7 Tipe Orang yang Bisa Jadi Racun di Hidupmu. Jauh-jauh Deh Mulai Sekarang

02 Januari 2018
|Chandra W.
167SHARES

Manusia pada dasarnya diciptakan sebagai makhluk sosial yang akan selalu membutuhkan satu sama lain dalam kehidupannya. Karena itu kita selalu diajari untuk bersikap baik kepada orang lain, berteman tanpa memandang status sosial dan sebagainya. Tetapi pada kenyataannya ada tipe orang yang nggak bisa dijadikan teman karena bukannya bikin kita jadi pribadi yang berkembang.

Tipe orang seperti ini malah bikin hidup kita susah. Kira-kira tipe orang seperti apa ya?

1. Si Tukang Kritik

Kritik diperlukan setiap orang untuk menjadi pribadi yang lebih maju dari sebelumnya. Biasanya kritik dibutuhkan saat kita melakukan sesuatu dengan usaha yang kurang maksimal sehingga hasilnya jauh di bawah ekspektasi. Kritik dari seorang teman yang jujur sangat dibutuhkan di saat seperti ini.

Tapi sayangnya, ada orang yang mengkritik bukan karena dia peduli sama kamu, melainkan hanya untuk menyalahkanmu. Udah gitu dia juga selalu mengkritik setiap waktu. Sebenarnya dia insecure sama diri sendiri. Nah daripada terus menerus mendengarkan kritik yang tidak perlu pada waktu yang tidak tepat pula, mending jauhin deh pelan-pelan.

2. Si Tukang Menghitung

Bukan menghitung uang, tapi menghitung kesalahanmu dari waktu ke waktu dan suatu saat menggunakan kesalahan-kesalahan itu untuk menyerangmu di masa depan. Contoh: pas lagi di acara kondangan, kamu nggak sengaja menumpahkan minuman bersoda ke bajunya yang berwarna putih. Pasti dia malu dong. Kamu lalu meminta maaf dan dia terlihat kesal meskipun bilang nggak apa-apa.

Suatu saat, dia melakukan kesalahan yang hampir sama kepadamu. Waktu kamu terlihat sebal atau marah, dia akan bilang, "Ah lo juga dulu numpahin soda ke baju putih gue pas kondangan. Inget nggak?". Nah kita nggak akan pernah menang menghadapi orang seperti ini. Kartu kesalahanmu selalu diingatnya sampai kapanpun dan bakal dijadikan senjata untuk menyerangmu di masa depan.

3. Teman yang cuma ada pas mereka butuh

Karena kita hidup di lingkungan yang memandang bahwa 'nggak ada kata mantan teman' atau ''kalau teman nggak ada kata putus', kita jadi sering banget merasa bersalah ketika mau menjauh atau meninggalkan teman dalam artian nggak kontak lagi. Padahal, ada tipe teman yang hanya datang ketika mereka membutuhkan bantuan.

Setelah dibantu, mereka menghilang. Berteman itu harusnya saling membantu, bukan hanya satu pihak yang terus menerus menolong. Kalau kamu menemukan teman yang kayak gini, udah cuekin aja. 

4. Orang yang self-destructive

Dan juga secara tidak langsung destruktif terhadap lingkungan sekitarnya, termasuk kamu sebagai temannya. Misal nih, kamu punya teman yang hobi banget minum minuman beralkohol dan sikapnya berubah agresif saat mengalami efeknya. Kamu udah bilang sama dia untuk berhenti karena tindakannya bisa berbahaya untuk orang lain dan kamu pun udah capek selalu jadi 'wing-man' -nya dia setiap dia mabuk.

Tapi tetap saja dia nggak berhenti melakukannya. Mungkin ada rasa khawatir dalam dirimu untuk melepaskan orang-orang seperti ini sendirian: takut mereka menyakiti diri sendiri, misalnya. Tapi, FYI aja, itu juga bukan tanggung jawabmu kok. Percuma mengingatkan dan menolong orang yang nggak mau diselamatkan. Berhenti merasa bersalah untuk sesuatu yang bukan kesalahanmu. 

5. Si Manipulatif

Pas dia lagi butuh kamu, kalimatnya manis, perbuatannya menyenangkan. Kamu merasa nyaman dan senang berteman sama dia. Tapi cara ini ternyata digunakan hanya untuk memintamu membantunya mencapai keinginannya sendiri. Kalau dia sudah mendapatkan itu, kamu ditinggalkan begitu saja kayak manusia yang nggak ada harganya. Herannya, kamu bisa gitu merasa baik-baik saja berteman dengan orang-orang seperti ini. Namanya juga manipulatif. Punya teman seperti ini? 

6. Si Penguasa

Dilansir dari Huffington, dalam ilmu psikologi fenomena ini disebut gaslighting. Gaslighting adalah ketika seseorang (bisa teman atau pasangan) membuat kamu terus-terusan merasa bersalah atas apa yang kamu rasakan, yang kamu lakukan, atau bahkan reaksimu terhadap apa yang dia perbuat. Hal ini dilakukan supaya dia dapat memegang kendali dalam hubungan kalian.

Misal saat kamu lagi ngumpul bareng dia dan teman-temannya, dia bilang kalau tadi kamu kentut pas turun dari motor. Teman-temannya tertawa. Kamu malu. Pas teman-temannya udah pulang, kamu bilang kalau kamu nggak suka dibikin malu kayak tadi. Dia bilang, "Ah kamu gitu doang baper. Itu kan cuma buat lucu-lucuan. Akhirnya kamu mikir, "Iya juga sih, aku aja kali ya yang terlalu sensitif,". Intinya dia menganggap remeh semua yang kamu ucapkan dan kamu rasakan. Kalau punya teman atau pacar yang kayak gini, udah tinggalin aja. 

7. Si Negative Thinking

Orang yang pikirannya negatif selalu melihat keburukan di setiap kebaikan dan hambatan di setiap kesempatan. Misal kamu mau pergi buat tahun baruan di pantai yang ada pesta kembang apinya. Tanggapan dia: ih tapi kan rame banget lho di sana. Nanti kalau ada copet gimana?

Segala kabar baik bisa ia ubah menjadi kabar buruk. Yah pasti banyak kan orang-orang seperti ini di sekitarmu. Kalau kamu bisa cuek, nggak apa-apa. Tapi kalau mereka bikin kamu stress, akhiri saja. 

Mana di antara tujuh tipe orang di atas yang sekarang ada di kehidupanmu? Mumpung tahun baru, evaluasi deh mana orang yang benar-benar pantas untuk menjadi temanmu, yang bersamanya kamu bisa lebih baik dari sekarang. Kalau bikin kualitasmu menurun, ya bukan teman dong namanya. Setuju nggak?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
167SHARES