7 Ketakutan Orangtua yang Akan Kamu Sadari Setelah Punya Anak

unsplash.com

Sebagai seorang anak, seringkali kita menuntut banyak hal dari orangtua. Begitu pula dengan orangtua, mereka akan melakukan segalanya dan seluruh kemampuan yang ada untuk bisa membahagiakan buah hatinya.

Tapi di balik segala perjuangan orangtua, tersirat ketakutan luar biasa yang tidak dapat kita pahami sampai kita yang mengalaminya sendiri. Beberapa ketakutan tersebut seringkali diekspresikan dalam bentuk omelan dan perintah. Padahal, sesungguhnya tidak sesederhana itu.

Semua bentuk ketakutan kedua orangtua sebenarnya tidak dapat benar-benar dipahami sampai nanti kita mengalami sendiri. Apakah realitanya memang semenakutkan itu?

1. Takut anaknya tidak mendapat kehidupan yang layak

pexels.com

Ketakutan semua orangtua yang belum bisa benar-benar kita pahami adalah takut jika anaknya tidak mendapatkan kehidupan yang layak. Semua orangtua pastinya akan berjuang mati-matian untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk anak-anaknya. Tapi, apa kamu paham bahwa ketakutan tersebut bukan masalah sederhana?

Ketika memiliki anak, kelak kamu akan mengerti bahwa kedua orangtuamu tidak hanya bertahan dengan satu macam pekerjaan untuk menghasilkan uang. Belum tentu lepas dari hutang-piutang untuk menjamin kehidupanmu berjalan normal dan bahagia. Semua kerja keras dan pengorbanan mereka memang hanya untuk memastikan anak-anaknya mendapatkan kehidupan yang layak.

2. Takut salah dalam mendidik anak-anaknya

pexels.com

Sebagai anak, kita sering merasa jengkel ketika ayah dan ibu memerintah, melarang sampai memarahi untuk tidak melakukan sesuatu yang tidak baik. Dari sudut pandang seorang anak, ini adalah perasaan yang lumrah. Namun, berbeda saat kamu memiliki anak.

Kamu akan mengerti arti semua ocehan mereka ternyata tidak sesederhana itu. Karena di balik semua hal menyebalkan itu, ada ketakutan orangtua kita akan salah didik. Mereka melakukan itu bukan sekadar untuk menjauhkanmu dari celaka, agar kamu terdidik secara moral dan psikologinya.

3. Takut jika anaknya kekurangan kasih sayang

pexels.com

Terlepas dari hal menyebalkan yang sering kita alami bersama orangtua, jauh di dalam lubuk hatinya mereka takut kalau kita kekurangan kasih sayang. Kelak ketika memiliki anak sendiri, kamu akan mengerti jika membagi kasih sayang terhadap anak pertama dan anak kedua itu tidak mudah.

Membagi perhatian antara keluarga dan pekerjaan juga sulit. Maka dari itu, jangan sia-siakan perhatian kedua orangtuamu saat mereka masih ada, ya.

4. Takut anaknya masuk ke dalam pergaulan yang salah
pexels.com

Semua orangtua pasti takut akan hal yang satu ini. Sebagai anak, mungkin merasa jika semua didikan mereka adalah sekadar untuk membentuk kepribadian kita yang lebih baik. Namun jauh dari semua itu, kamu akan merasakannya ketika memiliki anak.

Kamu akan mulai merasa takut jika anakmu mulai mengenal rasa suka; mulai mengenal sisi negatif dari internet. Kamu akan mengerti bahwa melihat anak terjerumus ke dalam pergaulan yang salah itu jauh lebih sakit daripada melahirkan.  

5. Takut suatu hari anaknya lupa akan perjuangan orangtuanya
pexels.com

Semua orangtua punya kisah perjuangannya masing-masing dalam membesarkan anak. Menyekolahkan sampai perguruan tinggi dan memiliki pekerjaan yang lebih baik adalah proses yang dilalui oleh sebagian besar orangtua zaman sekarang.

Semua orangtua tidak akan meminta balasan dari perjuangan mereka selama ini. Namun kelak, kamu akan mengerti saat memiliki anak yang lupa bahkan tidak menghargai segala jerih payahmu selama ini.

6. Takut anak mereka mengacuhkan dan meninggalkan mereka

pexels.com

Seiring berjalannya waktu, semua orang akan berubah. Anak yang dulu masih belajar berjalan, akan memiliki kesibukan sendiri, mendapatkan pekerjaan impian dan berkeluarga. Orangtuamu juga ikut tersenyum bahagia atas apa yang kamu miliki selama ini.

Tetapi di balik senyum tersebut, tersirat rasa takut akan diacuhkan dan ditinggalkan olehmu. Ketakutan ini mungkin terkesan berlebihan, namun ini yang akan segera kamu pahami saat memiliki anak sendiri.

7. Takut anaknya berjodoh dengan orang yang salah

pexels.com

Banyak yang mengira jika tugas orangtua akan selesai saat anaknya menikah. Tidak. Bahkan setelah menikah dan menjalani kehidupanmu sendiri, akan tetap tersirat rasa takut bila ternyata anaknya berjodoh dengan orang yang salah. Perasaan itu akan tetap ada hingga akhir hayatnya.

Orangtua bukan sekadar sosok yang melahirkan dan memperjuangkan hidup demi keluarganya. Mereka adalah rumah tinggal untuk anaknya sampai kapanpun itu. Jangan kesal bila mereka sering marah dan memerintah. Tanggung jawab menjadi orangtua itu jauh lebih besar dari bisa yang kamu bayangkan. Kamu akan menyadarinya ketika sudah menjadi orangtua bagi anak-anakmu.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Dari ‘Mama-Papa’ sampai ‘Mumu-Bubu’, Panggilan Sayang Ternyata Bikin Pacaran Langgeng! | Keepo.me

Dari ‘Mama-Papa’ sampai ‘Mumu-Bubu’, Panggilan Sayang Ternyata Bikin Pacaran Langgeng! | Keepo.me

Penyebab Wanita Lebih Suka Menjalin Hubungan dengan Suami Orang

Penyebab Wanita Lebih Suka Menjalin Hubungan dengan Suami Orang

Tak Hanya Pejabat, Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong Juga Diundang ke Pelantikan Jokowi! | Keepo.me

Tak Hanya Pejabat, Nyi Roro Kidul dan Nyi Blorong Juga Diundang ke Pelantikan Jokowi! | Keepo.me

8 Hal Ini Menandakan Tubuhmu Kekurangan Asupan Protein

8 Hal Ini Menandakan Tubuhmu Kekurangan Asupan Protein

Nangis Ditinggal Ibunya, Balita Ini Tewas Terjatuh dari Lantai 7 Rusunawa Tambora | Keepo.me

Nangis Ditinggal Ibunya, Balita Ini Tewas Terjatuh dari Lantai 7 Rusunawa Tambora | Keepo.me

Masih Suka Nyinyirin Orang Lain? Jangan-jangan Kamu Kurang Piknik. Cek Yuk Tanda-tandanya!

Masih Suka Nyinyirin Orang Lain? Jangan-jangan Kamu Kurang Piknik. Cek Yuk Tanda-tandanya!

loading