Agar Puasa Tetap Berkah, Lakukan Ini Untuk Menghindari Kejulidan dan Pergunjingan!

05 Mei 2018
|Chandra W.
32SHARES

Bulan Ramadan adalah waktunya umat Islam di seluruh dunia memperbaiki diri melalui ibadah-ibadah sebulan penuh seperti puasa dan tarawih di samping ibadah wajib. Namun, terkadang upaya berserah diri kepada Sang Pencipta ini agak sulit dilakukan meskipun katanya setan dan iblis dikurung di neraka selama bulan Ramadan. Ternyata, setannya sudah berpindah ke diri kita sendiri, ke jari dan lidah kita yang begitu mudah menggunjingkan insan lain.

Supaya puasamu nggak batal atau sia-sia akibat ghibah, ada baiknya mencegah. Caranya bagaimana? Lanjut ke bawah ya, sis. 

1. Berhenti mengikuti akun gosip di media sosial

Melihat media sosial sekarang, betapa banyaknya akun gosip yang menyajikan gosip hingga fakta terklarifikasi tapi tetap mengundang jari dan mulut yang gatal untuk menanggapi, dibuktikan dengan jumlah likes and comments yang bisa mencapai ratusan ribu.

Sebelum terpancing, lebih baik unfollow akun-akun gosip yuk sebelum puasa. Soalnya kalau nggak unfollow, ketika melihat berita baru pasti akan langsung terpikir sesuatu meskipun nggak like atau comment. Kita sudah harus bersih sejak dalam pikiran, biar puasanya nggak sia-sia. 

2. Puasa menonton acara infotainment di televisi

Meskipun televisi akan banyak diwarnai oleh acara-acara pengajian dan ceramah, pasti infotainment masih punya satu dua slot pada pagi atau sore hari. Jika kamu termasuk orang yang menonton infotainment bukan di media sosial, melainkan di televisi, nah ini juga ada baiknya dihentikan setidaknya selama berpuasa.

Apalagi jika kamu menonton dengan anggota keluarga yang lain. Pasti ada keinginan untuk menimpali berita artis (gosip-red), terutama yang selama ini kamu kurang suka. Hal seperti ini hanya dapat dicegah jika kamu berhenti menontonnya. Coba ganti dengan masak untuk buka puasa, misalnya. 

3. Alih-alih bermedia sosial dan menonton televisi, perbanyak membaca buku dan Al-Quran

Berapa banyak buku yang belum terbaca akibat kamu lebih sering tenggelam mantengin layar handphone dan akun gosip? Sekarang saatnya untuk membuka halaman pertama dan mulai membacanya. Buku merupakan salah satu sumber informasi dan lebih merangsang otak untuk berpikir dibandingkan dengan televisi. Bagus juga untuk matamu beristirahat dari pancaran sinar biru berbagai gawai yang selama ini selalu kamu hadapi berjam-jam setiap hari. Dan mumpung bulan puasa, perbanyak juga berkomunikasi dengan Allah melalui bacaan ayat-ayatnya dalam Al-Quran. 

4. Datang ke pengajian sesungguhnya, nggak hanya menonton dari televisi atau YouTube

Seperti konser yang memberikan sensasi berbeda saat menontonnya langsung dibandingkan dengan mendengarkannya melalui gawai, ceramah dan pengajian juga begitu adanya. Buang jauh-jauh rasa lemasmu, kumpulkan niat dan berangkatlah. Selain mendapatkan banyak ilmu, ini juga kesempatanmu untuk bersosialisasi dengan tetangga bahkan berteman dengan orang baru. Apalah yang lebih indah dibandingkan menjalin silaturahmi ketika bulan Ramadan tiba?

5. Saling mengingatkan dengan teman ketika sudah mulai ada pertanda julid

Bertemu teman saat puasa termasuk ujian terberat. Sebab, tradisi ghibah atau menggunjingkan orang lain masih tumbuh subur di negeri ini. Rumpi-rumpi cantik yang kamu lakukan setiap akhir pekan juga termasuk. Sebelum bulan Ramadan tiba, buatlah kesepakatan dengan teman-teman sepergosipan untuk saling mengingatkan ketika salah satu dari kalian mulai bicara ke arah julid dan ghibah. Saling mengingatkan untuk kebaikan, kapan lagi kalau nggak sekarang?

6. Introspeksi diri sebelum bicara

Atau dalam bahasa sehari-hari, 'ngaca dulu sebelum ngomongin orang lain.' Ini penting lho. Kita memang harusnya menyadari terlebih dahulu kekurangan dalam diri sebelum berani memperbincangkan keburukan orang lain, termasuk artis dan orang-orang yang nggak dikenal dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menyadari kekurangan kita, pasti hasrat untuk menggunjingkan orang lain akan berkurang dan timbul keinginan untuk memperbaiki diri sebagai gantinya.

Memperbaiki diri saat bulan Ramadan salah satunya bisa dilakukan dengan berhenti menggunjing. Dalam bentuk apapun, komentar di media sosial termasuk. Lebih bagus lagi jika kebiasaan ini diteruskan hingga bulan Ramadan sudah berakhir. Kamu mungkin nggak sadar, selama ini telah menghabiskan banyak waktu hanya untuk ngomongin orang. Padahal waktu itu jika digunakan untuk meningkatkan kapasitas diri tentu akan lebih berguna. Selamat berpuasa, sis. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
32SHARES