9 Pilihan Pekerjaan Buat Lulusan Sastra. Jangan Bilang "Nggak Tahu Mau Kerja Apa"

11 September 2017
|Chandra W.
0SHARES

"Kamu kuliah sastra? Mau jadi apa nanti kalau sudah lulus?" adalah pertanyaan yang sering banget dihadapi oleh anak jurusan sastra. Sastra apa saja: Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Arab, Sastra Perancis, Sastra Jepang, Sastra Jawa, hingga Sastra Nusantara dan sastra-sastra lainnya. Selain pertanyaan tadi, ada pertanyaan yang bikin lebih ngenes, yaitu, "Oh jurusan sastra.. Nanti berarti jadi guru ya pas sudah lulus?"

Ngggg...guru 'kan jurusan pendidikan bahasa. Iya 'kan? Nggak jarang, pertanyaan-pertanyaan seperti itu bukannya memompa semangat biar cepat lulus dan membuktikan bahwa lulusan sastra bisa "jadi orang" dan bukan mengarah ke keguruan, justru malah bikin down dan terus-terusan mikir "Waduh, nanti aku lulus kerja apa ya? Kok kalau dipikir-pikir lulusan sastra emang nggak jelas juntrungannya?" Memang sih jarang ada lowongan pekerjaan yang mencantumkan jurusan sastra.

Lho, belum lulus aja sudah pesimis, gimana nanti pas nyari kerja? Tenang, ini sembilan pekerjaan yang cocok untuk lulusan sastra.

1. Copywriter

Dengan berkembangnya industri periklanan di era digital ini, peluang menjadi copywriter alias penulis naskah iklan semakin terbuka lebar. Otak jurusan sastra yang sudah terbiasa berpikir kreatif pasti bakal nyaman banget di pekerjaan ini. Kamu akan dituntut untuk berimajinasi sekreatif mungkin lalu mengkomunikasikan hasilnya ke calon audiens. Dalam dunia kepenulisan, gaji copywriter termasuk yang tertinggi lho karena berhubungan dengan penjualan suatu produk. Semakin laris produknya, semakin tinggi nilai jualmu di hadapan klien.

2. Penulis skenario

Ingin bekerja di perfilman? Bisa! Tingkatkan mutu dan kualitas film-film Indonesia melalui naskah cerita yang bagus. Kamu yang kuliah jurusan sastra biasanya sudah membaca ratusan buku dan terbiasa memandang karya sastra apapun dengan kritis. Nah ini bisa jadi dasar untuk menyusun cerita sebuah film. Hindari kebanyakan adegan zoom in dan zoom out ya.

3. Editor

Jangankan typo, kurang tanda baca aja disalahin sama dosen. Kamu beruntung! Karena sudah diajarkan untuk selalu teliti dan membuat kalimat demi kalimat menjadi satu alinea yang padu, kehadiranmu sudah dinantikan di kantor penerbit seluruh Indonesia. Kamu bisa memulai karir dengan magang di penerbit indie selagi kuliah. Nanti ketika sudah lulus, kamu punya pilihan untuk bekerja di penerbit yang sama atau beralih ke penerbit mayor. Selain itu, kamu juga bisa menjadi editor di media baik cetak maupun daring.

4. Content Writer

Berkembangnya media konvensional ke arah kontemporer menumbuhkan perusahaan-perusahaan start-up media baru. Kamu bisa melamar menjadi penulis konten. Sehari-hari nugas bikin berapa halaman artikel waktu kuliah? Bisa lah jadi penulis konten.

5. Penerjemah

Terutama untuk kamu yang mengambil jurusan sastra asing, profesi ini akan membuatmu lebih banyak bergaul dengan orang asing. Dobel-dobel kan senangnya. Kamu bisa menjadi penerjemah untuk orang-orang penting, atau menerjemahkan buku dari bahasa asing ke bahasa Indonesia dan sebaliknya.

6. Ahli bahasa

Ingin menelusuri kekayaan bahasa yang belum terjamah di seantero nusantara? Jadi ahli bahasa aja. Melalui pekerjaan ini, kamu bisa menjelajah ke pelosok negeri untuk menemukan kata-kata yang selama ini belum didengar oleh khalayak umum dari suku-suku terpencil. Lalu dari penelitian itu dibuatlah peta bahasa disesuaikan dengan kemiripan bahasa suatu tempat dengan tempat lainnya. Seru banget!

7. Staf Kedutaan

Kata siapa kedutaan hanya milik anak jurusan Hubungan Internasional? Hampir setiap tahun, ada lowongan untuk sastra terutama sastra asing di wilayah kedutaan lho. Apalagi kalau kamu belajar sastra salah satu dari enam bahasa resmi PBB yaitu Inggris, Arab, Mandarin, Perancis, Rusia, dan Spanyol. Diplomasi budaya itu salah satunya bisa dilakukan melalui sastra lho. Yuk masuk kedutaan.

8. Jurnalis

Meskipun lowongan jurnalis biasanya dibuka untuk semua jurusan, kamu sudah beberapa langkah di depan anak-anak jurusan lain karena sudah terbiasa menulis sejak pertama masuk kuliah. Namanya jurnalis, pasti, wajib, kudu ngerti soal tulis menulis peristiwa terhangat, event besar, apa saja. Apalagi jurnalis media cetak. kalau kamu daftar sebagai jurnalis untuk televisi, selain pintar menulis kamu harus mulai latihan untuk berani berbicara di hadapan banyak orang.

9. Penulis

Penulis yang baik dan hebat tentunya. Kalau kamu memang hobi menulis cerita pendek, puisi, atau bahkan esai, kamu bisa meneruskan hobi itu jadi kegiatan untuk mencari uang sekaligus menyebarkan wabah literasi ke wilayah-wilayah yang minat bacanya masih rendah. Siapa tahu, kan kamu bisa jadi the next Sapardi Djoko Damono, Joko Pinurbo, Dewi Lestari, Andrea Hirata atau mungkin Ika Natassa?

Jadi jangan merasa terpuruk hanya karena prospek lulusan sastra tidak terlihat jelas. Sekarang udah agak kelihatan bening kan masa depannya? Buruan skripsinya diselesaikan, biar bisa lebih cepat mengejar cita-cita. Hidup anak sastra!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES