7 Hal yang Biasa Ada di Indonesia ini Justru Dilarang di Arab Saudi

26 Maret 2017
|Reza Pratama
Life
0SHARES

Setiap negara tentunya memiliki aturan dan budayanya masing-masing. Aturan-aturan tersebut biasanya diberlakukan sesuai dengan agama dan budaya yang mereka anut. Kebiasaan-kebiasaan yang ada Indonesia kemungkinan besar gak akan kamu temui di negara lain, salah satunya di Arab Saudi. Mungkin di Arab Saudi, kamu gak bisa nemuin warteg yang buka di siang hari ketika bulan puasa tiba. Banyak aturan dan kebiasaan yang tidak bisa kita temukan di Arab Saudi. Kira-kira apa saja ya hal yang biasa kita temui di Indonesia, justru dilarang di Arab Saudi? 

1. Tidak diperbolehkan menjual benda berwarna merah di hari Valentine

Tanggal 14 Februari memang dikenal sebagai hari kasih sayang atau hari Valentine. Hari Valentine memang merupakan hal yang pro kontra di Indonesia dan di negara-negara lain. Namun bukan berarti Indonesia melarang orang-orang merayakan hari Valentine. 

Berbeda halnya dengan di Arab Sadi yang memang menganut ajaran Syariah. Jangankan merayakan hari Valentine, pemerintah Arab Saudi melarang keras para toko untuk tidak menjual benda apapun berbentuk hati dan berwarna merah di hari Valentine. Karena menurut pemerintah Arab Saudi, ikut merayakan hari Valentine haram hukumnya. Jika ada yang melanggar, toko bersangkutan pun akan ditutup secara paksa. 

2. Tidak ada bioskop

Jika kamu penggemar film dan sering pergi ke bioskop untuk menonton film? Sepertinya kamu gak akan betah tinggal di Arab Saudi. Karena di tanah suci, kamu gak akan menemukan gedung bioskop di sudut kota manapun di Arab Saudi. 

Arab Saudi melarang adanya bioskop karena perempuan dan laki-laki yang bukan muhrimnya berada di satu ruangan. Yang mana hal itu adalah sesuatu yang haram di Arab Saudi. Kalau pun tetap mau nonton film di bioskop, kamu harus pergi ke negara sebelah Arab, yaitu Bahrain dan Kuwait. Karena di sana bioskop merupakan bukan sesuatu yang dilarang.

3. Perempuan tidak boleh menyetir kendaraan

Di Indonesia mungkin kita sudah biasa melihat perempuan menyetir kendaraannya sendiri. Baik motor maupun mobil. Namun jika kamu ke Arab, kamu gak akan nemuin perempuan yang membawa mobil atau motor, karena hal itu dilarang oleh pemerintah Arab Saudi.

Kabarnya hal ini dilakukan agar mengurangi angka kecelakaan. Dan dengan menyetir, perempuan dianggap akan sering meninggalkan rumahnya untuk bepergian, dan itu dianggap tidak baik. Namun beberapa perempuan di Arab Saudi melakukan kampanye karena tidak setuju dengan kebijakan ini.

4. Masjid kecil atau Mushola tidak diperbolehkan menggunakan pengeras suara

Jika biasanya masjid di Indonesia, baik masjid kecil maupun masjid besar diperbolehkan menggunakan pengeras suara, hal ini justru dilarang di Arab Saudi. Kementerian urusan Islam Arab Saudi melarang masjid kecil menggunakan pengeras suara untuk Sholat Tarawih di setiap bulan Ramadan. 

Menurut pemerintah Arab, suara-suara yang keluar dari pengeras suara di masjid-masjid kecil, akan menimbulkan kebingungan bagi para pendengar. Karena suaranya akan bentrok dengan masjid-masjid yang lain. Suasana pun akan terdengar bising, dan sholat pun dianggap jadi tidak khusyuk. Itulah yang menjadi alasan kenapa pengeras suara tidak diperbolehkan di masjid-masjid kecil di Arab Saudi.

5. Perempuan tidak boleh pergi sendirian

Hukum Syariah menetapkan setiap perempuan di Arab Saudi melarang perempuan pergi sendirian tanpa didampingi suami atau orang tua. Dalam keadaan genting, jika para perempuan di Arab Saudi harus pergi sendirian, maka mereka harus membawa surat kuasa dari suami atau orang tuanya yang bertanggung jawab. Hal ini dikarenakan demi keselamatan dan keamanan perempuan yang rentan mengalami tindak kriminalitas. Namun peraturan ini tidak berlaku bagi perempuan yang sudah berumur di atas 45 tahun. Karena perempuan di atas umur 45 tahun dianggap sudah bisa menjaga dirinya sendiri tanpa perlu didampingi suami atau orang tua.

6. Para penjual pria dilarang menjual pakaian dalam wanita

Pemerintah Arab Saudi beberapa tahun lalu menetapkan peraturan yang melarang para pria untuk menjual pakaian dalam wanita di toko-toko. Hal ini dikarenakan para wanita Arab Saudi yang merasa canggung jika membeli celana dalam yang dilayani oleh para penjaga toko pria. Hal ini juga memberikan para kesempatan untuk para wanita di Arab Saudi untuk mendapatkan pekerjaan, meskipun hanya sebagai penjaga toko celana dalam. 

7. Melarang perempuan ikut lomba adu bakat

Masih ada larangan lain yang ditetapkan untuk para perempuan di Arab Saudi. Yaitu melarang para perempuan untuk mengikuti lomba adu bakat. Sama dengan di negara lain, Arab Saudi juga mengadakan lomba pencarian bakat di televisi. 

Namun uniknya, para peserta dilarang untuk menampilkan bakatnya dalam bermusik, panitia acara hanya mengizinkan orang-orang dalam mengaji, membuat kaligrafi, dan bakat dalam olahraga. Selain itu, acara pencarian bakat ini pula tidak diperuntukkan bagi perempuan. Hanya dikhususkan untuk peserta laki-laki.

Wah ternyata beda sekali dengan Indonesia ya. Buat kamu yang mau ke Arab Saudi untuk tinggal lebih lama, belajar dulu deh kebiasaan mereka!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Reza Pratama
"Hidup seperti Larry!"
0SHARES