7 Jawaban dan Pertanyaan Kenapa Millennials Susah buat Menabung

www.pexels.com

Dewasa ini, kebutuhan akan hidup makin tak bisa dikontrol. Terkadang, seseorang yang sudah bekerja cukup lama juga tidak menjamin orang tersebut punya tabungan setiap bulannya.

Masih banyak orang yang menganggap jika dana tak terpakai itu sulit untuk tidak benar-benar ‘tidak dipakai’. Namun jika menilik lebih jauh lagi, pasti kita akan menyadari jika kesulitan yang sebenarnya itu bukan karena gaji habis untuk memenuhi kebutuhan bulanan, tetapi untuk memenuhi keinginan.

Hal ini tentunya tidak terpisah dari realita kaum milenial masa kini. Kebanyakan dari mereka memang memiliki penghasilan yang lebih. Namun mirisnya, masih saja banyak yang mengaku tidak memiliki tabungan. Kira-kira karena apa ya?

1. Terlalu banyak jajan setiap harinya

pexels.com

Faktor utama mengapa generasi milenial tidak memiliki tabungan padahal sudah berpenghasilan cukup adalah terlalu banyak jajan. Milenial acapkali doyan untuk nongkrong, membeli segelas kopi mahal setiap pagi, makan siang di restoran mahal, dan memesan makanan lewat aplikasi.

Bagi sebagian orang, mungkin hal ini untuk menunjang performa setiap harinya. Namun, performa juga harus dibarengi dengan jatah untuk uang jajan yang rapi. Kalau gaji setara UMR namun nafsu jajan melebihi jatah jajanmu, gimana bisa kamu menabung setiap bulannya?

2. Cicilan lebih banyak dari penghasilan

pexels.com

Faktor kedua, terlalu banyak menyicil sesuatu yang biayanya melebihi penghasilannya sendiri. Besar pasak dari pada tiang jadi peribahasa yang tepat untuk menggambarkan situasi ini. Beberapa orang mungkin memiliki uang bonus dari pekerjaannya setiap bulan. Tetapi, apakah bonus dapat dikategorikan sebagai uang tetap perbulannya?

Bonus ini jelas mudah menggoda mereka yang ingin membeli sesuatu walaupun dengan cara dicicil. Hal ini dikarenakan mereka akan berpikir jika uang yang didapatkan setiap bulannya akan sama bahkan lebih. Sayangnya, bonus tidak dapat dikategorikan sebagai penghasilan tetap.

Jika ingin mencicil sesuatu, baiknya jika cicilan tersebut tidak lebih dari 30% dari penghasilan tetapmu agar tidak terjadi penumpukan bunga jika gagal membayar tagihannya. Supaya kamu nggak berhutang dan merepotkan orang lain.

3. Mengikuti gaya yang kekinian namun dipaksakan

pexels.com

Faktor ketiga: masih menganggap bahwa gaya adalah tolak ukur dari sebuah keberhasilan saat bekerja. Bergaya tentu boleh. Apalagi di usia yang sedang produktif ini, memang dituntut untuk memiliki gaya sendiri.

Jika definisi bergaya malah bergeser menjadi tolak ukur seseorang dalam memamerkan pendapatannya, ini adalah kesalahan besar. Tuntutan gaya akan berubah setiap waktu. Namun, penghasilan tidak tentu akan naik setiap bulannya. Jadi, mulai sekarang berhentilah untuk mengikuti gaya hidup yang dipaksakan tersebut.

4. Menganggap masih ada saldo di rekening
pexels.com

Selanjutnya adalah faktor yang tak kalah krusialnya. Banyak yang menganggap jika uang dalam rekeningnya selalu mencukupi. Terkadang selepas pulang kerja, kita sering berniat untuk melepas penat dan stres dengan cara ke mal untuk cuci mata.

Niat awalnya hanya cuci mata. Ketika melihat barang bagus, seringkali kita malah gagal fokus. Meskipun, bukan lagi tanggal muda, banyak yang akhirnya memaksakan diri untuk membeli barang tersebut. Mengapa? Karena seringkali kita menganggap jika saldo dalam rekening atau dompet elektronik masih mencukupi.  Karena keinginan yang kuat, uang yang seharusnya bisa menjadi bekal tabungan, malah berakhir di kasir.

