7 Penderitaan yang Dialami Pas Bikin Skripsi, Kamu Masih Inget Gak?

27 September 2016
|Mutikhadijah

Setiap mahasiswa di dunia ini pasti bakal melewati satu masa berat dalam studinya yakni skripsi. Yah, memang sih, beberapa bidang studi nggak menjadikan skripsi sebagai syarat kelulusannya, ada juga yang dalam bentuk proyek, tugas akhir, esay, atau studi literatur. Tapi intinya sih sama-sama meresahkan dan penuh keluh kesah, gaes! Ketika kamu tiba pada masa-masa itu, rasanya kamu pengen banget membeli mesin waktu. Pengen cepat-cepat kelar karena rasanya kok tahapan yang satu ini ibarat kisah cinta kamu dengan si dia, alias nggak berujung. Nah, berikut ini adalah 7 derita yang pasti kamu alami sebagai pejuang skripsi.

1. Selama bertahun-tahun kuliah, mungkin inilah waktunya

Hayo, ngaku yang ke perpustakaan cuma pas masa orientasi kampus doang? Setelahnya, kamu jarang bahkan nggak pernah sama sekali. Baru sadar, kamu bahkan belum pernah punya kartu keanggotaan di sana. Alhasil, kamu pinjem sama temen yang doyan keluar masuk perpustakaan. Udah jabanin ke sana, eh malah buku referensi kamu nggak ada. Apes, deh.

2. Nunggunya seharian, giliran ketemu cuma sebentar, digodain pula

Semua pasti setuju deh, salah satu derita mahasiswa yang paling nelangsa itu adalah saat harus nunggu kepastian dospem. Kira-kira dospem bakal ngampus atau nggak, kalau pun nggak, terus ngampusnya kapan. Eh, giliran udah ke kampus, antreannya udah kayak antrean pengendara motor tengah malam sebelum harga premium resmi dinaikkan; PANJANG BANGET. Begitu dapet giliran, nggak sampai lima belas menit. Ya ampun :(

3. Karena segala sesuatu yang pertama itu pasti nggak gampang

Memulai itu memang nggak gampang, gaes. Nggak cuma mandi yang memulainya sulit banget. Skripsi pun begitu! Awalnya sih, kamu tenang-tenang aja, toh satu kelompok bimbingan mulainya barengan semua. Eh tapi kok, selang seminggu dua minggu, cuma kamu doang nih yang belum mulai-mulai bikin latar belakang masalah? Ckck!

4. Saat-saat masalah malah dicari, bukan dihindari

Cuma di masa kuliah di mana masalah itu dicari, bukan dihindari. Huh. Kepala rasanya pusing banget mikirin, kira-kira fenomena atau masalah apa yang bisa kamu bahas. Eh, giliran nemu masalahnya, nggak nemu teorinya. Teorinya ada, masalahnya nggak di-approve sama dospem. Kenapa hidup jadi berat banget ya, gaes, terasanya?

5. Ketika semua temen bimbingan udah ACC dan cuma kamu yang belum

Satu rasa satu derita perlahan pudar seiring masa skripisi berlanjut. Temen-temen bimbingan yang dulunya bilang mau lulus bareng, eh kok malah udah lari ngibrit ke bab akhir duluan, ya? Hati kamu makin panas pas tahu temen seperjuanganmu sudah dapat ACC sidang semua. Rasanya— Oh, Tuhan.

6. Karena kadang-kadang dospem itu plin-plan

Derita lainnya apalagi buat kamu yang kebetulan dapat dospem agak sepuh adalah kamu nggak tahu kapan si dospem minta balik ke revisi awal. Makanya, kamu nggak pernah hapus satu pun dari folder laptop. Jaga-jaga aja kan, gaes?

7. Habis sidang, terbitlah revisi

Kalau kamu pikir masa penderitaan skripsi kamu berakhir di sidang, sayangnya salah banget, gaes. Karena masa-masa setelah sidang itu sama ribetnya. Kamu tetap harus revisi, tetap harus kejar dosen buat tanda tangan (malah dosennya jadi semakin banyak gaes, ditambah dosen penguji), dan kamu juga tetap harus repot ngurus persyaratan lainnya. Hih!

Di dunia ini memang nggak ada yang instan, gaes. Bahkan mie instan aja musti direbus dulu 3 menit, baru bisa dimakan. Intinya sih, nikmati aja kepedihan derita ini karena suatu hari nanti bakal jadi kenangan dan cerita yang kamu rindukan, lho! Tetap semangat, Duhai Pejuang Skripsi!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Mutikhadijah
Gak Punya Quote Nih!
SHARES