7 Mitos Tentang Benda Sepele yang Dianggap Sebagai Pemicu Kanker

www.pexels.com

Dewasa ini, pekerjaan dan kegiatan sehari-hari manusia dimudahkan dengan teknologi yang semakin canggih. Membeli barang juga bisa serba online. Mau yang mahal hingga murah, tinggal urutkan saja sesuai budget-mu. Tapi, ada beberapa barang yang "dituduh" menjadi penyebab kanker.

Ada banyak mitos yang beredar di masyarakat bahwa ada benda tertentu yang jadi pemicu tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh. Sebelum termakan isu yang kebenarannya belum diketahui, nggak ada salahnya untuk mencari tahu faktanya, guys.

1. Wadah plastik yang digunakan dalam microwave

unsplash.com

Kamu pasti sering mendengar bisik-bisik tentang wadah plastik yang dimasukkan ke dalam microwave dapat menyebabkan kanker. Itu hoaks belaka. Faktanya, wadah yang sering dipakai untuk kotak makan ini sah-sah saja dipakai untuk memanaskan makanan di mesin ini.

Kamu perlu mencari tahu lebih banyak tentang jenis wadah plastik apa saja yang aman untuk dimasukkan ke dalam microwave. Pelajari dulu segitiga dari kemasan plastik ya.

2. Katanya, deodoranmu dapat menyebabkan kanker payudara

www.pexels.com

Dari body care, deodorant sering kali dicap sebagai pemicu kanker payudara. Pernyataan tersebut tidak lain-tidak adalah mitos belaka? Deodorant dianggap berbahaya karena katanya mengandung bahan berbahaya seperti paraben atau alumunium. Bahan akan membahayakan ketika ketiak ada goresan.

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menemukan korelasi antara antara penggunaan deodoran dengan kanker payudara. Tapi, kalau kamu masih gelisah, lebih amannya bisa mencoba beralih memakai deodoran alami seperti tawas dan perasan daun sirih.

3. Mengonsumsi gula berlebihan bisa memperparah kanker?

melinpedia.com

Apa benar mengonsumsi gula berlebih dapat mempercepat pertumbuhan sel kanker? Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa sel kanker lebih banyak mengonsumsi gula daripada sel normal. Faktanya, belum ada riset yang membuktikan bahwa mengonsumsi gula berlebihan dapat mempercepat pertumbuhan sel kanker.

Di beberapa studi ditemukan bahwa sel kanker tidak akan berkurang atau hingga hilang jika pengidapnya berhenti mengonsumsi gula. Sejatinya, gula berlebih meningkatkan risiko diabetes dan obesitas. Supaya tetap sehat dan tidak ada komplikasi penyakit di dalam tubuhmu, konsumsi semuanya dalam batas wajar.

4. Pemanis buatan terbukti menyebabkan kanker?
idntimes.com

Satu hal lagi yang sering menjadi pertanyaan. Katanya, pemanis buatan seperti sakarin, siklamat, aspartam, sukralosa, dan sebagainya, dapat menyebabkan kanker.

Faktanya adalah pemanis buatan tersebut sama sekali bukan jadi pemicu kanker. Jika masih ragu, konsumsi saja pemanis alami yang jelas tercantum sertifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di logonya.

5. Lalu apakah benar penggunaan telepon genggam dapat menyebabkan kanker?
unsplash.com

Banyak orang yang percaya jika pemakaian smartphone dalam intensitas sangat sering bisa menyebabkan kanker. Hingga kini, belum ditemukan bukti yang cukup bahwa elektromagnetik yang memancarkan frekuensi radio dapat menyebabkan kanker.

Fakta yang ada frekuensi rendah dari diproduksi handphone tidak menyebabkan perubahan sel normal menjadi sel kanker. Namun tentunya, penggunaan gawai yang berlebihan akan membahayakan pengelihatan. Terlalu lama memandang layar handphone dalam pencahayaan gelap dan postur tubuh yang nggak tetap mengakibatkan kerusakan pada syaraf mata, otak, dan persendianmu.

6. Apakah benar kalau saluran listrik atau stop kontak dapat merusak gen?

unsplash.com

Pemakaian gadget yang tiada henti, membuat penggunanya jadi betah berlama-lama nge-charge sambil duduk di dekat stop kontak. Menurut kabar burung, aliran listrik pada stop kontak mampu dapat merusak gen dalam tubuh.

Tidak benar. Aliran listrik di stop kontak memang memproduksi energi magnet dan listrik. Energi berfrekuensi rendah ini tidak merusak gen karena dengan mudahnya dilemahkan oleh obyek lain di sekitar.

7. Mewarnai rambut katanya meningkatkan risiko kanker, benarkah?

unsplash.com

Mitos yang satu ini masih perlu penelitian lebih lanjut. Risiko kanker yang diakibatkan karena sering gonat-ganti warna rambut tidak akan terjadi pada orang yang mewarnai hanya sekali seumur hidupnya.

Ternyata, ada penelitian yang menyebut bahwa penata rambut yang sering terpapar bahan kimia dalam pewarna rambut memiliki risiko terkena kanker kandung kemih. Pemakaian masker pada pada proses pewarnaan rambut ini dapat membantu mengurangi paparan bahan kimia berbahaya ini.

Beberapa mitos di atas ternyata tidak ditemukan kebenarannya. Kamu perlu crosscheck terlebih dahulu sebelum termakan informasi yang nggak jelas sumbernya. Untuk mencegah kanker, kamu perlu memulai pola hidup sehat.

Mengonsumsi sayur, buah-buahan, olahraga teratur, jauhi rokok dan alkohol perlu kamu lakukan. Selain itu, kamu perlu rutin memeriksakan diri ke dokter. Jika ada hal janggal terjadi, bisa langsung ditindak oleh sang ahli.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Gagap Romansa, 6 Zodiak Ini Suka Kesulitan PDKT. Butuh Dokter Cinta? | Keepo.me

Gagap Romansa, 6 Zodiak Ini Suka Kesulitan PDKT. Butuh Dokter Cinta? | Keepo.me

Dengan Tambahan Polymer Clay, Mug Kesayangan Bakal Jadi Lebih Unyu

Dengan Tambahan Polymer Clay, Mug Kesayangan Bakal Jadi Lebih Unyu

5 Film Fantasi Terbaik yang Akan Manjakan Imajinasimu | Keepo.me

5 Film Fantasi Terbaik yang Akan Manjakan Imajinasimu | Keepo.me

Keefektifan dari Kencan Online dengan Memanfaatkan Dating Apps

Keefektifan dari Kencan Online dengan Memanfaatkan Dating Apps

Begini Cara Menghapus Akun Gmail di Android. Ternyata Mudah, Lho! | Keepo.me

Begini Cara Menghapus Akun Gmail di Android. Ternyata Mudah, Lho! | Keepo.me

Deretan Film Ini Mampu Dongkrak Motivasimu Agar Tak Pantang Menyerah

Deretan Film Ini Mampu Dongkrak Motivasimu Agar Tak Pantang Menyerah

loading