7 Gaya Hidup Sederhana Ini Bisa Selamatkan Lingkungan. Yuk Dicoba Mulai Sekarang!

10 November 2017
|Chandra W.
0SHARES

Siapa yang setiap hari mengeluh panas, macet, pagi-pagi jam 9 udaranya udah nggak segar? Pasti kamu salah satunya. Sadar atau enggak, Bumi kita ini telah menua dan sakit-sakitan. Apalagi ditambah dengan perilaku manusia yang tamak, hanya mau mengambil keuntungan dari planet tercinta ini. Membakar hutan, menciptakan mesin-mesin penghasil gas berbahaya, mengeruk sumber daya tanpa upaya pelestarian lingkungan. Sebagai orang biasa, kita pun bingung harus gimana. Setiap menonton berita tentang kebakaran hutan, kita marah. Kepada siapa? Lagipula kita juga nggak punya kemampuan untuk langsung menyewa helikopter buat memadamkan api di antah berantah sana. Hei, menyelamatkan lingkungan bisa dimulai dari hal-hal kecil kok.

1. Kamu bisa mulai dengan membawa botol minum sendiri dari rumah

Indonesia menyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia, sebesar 3,2 juta ton per tahun. Yang bikin sedih, sampah plastik ini nggak hanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melainkan mengalir ke lautan. Bayangkan jutaan ikan, biota laut, terumbu karang setiap hari harus berhadapan dengan plastik berton-ton. Kamu juga udah nggak asing kan dengan berita hewan mati gara-gara makan plastik? Nah kita bisa meringankan hidup mereka atau bahkan mencegah kematiannya dengan cara bawa botol minum sendiri dari rumah  dan nggak membeli air mineral kemasan plastik. Mudah kan?

2. Meminimalisir penggunaan Air Conditioner (AC)

Iya iya paham kok kita hidup di negara dengan iklim tropis tiap hari bermandi matahari yang bisa bikin kulit gosong dan udara super panas. Makanya nggak heran kalau di rumah ada AC, di mobil ada AC, cari kerja yang di ruangan ber-AC. Memang sih berada di ruangan ber-AC itu rasanya kayak lagi di surga, mungkin sih. Sejuk-sejuk serasa ada sungai mengalir di bawah gitu. Tapi kamu tahu nggak? Daya listrik yang terpakai ketika menggunakan AC itu sangat tinggi, lebih dari 600 watt. Listrik rumahmu jadi boros. Padahal listrik di Indonesia dihasilkan dari batu bara. Asap batu bara itu beracun dan bikin polusi. Udah gitu, CFC yang dihasilkan dari penggunaan AC merusak ozon yang berguna untuk melindungi bumi dari sinar ultraviolet. Sekarang aja, lapisan ozon udah berlubang. Nanti kalau lubangnya lama-lama meluas, terus manusia terpapar sinar UV terlalu lama dalam intensitas tinggi, bisa jadi zombie semuanya kayak di film-film. Nggak mau kan kayak gitu?

3. Berjalan kaki ke tempat dengan jarak 1-3 kilometer dari titik start

Beberapa abang ojek online pernah bercerita bahwa mereka pernah mendapatkan orderan yang hanya berjarak 200 meter-1 kilometer saja. Ada yang karena alasan nggak aman banyak jambret atau begal, itu bisa diterima. Tapi ada juga yang karena memang malas lho. Ya ampun, segitu doang. Itung-itung olahraga lho. Coba deh berjalan kaki seminggu saja kalau memang jaraknya dekat dan jalannya aman, misalnya berangkat ke kampus atau tempat kerja dari kost. Pasti kamu akan menyadari banyak hal yang selama ini terlewatkan. Dari mulai anak-anak yang ketika disenyumi malah berlari sambil tersipu malu, bunga-bunga putih yang tumbuh liar di pelataran kampus yang kalau kamu naik motor nggak pernah kelihatan soalnya kamu langsung ke parkiran basement, dan banyak lagi. Sekalian buang lemak tuh di perut yang udah bergelambir. Jalan kaki secara otomatis juga mengurangi emisi karbondioksida dari motor atau mobil yang biasa kamu kendarai. Udara jadi lebih segar berkat kamu. 

4. Membuang sampah pada tempatnya

Suka kesal nggak sih sama orang-orang yang melempar sampah saat sedang berkendara baik motor maupun mobil? Nggak beradab banget, percuma aja punya kendaraan mewah tapi kelakuan barbar. Kalau kamu punya sampah tapi nggak ada tempat sampah di sekitarmu, ya disimpan dulu aja sampai menemukan tempat sampah. Ingat, pelajaran membuang sampah pada tempatnya sudah ada sejak kamu duduk di bangku TK. Kalau sekarang kamu udah SMA, kuliah, atau bahkan kerja, itu berarti pendidikan selama belasan tahun ini sia-sia. Untuk menerapkan hal sesederhana itu aja masa kamu nggak bisa? Semakin banyak orang yang membuang sampah sembarangan, semakin tinggi risiko banjir. Kalau banjir, kamu juga yang rugi. Sampah yang berceceran kalau memenuhi lahan yang biasa ditanami juga bikin tanah sekitarnya nggak subur. Bukan cuma kamu yang rugi, Bumi juga tambah sakit. 

5. Naik kendaraan umum, nggak ada alasan takut terlambat

Dulu kamu masih bisa beralasan naik kendaraan umum nggak enak, bikin mabuk karena asapnya masuk dan bahan bakar solar baunya bikin pusing. Sekarang kan udah banyak tuh bus trans kota yang dibuat senyaman mungkin untuk penumpang. Apalah artinya berangkat beberapa menit lebih awal daripada naik motor sendiri sama aja harus ngebut dan menghadapi macet? Kalau naik kendaraan umum kan tinggal naik terus duduk sampai tujuan, jalan bentar dari halte. Simpel, murah, enak. 

6. Menghabiskan makanan yang kamu pesan sendiri

Coba barusan kamu makan siang, nasinya habis nggak? Lauknya habis nggak? Buahnya kamu makan? Hingga tahun ini, DKI Jakarta menyumbang sekitar empat ribu ton sampah organik yang berasal dari makanan dan minuman sisa, baik dari rumah tangga maupun usaha kuliner termasuk pedagang kaki lima. Sebanyak itu setiap hari bisa buat makan berapa orang di luar sana yang membutuhkan? Mungkin kamu berpikir, karena sampahnya organik bisa cepat membusuk dan masih mending dibandingkan plastik. Salah. Saking banyaknya limbah sisa makanan dan minuman ini, tanah dan air bisa tercemar. Selain itu, sampah makanan berbau lebih menyengat dibandingkan sampah anorganik. Sedih kan kalau melihat pemukiman di sekitar tempat pembuangan sampah? Makanya, kalau ambil makan secukupnya aja ya. Dan harus dihabiskan biar nggak semakin menumpuk sampahnya.

7. Mengonsumsi dan menggunakan produk-produk ramah lingkungan

Jadilah konsumen yang cerdas dengan mengetahui dari mana makanan, minuman, bahkan perabotanmu berasal. Kamu bisa mulai membeli bahan makanan dan minuman di pasar organik, tanya siapa petaninya dan gimana metode menanamnya sampai pasca-panen. Dengan begitu kamu bisa memastikan apa yang kamu konsumsi nggak diproduksi dengan cara yang tidak ramah lingkungan. Jangan sampai kamu makan ikan yang didapat dengan pukat harimau. Gitu sih sederhananya.

Nah itu dia gaya hidup sederhana yang dapat menyelamatkan Bumi dari kerusakan yang lebih parah. Kamu bisa dong mulai dari sekarang. Langkah sekecil itu ternyata bisa memberi dampak positif pada lingkungan. Masa nggak mau mencoba?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES