7 Kesalahan yang Sering Dilakukan Millennial Usia 20an. Jangan Sampai Kamu Ikutan!

09 November 2017
|Robertus Jeje
Life
0SHARES

Usia muda 20-an memang memiliki ambisi yang besar, semangat yang lebih tinggi untuk melakukan banyak hal. Tak hanya itu saja, para millennial ini juga suka mencoba berbagai hal. Maklum, karena fase ini adalah masa-masa mereka untuk belajar sesuatu dan mencari pengalaman baru. Namun tak jarang, usia 20-an juga dibilang usia rentan – di mana mereka masih mencari jati diri dengan obsesi yang begitu tinggi. Oleh karena itu, tak jarang mereka sering melakukan kesalahan-kesalahan sederhana.

Nah, bagi kamu yang sedang memasukin masa-masa ini, kamu perlu memperhatikan 7 kesalahan sederhana ini sekaligus membantu kamu untuk mengubah cara berpikir menjadi lebih baik lagi.

1. Jangan suka memaksakan diri untuk mencari tahu semua hal dan berharap semua bisa terjadi dalam sekejap.

 

 

 

Ketika tekanan datang, entah itu dalam karier, studi, bahkan hubungan, banyak dari mereka yang ingin semua berjalan sempurna. Banyak yang menganggap ini seperti tuntutan yang semua harus bisa terwujud. Namun faktanya, perjalanan hidup tidak bisa berjalan seperti itu. Itulah mengapa ini sering menjadi masalah mental bagi kelompok usia 20-an.

 

2. Memilih menjadi sinis daripada berusaha berpikir apa yang bisa dilakukan untuk membuat suatu perbedaan yang lebih positif.

Kalau kamu memiliki cara berpikir seperti ini, justru akan menghambatmu dalam membuat sebuah perbedaan atau inovasi. Daripada kamu bersikap sinis, sebenarnya kamu bisa memilih untuk lebih positif, sehingga kamu bisa lebih jeli melihat kesempatan untuk menciptakan perbedaan.

3. Suka berpikir seakan “cinta” saja cukup untuk membuat hubungan mampu bertahan lama.

Menjalani hubungan tidak hanya membutuhkan cinta atau romantisme saja, tapi di situ membutuhkan kasih, penerimaan, dan pengorbanan. Memang terlihat mudah dikatakan, namun ketika kamu mencoba tiga hal ini, bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa memiliki hubungan yang baik dengan pasangan. Hal ini membuatmu sadar bahwa semua itu adalah proses, karena masalah akan terus ada. Selain itu, di sini kamu juga membutuhkan visi misi bersama, ketrampilan komunikasi yang baik agar ketika berdebat tidak saling menyakiti satu sama lain.

4. Kamu bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja. Jangan sampai terbalik.

Ketika berkarier, hal ini sering terbalik-balik. Memang memiliki karier yang cemerlang dan gaji yang fantastis bisa menjadi kebanggaan serta kepuasaan tersendiri. Dalam hal ini tak sedikit dari mereka yang suka bekerja keras untuk mendapatkan semuanya, dan memastikan semua berjalan maksimal. Tapi hal tersebut justru akan membuat kamu kehilangan hobi dan me time - pada akhirnya kamu mulai stres, hidup pun mulai terpengaruh dan berantakan. Jadi cobalah untuk menyeimbangkan semuanya, jadi kamu bisa menikmati hidup dan bekerja juga berjalan baik.

5. Kamu kurang bisa bersyukur dan menghargai hal-hal sederhana yang sebenarnya itu luar biasa.

Hal-hal sepele biasanya kurang bisa disadari oleh kita. Apa contoh? Makanan, pekerjaan, rezeki, tempat tinggal, bahkan kesehatan yang kamu miliki saat ini. Semua ini adalah berkat yang patut kamu syukuri. Jika kamu ingin melihat dan lebih peka terhadap sekitar, mungkin kamu bisa menemukan cukup banyak orang yang kurang beruntung. Kita kamu mau belajar bersyukur dan kamu akan merasakan hidup lebih bahagia.

6. Sadarilah bahwa setiap orang itu unik. Jadi jangan suka membandingkan dirimu untuk menjadi orang lain.

Semua orang memiliki ‘standar’ sendiri-sendiri – bagaimana dia terlihat cantik, tampan, berpenampilan, dan lainnya. Ingatlah bahwa kecantikan atau ketampanan itu bukan ditentukan oleh bentuk atau ukuran. Jadi jangan habiskan waktumu untuk memikirkan dan mengkhawatirkan hal ini. Meski kamu tak terlihat seperti super model atau bintang iklan, bukan berarti kamu tidak cantik atau tampan.

7. Kamu suka menyalahkan orangtua dan kamu sering lupa bahwa mereka juga manusia biasa.

Cara kamu dibesarkan dan hubungan yang kamu miliki dengan orangtua pasti akan mempengaruhi hidup kamu. Banyak anak muda usia 20-an yang membuat sebuah kesalahan, namun suka dikaitkan kepada orangtua. Cobalah kamu mengambil sudut pandang yang lebih seimbang tentang hal ini. Kamu tak bisa menyalahkan terhadap semua yang terjadi atau yang kamu alami karena orangtua.

Pernahkah kamu berpikir, ketika menjadi orangtua dan menyambutmu untuk pertama kalinya ke dunia, banyak dari mereka yang tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sebab, tidak ada panduan khusus tentang bagaimana menjadi orangtua yang baik. Jadi ingatkan terus dirimu bahwa orangtua juga manusia biasa.

Itulah tadi 7 kesalahan hidup yang sering terjadi pada generasi millennial. Memang untuk menjadi ‘baik’ itu tidak mudah. Namun itu bukanlah hal yang mustahil bagi orang yang mau berusaha.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Robertus Jeje
"be kind to each other"
0SHARES