5. Tidak mau berinvestasi
pexels.com

Faktor selanjutnya: tidak mau berinvestasi. Investasi tidak selalu bermain saham atau membeli tanah. Untuk yang ingin berinvestasi ringan, bisa dengan cara berinvestasi emas muda. Kamu bisa menggunakan uang tabunganmu untuk membeli emas muda yang murah agar bisa dijual kemudian hari ketika membutuhkan dana segar.

Cara ini dinilai efektif untuk meredam nafsu berbelanja dengan fresh money. Namun, kaum milenial sepertinya masih kurang menyukai cara ini dan lebih memilih untuk membeli barang yang dinilai branded. Menurutnya, benda ini dapat dijual kembali saat sudah bosan untuk memakainya. Tetapi, cara berinvestasi seperti itu bukannya menguntungkan, namun justru cenderung merugikan.

6. Sering termakan promo atau diskon di awal dan akhir bulan

pexels.com

Promo, diskon, dan tawaran selalu muncul saat payday. Sangat menggiurkan bagi yang memiliki saldo kartu debit, kartu kredit, bahkan dompet elektronik. Hal ini tentu membuat banyak orang yang tergiur harga miring, dan memilih untuk membelanjakan uangnya untuk sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Promosi dan diskon gila-gilaan di setiap awal dan akhir bulan agaknya berhasil menarik perhatian kaum milenial untuk gagal menabung setiap bulannya. Tapi hal ini bukan sebuah kesalahan, namun kurang bijak mengelola uang yang sekarang ini prosesnya sudah sangat dimudahkan.

7. Tidak memanfaatkan peluang dan waktu luang

pexels.com

Faktor terakhir yang membuat generasi milenial ini sering gagal nabung: kurang pandai memanfaatkan peluang. Beberapa orang mungkin tidak memiliki waktu luang yang banyak setiap bulannya, namun memiliki bonus tambahan yang lumayan dari pekerjaannya.

Banyak juga yang memiliki waktu luang namun tidak mampu memanfaatkan waktu tersebut untuk menghasilkan uang lebih banyak lagi. Jika kamu adalah seorang desainer grafis yang memiliki skill dan waktu luang yang banyak, ada baiknya untuk mencari peluang usaha baru untuk menghasilkan uang agar bisa ditabung.

Makin hari, kebutuhan memang akan terus bertambah. Bukan salah zaman yang terus memaksa kita mengeluarkan uang lebih, namun keinginan. Andai para milenial bisa menekan beberapa faktor penghambat seperti di atas, kesempatan dan nominal uang yang bisa ditabung bisa semakin banyak.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Gagap Romansa, 6 Zodiak Ini Suka Kesulitan PDKT. Butuh Dokter Cinta? | Keepo.me

Gagap Romansa, 6 Zodiak Ini Suka Kesulitan PDKT. Butuh Dokter Cinta? | Keepo.me

Bukan Berarti Sombong, Tidak Suka Dipuji Itu Juga Manusiawi dan Beralasan

Bukan Berarti Sombong, Tidak Suka Dipuji Itu Juga Manusiawi dan Beralasan

5 Film Fantasi Terbaik yang Akan Manjakan Imajinasimu | Keepo.me

5 Film Fantasi Terbaik yang Akan Manjakan Imajinasimu | Keepo.me

Ekspektasi Orangtua dan Realita Pendidikan di Bangku Kuliah yang Bertolak Belakang

Ekspektasi Orangtua dan Realita Pendidikan di Bangku Kuliah yang Bertolak Belakang

Begini Cara Menghapus Akun Gmail di Android. Ternyata Mudah, Lho! | Keepo.me

Begini Cara Menghapus Akun Gmail di Android. Ternyata Mudah, Lho! | Keepo.me

7 Alasan Memendam Rasa Suka ke Sahabat Justru Bikin Kamu Jadi Lebih Tangguh

7 Alasan Memendam Rasa Suka ke Sahabat Justru Bikin Kamu Jadi Lebih Tangguh

loading