7 Pekerjaan Sampingan Untuk Mahasiswa. Daripada Minta Terus ke Orangtua

16 Juli 2017
|Chandra W.
Life
0SHARES

Menjalani kehidupan sebagai mahasiswa, apalagi di kota rantau membutuhkan biaya yang cukup banyak. Dari kebutuhan sehari-hari, fotokopi, transportasi, nongkrong sesekali, hingga biaya tak terduga yang dibutuhkan ketika ban motor bocor harus dipersiapkan sejak hari dikirimnya uang bulanan dari orangtua. Untuk menyiasatinya, anggaran keuangan harus dirancang terlebih dahulu.

Tapi namanya mahasiswa, manusia juga, kadang khilaf. Kelepasan belanja di pertengahan bulan, nongkrong keseringan, beli buku kebanyakan, dan akhirnya kehabisan uang sebelum akhir bulan. Hayoo ngaku siapa yang sering kayak gini? Kalau kamu sering mengalami hal seperti ini dan sulit berhemat, ada baiknya mencoba alternatif lain supaya keuanganmu lebih longgar yaitu dengan mencari pekerjaan sampingan.

Ada beberapa pekerjaan sampingan yang bisa kamu lakukan sambil tetap memenuhi kewajiban belajar sebagai mahasiswa. Yuk cari tahu!

1. Menulis freelance di media online atau surat kabar

Kamu hobi menulis? Manfaatkan kemampuanmu untuk menjadi kontributor di media online atau buatlah artikel dan kirimkan ke surat kabar lokal di kotamu. Sesuaikan jenis artikel dengan karakter media yang kamu kirimi karya supaya kesempatan dimuatnya juga lebih besar. Satu artikel pendek biasanya dihargai sekitar 10-15 ribu rupiah dan artikel surat kabar bisa dihargai antara 50-250 ribu rupiah. Lumayan 'kan untuk sebuah pekerjaan sampingan?

2. Fotografer lepas. Wisuda, nikahan, foto outdoor tematik, hajar!

Jago motret? Manfaatkan keahlian di bidang fotografi dengan menjadi fotografer lepas untuk berbagai acara, misalnya wisuda dan pernikahan. Bisa juga untuk foto outdoor tematik ala-ala sosialita. Kalau nggak suka motret orang, kamu bisa hunting foto pemandangan atau apa saja lalu jual di situs yang khusus menjual foto. Dari pekerjaan sampingan ini, kamu bisa memperoleh sekitar 200 ribu rupiah untuk foto acara dan ratusan dolar untuk foto yang dijual di website.

3. Belajar kopi sekaligus cari duit dengan menjadi barista

Munculnya gaya hidup ngopi di warkop atau coffee shop di Indonesia yang lagi hits banget secara langsung berdampak pada meningkatnya jumlah tempat ngopi. Biasanya coffee shop menerima tenaga kerja paruh waktu yang jam kerjanya hanya berkisar empat sampai enam jam per hari.

Dengan menjadi barista paruh waktu, penghasilan tambahan yang bisa kamu peroleh tiap bulan berkisar antara 300 ribu hingga satu jutaan tergantung jumlah hari kerja. Selain mendapat penghasilan, kamu juga mendapat banyak ilmu tentang kopi.

4. Cinta dunia akademis? Jadilah asisten dosen atau asisten praktikum

Siapa bilang anak yang di kampus terus itu cupu? Kalau kamu cinta banget sama apa yang dipelajari di bangku kuliah, daftar saja menjadi asisten dosen atau asisten praktikum. Dengan begini, kamu bukan hanya mendapat penghasilan tapi juga mendapat koneksi yang bisa dimanfaatkan ketika suatu saat kamu hendak memulai bimbingan skripsi atau mencari rekomendasi untuk beasiswa studi lanjutan.

5. Suka merancang acara? Jadi party planner aja!

Apakah kamu pernah memerhatikan betapa generasi muda saat ini sangat erat dengan selebrasi? Sesuatu sekecil apapun dirayakan. Jadian, ulang tahun, sidang skripsi, seminar proposal, pulang dari exchange, sampai putus pun harus dirayakan. Masuklah sebagai party planner untuk perayaan mereka. Agak ribet sih kalau sendiri. Coba dengan satu atau dua teman terdekat. Modalnya hanya kain dan elemen-elemen dekoratif seperti balon dan pita. Untuk satu kali pesta, misalnya birthday lunch dengan kapasitas sepuluh orang, kamu bisa menghasilkan uang sebesar tiga ratus ribu hingga satu jutaan rupiah lebih lho.

6. Senang menggambar? Jadilah designer freelance

Kalau kamu hobi banget mendesain sesuatu, bergabunglah dengan perusahaan desain apa saja yang menerima mahasiswa sebagai pekerja freelance. Atau kamu bisa buka jasa desain sendiri. Kalau ada teman yang minta harga teman, putuskan saja pertemanannya. Teman ya teman, bisnis ya bisnis. Setuju?

7. Masih ingat pelajaran zaman sekolah? Mengajar privat bisa jadi solusi

Mengajar anak di rumah bisa menjadi pilihan untuk kamu yang punya jiwa mendidik serta sabar. Bahkan sekarang juga ada platform yang mengizinkan kamu menjadi tutor privat secara online. Per pertemuan tatap muka kamu bisa mendapat uang sebesar 20-50 ribu rupiah tergantung pelajaran apa yang kamu ajarkan dan tingkatan murid.

Jadi nggak ada lagi alasan kehabisan uang di tengah-tengah bulan. Asalkan kamu pintar membagi prioritas, kuliah sambil mengambil pekerjaan sampingan nggak akan mengganggu prestasi akademikmu kok. Selamat menghasilkan uang sendiri!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES