7 Wirausahawan Muda Indonesia Ini Sukses Sebelum Usia 30 Tahun. Apa Rahasianya?

07 Oktober 2017
|Chandra W.
0SHARES

Dulu sepertinya dunia wirausaha hanya dikuasai oleh orang-orang yang sudah cukup berumur. Logikanya, usaha baru bisa sukses setelah berjalan lebih dari 5-10 tahun. Sebelum itu, masih banyak kerugian dan penghasilan belum stabil. Namun kini seiring dengan berkembangnya teknologi di berbagai aspek kehidupan, menjadi wirausaha adalah pilihan yang dapat dijalani sejak usia muda, bahkan sejak sekolah sekalipun. Karena itu semakin ke sini semakin banyak wirausahawan yang terlihat mentereng padahal usianya belum sampai kepala tiga, termasuk di Indonesia. Siapa saja dan apa saja rahasia mereka hingga bisa sukses seperti sekarang?

1. Hafiza Elfira Novitarini

Perempuan lulusan Universitas Indonesia ini sukses berwirausaha dalam kerangka social entrepreneur. Usahanya bermula dari tugas kampus. Hafiza yang merupakan mahasiswi Ilmu Keperawatan saat itu melihat bahwa orang-orang berpenyakit kusta banyak yang setelah dirawat di rumah sakit tidak mau kembali ke rumah karena malu dan minder atas keadaannya. Akhirnya mereka bekerja serabutan di lingkungan rumah sakit. Ada yang bekerja sebagai tukang sapu, pemulung, dan sebagainya. Hafiza prihatin. Ia lalu memutuskan untuk mengumpulkan orang-orang ini, tepatnya di Sitanala, Banten.

Bersama Nalacity Foundation dan teman-temannya, Hafiza mengumpulkan 20 ibu penderita kusta dan mengajari keterampilan menjahit serta memasang manik-manik di jilbab. Setelah program itu selesai, mantan penderita kusta sudah bisa mandiri dan usahanya hingga kini terus berlanjut dengan omzet ratusan juta rupiah per bulan.

Menurut Hafiza, kunci suksesnya ada pada kemauan mengubah keadaan menjadi lebih baik. Ia mengalami kesulitan juga saat mencoba mengubah mindset mantan penderita penyakit kusta yang sudah biasa mengandalkan pemberian orang lain. Namun pada akhirnya ia dan Nalacity Foundation berhasil dan ibu-ibu itu kini lebih bangga karena bisa mandiri.

2. Hamzah Izzulhaq

Lelaki dengan senyum manis yang lahir pada tahun 1993 ini gemar berdagang sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Jual petasan, kembang api sampai kelereng ia lakoni untuk menambah uang saku. Sampai SMP dan SMA ia pun tetap rajin berjualan apa saja. Jualan pulsa sampai punya counter namun akhirnya tutup. Berjualan roti dengan mengambil langsung dari pabriknya, namun akhirnya berhenti karena untungnya terlalu sedikit.

Lulus SMA ia mencoba berbisnis makanan dengan membuka kedai ayam goreng. Ketika baru membuka cabang kedua, usahanya bangkrut. Tak patah arang, Hamzah kembali membuka rumah makan namun akhirnya tutup juga karena adanya kenaikan harga barang pokok. Sempat ia berpikir untuk menyerah karena mungkin bisnis bukan bidang yang cocok untuknya, mengingat ibunya adalah guru dan ayahnya adalah dosen.

Pikiran itu segera ia buang jauh-jauh ketika bertemu kakak kelasnya di seminar entrepreneur. Kakak kelasnya menawari bisnis franchise bimbingan belajar. Dengan bantuan modal dari ayahnya, Hamzah menerima tawaran tersebut dan berjanji akan lebih bersungguh-sungguh dalam menjalani usahanya. Ia pun berhasil mengumpulkan omzet 360 juta rupiah per semester.

Menurut Hamzah, kunci suksesnya adalah terus mencoba, konsisten, mendekatkan diri dengan Allah, coba perbaiki lingkungan dengan usahamu, dan jangan pernah gengsi.

3. Helga Angelina

Perempuan berusia 26 tahun ini berwirausaha karena tubuhnya dulu lemah dan sakit-sakitan. Helga lalu mencoba gaya hidup sehat vegetarian. Dua tahun menjadi vegetarian, penyakitnya sembuh. Ia lalu memutuskan untuk membuat usaha makanan sehat. Ketika sedang meneruskan pendidikan di Belanda, ia bertemu dengan Max yang kini menjadi suaminya. Max adalah seorang yang hobi masak.

Mereka lalu memutuskan untuk membuat Burgreens, kafe yang menyajikan makanan cepat saji namun sehat. Antusiasme masyarakat ternyata cukup baik menyambut kehadiran makanan sehat buatannya. Ia dan suaminya kini memiliki misi untuk menggandeng petani lokal dan memberdayakan wanita dalam usahanya itu.

4. Yasa Paramita Singgih

Never too young too become a billionaire! adalah slogan yang paling terkenal dari laki-laki berusia 24 tahun ini. Ia sudah sukses sejak usia belasan tahun dan kini memiliki banyak lini bisnis dari konsultan, properti dan fashion dengan brand bernama Men’s Republic.

Yasa mulai berbisnis pada usia 15 tahun ketika ayahnya divonis penyakit jantung. Ia mulai dengan jual beli lampu hias. Tanpa latar belakang bisnis, ia gagal. Yasa tidak menyerah. Ia memulai bisnis lain yaitu jual beli kaos dengan omzet 30 juta rupiah per bulan. Pernah juga Yasa membuka kedai ‘Ini Teh Kopi’ namun hanya setahun tutup. Ia kembali fokus ke pakaian pria dan sukses dengan brand Men’s Republic.

5. Valentina Meiliyana

Berawal dari menjual sepatu dengan desain unik di Facebook, Valentina yang lahir pada tahun 1995 kini telah sukses dan mendapat banyak penghargaan dalam bidang desain. Padahal ia tak pernah mengenyam pendidikan di sekolah fashion. Semasa SMA, ia pernah membuat beberapa desain pakaian dan sepatu dan menggunakan jasa penjahit permak yang sering lewat depan rumah.

Dari iseng-iseng, ia sampai harus keluar dari sekolah dan menjalani home schooling saking sibuknya dengan usahanya. Meski begitu, kini ia sudah lulus kuliah dan membayar biaya kuliah dengan uang hasil usahanya sendiri. Menurut Valentina, yang terpenting adalah berani menembus batasan.

 

6. Muhammad Alfatih Timur

Nama ini mungkin udah nggak asing di telingamu. Lelaki yang akrab disapa Timmy ini adalah CEO kitabisa.com, platform social crowdfunding yang telah mendanai berbagai proyek sosial dan membawa dampak langsung bagi masyarakat Indonesia. Ia digolongkan sebagai social entrepreneur dan masuk dalam majalah Forbes untuk pengusaha sukses di bawah usia 30 tahun.

Baginya, menjadi social entrepreneur adalah soal misi. Melalui bimbingan dengan Prof. Rhenald Kasali dosennya semasa kuliah di Fakultas Ekonomi UI sekaligus tokoh ekonomi berpengaruh di Indonesia, ia belajar soal crowdsourcing dan akhirnya berhasil menciptakan kitabisa.com. Mungkin kamu sudah pernah menggunakan platform ini untuk mengumpulkan dana kegiatan sosial?

7. Benny Fajarai

Lahir 26 tahun yang lalu, Benny adalah wirausahawan sukses pendiri kreavi.com dan co-founder Qlapa.com, sebuah marketplace untuk barang-barang unik dan kreatif. Jika kreavi mencoba membangun tempat yang nyaman untuk para desainer di seluruh Indonesia, Qlapa mencoba untuk menjembatani perajin dan pembeli agar dapat langsung berinteraksi.

Menurut lelaki asal Pontianak ini, potensi kerajinan Indonesia sangat besar namun belum banyak terekspos baik di dalam maupun luar negeri. Karena itulah, ia menjual kreavi dan memulai perusahaan Qlapa. Menurut Benny, yang terpenting dalam menjadi pengusaha adalah jangan mudah puas dan coba untuk terus bermanfaat bagi orang lain.

Jadi pasti sudah ada dong pelajaran yang kamu ambil dari masing-masing tokoh wirausaha muda Indonesia tadi? Jangan menyerah, konsisten, berani dan berusaha untuk terus berguna bagi sekitar. Siap memulai usahamu sekarang?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES