan tastes untuk para desainer, kemampuan menulis untuk penulis yang bekerja di media dan sebagainya. Kemampuan ini tentunya sangat dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan.

5. Kurang memanfaatkan peluang di depan mata
pexels.com

Kurang pandai memanfaatkan peluang yang ada di depan mata bisa jadi salah satu faktor umum yang bikin seorang sarjana kelamaan nganggur. Mungkin banyak yang seringkali ditawarkan pekerjaan oleh teman kampus untuk bekerja di tempat yang sama.

Sayangnya, masih banyak yang menyia-nyiakan peluang tersebut karena merasa posisi yang ditawarkan itu kurang prestisius, gajinya kurang besar bahkan karena nggak percaya diri. Padahal saat ditawari, nggak menutup kemungkinan presentase untuk diterima jauh lebih tinggi.

6. Kurang percaya diri dan belum bermental baja

pexels.com

Kurang percaya diri jadi musuh bebuyutan untuk para sarjana baru yang masih menganggur. Pasalnya, kurang percaya diri ini menyebabkan seseorang kurang maksimal dalam mempromosikan diri saat wawancara kerja.

Ketika terlihat kurang percaya diri, hal tersebut akan sangat berpengaruh ke penilaian HRD untuk merekrutmu menjadi bagian dari perusahaan. Siapkan mental baja dan percaya diri tinggi saat melamar pekerjaan.

7. Dasarnya malas, nggak mau usaha untuk mencari

pexels.com

Poin yang nggak kalah penting sebagai penyebab sarjana menganggur lama adalah malas. Jika beberapa faktor di atas didapat karena kurang percaya diri atau kurang berpengalaman, faktor yang satu ini jelas telak sebuah kesalahan fatal dari diri sendiri.

Banyak dari kamu yang menganggap menjadi sarjana sudah cukup untuk mendapatkan pekerjaan impian. Setelah sarjana tinggal menunggu tawaran datang.

Bisa jadi yang lama menganggur itu memang orangnya malas saja. Finansial cukup dan masih mendapat uang jajan dari orangtua juga jadi faktor pendukung rasa malas mencari kerja ini.

Bekerja dan menganggur sama-sama jadi pilihan. Kamu tahu batas kemampuan dan niat yang kamu miliki. Bekerjalah sesuai kemampuan dan jangan pernah puas atas apa yang telah kamu raih.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Ingin Lihat Akting Bang Haji? 10 Daftar Film Rhoma Irama Terbaik yang Patut Ditonton | Keepo.me

Ingin Lihat Akting Bang Haji? 10 Daftar Film Rhoma Irama Terbaik yang Patut Ditonton | Keepo.me

Berteman dengan Lawan Jenis Tanpa Baper? Begini Caranya!

Berteman dengan Lawan Jenis Tanpa Baper? Begini Caranya!

Film dan Drama Choi Minho SHINee, Kualitas Aktingnya Jempolan | Keepo.me

Film dan Drama Choi Minho SHINee, Kualitas Aktingnya Jempolan | Keepo.me

Ide Kado Berfaedah untuk Sahabat yang Jadi Orangtua Baru

Ide Kado Berfaedah untuk Sahabat yang Jadi Orangtua Baru

Dear Ladies, Ini Cara Menghitung Masa Subur dengan Kalender yang Akurat | Keepo.me

Dear Ladies, Ini Cara Menghitung Masa Subur dengan Kalender yang Akurat | Keepo.me

Cinta Tapi Bimbang, Ini yang Kamu Rasakan Saat Menjalani Pacaran Beda Agama

Cinta Tapi Bimbang, Ini yang Kamu Rasakan Saat Menjalani Pacaran Beda Agama

loading