7 Hal yang Semestinya Nggak Kamu Unggah di Media Sosial. Bisa Bahaya, lho!

12 April 2018
|Tauzia Hotels
170SHARES

Saat ini media sosial sering dijadikan ‘panggung’ bagi banyak orang untuk menunjukkan eksistentinya. Mereka banyak mengunggah berbagai macam hal secara bebas, misalnya berbagai kegiatan hariannya, curhatan masalah pribadi, hingga berbagai hal lain yang semestinya tak perlu di-sharing kepada publik. Mungkin kamu juga belum menyadari bahwa ada beberapa hal yang seharusnya tak perlu kamu upload di media sosial, sehingga kamu bisa lebih hati-hati karena bisa berbahaya. Lalu apa saja? Kepoin, yuk!

1. Mengunggah berita palsu atau hoax

Mungkin kamu sudah tahu bahwa saat ini serangan berita hoax di media sosial begitu deras. Bahkan, tak sedikit orang yang ditangkap karena menyebar berita bohong. Makanya kamu perlu hati-hati karena ini bisa dipidanakan. Jadi sebelum kamu menyebar sebuah berita, lebih baik cari klarifikasinya dulu apakah itu benar atau hanya hoax.

2. Uang, slip gaji, kartu kredit atau sejenisnya

Beberapa hal ini juga nggak perlu kamu posting di media sosial. Sebab, ini bisa memicu masalah untuk kamu sendiri. Selain kamu menunjukkan memiliki selera atau citra yang buruk, kamu juga bisa mendapat ancaman perampokan. Namun tak sampai di situ saja, foto keterangan di mana kamu menabung juga nggak perlu, seperti nama bank dan lainnya. Oke?

3. Rahasia kantor atau pekerjaan

Namanya saja sudah ‘rahasia’, semestinya kamu tahu bahwa ini bukan untuk konsumsi publik. Sebab ini bukanlah sesuatu yang bijak jika kamu membocorkan rahasia kantor atau pekerjaan di medsos. Selain itu, curhatan soal pekerjaan, foto lagi rapat dengan klien, dan lainnya justru menunjukkan bahwa kamu tidak cerdas. Mau dinilai kayak gini?

4. Informasi tentang anak

Meng-upload informasi tentang anak juga bisa memicu bahaya, apalagi kalau itu secara detail. Misalnya di mana dia sekolah atau informasi terkait aktivitas lainnya. Sebab, hal ini bisa beresiko memunculkan peluang tindak kejahatan pada anak. Selain itu, mem-posting foto anak terlalu berlebihan juga tidak disarankan. Apalagi di beberapa negara melarang aktivitas ini, karena sama saja ‘menelanjangi’ privasi anak tersebut. Terlebih lagi, foto anak bisa disalahgunakan oleh oknum tak bertanggungjawab.

5. Membagikan foto yang bersifat pribadi

Banyak orang yang tak sadar sering membagikan foto yang sifatnya itu pribadi. Atau, mereka belum bisa membedakan foto mana yang bisa dan tidak untuk dijadikan konsumi publik. Jadi lebih baik, kamu lebih bijak dalam memilih foto. Pikirkan dulu pantaskah ini diketahui orang banyak, siapa saja yang boleh melihatnya, mengapa kamu harus melakukannya, kira-kira apa dampak bagi orang lain, dan lainnya.

6. Mengungkapkan alamat lokasi kamu

Ini seperti lokasi kamu chek in (mungkin saat traveling) atau sharing lokasi (peta digital) kamu berada. Tentunya orang lain bisa mengetahui detail lokasi dan bisa membahayakan kamu sewaktu-waktu. Jadi jangan terlalu sering melakukan ini ya.

7. ‘Latah’ informasi dari orang lain

Biasa ini terjadi ketika kamu mendapatkan kabar bahagia dari teman, sahabat, kerabat, maupun keluarga. Kamu jangan langsung mem-posting kabar tersebut ke media sosial, meskipun tujuannya kamu ingin memberikan selamat atau ikut bahagia. Tapi tunggu dulu sampai orang yang punya kabar mengunggah di medsosnya sendiri. Jika dia belum/tidak mem-posting kabar itu di media sosial miliknya. Belum tentu mereka lupa, atau memang punya alasan pribadi untuk tidak menyebarnya.

Kecerobohan kecil memang bisa berakibat fatal. Makanya kali ini kamu harus lebih memperhatikan tentang apa yang akan kamu posting di medsos. Lebih baik, kamu mengunggah hal-hal lainnya yang sifatnya itu positif atau bisa memberikan sebuah inspirasi bagi orang yang melihatnya. Jadi mulai sekarang, beberapa hal di atas perlu kamu perhatikan, ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Tauzia Hotels
Gak Punya Quote Nih!
170SHARES