7 Filosofi Orang Jawa yang Bakal Buat Hidup Kamu Lebih Bermakna

09 April 2018
|Muhammad Sidiq Permadi
3SHARES

Masyarakat Jawa dikenal kental akan budaya serta adat istiadatnya. Bahkan, perihal kepercayaan terhadap nenek moyang pun banyak yang masih melakukannya, terutama di pedalaman. Namun, hal itu tampaknya yang justru membuat masyarakat Jawa tetap memegang teguh berbagai filosofi Jawa dalam kehidupan yang kenyataanya memang memiliki tujuan positif untuk kehidupan manusia. Seperti tujuh filosofi Jawa di bawah ini yang akan membuat hidup kamu lebih bermakna. Apa saja itu? Yuk, kepoin bareng.

1. Alon-alon waton kelakon

Filosofi Jawa di atas memiliki makna ‘pelan-pelan asal selamat.’ Tentunya, kalimat tersebut sering kali kita dengar di kehidupan sehari-hari, terutama ketika hendak berpergian. Tidak jarang orang tua memberikan nasihat kepada kita dengan menggunakan filosofi tersebut. Kenyataannya, keselamatan dalam berkendara memang lebih utama daripada kecepatan. Jadi, pelan-pelan saja ketika berkendara, yang penting selamat. Tapi tak hanya dalam hal berkendara saja, filosofi ini juga sering digunakan saat kita sedang merintis sebuah hal yang membutuhkan kesabaran.

2. Aja gumunan, aja getunan, aja kagetan, aja aleman

Filosofi Jawa di atas memiliki makna ‘jangan mudah heran, mudah menyesal, mudah terkejut, dan manja’. Ajaran dari filosofi ini sendiri adalah agar kita sebagai manusia dapat menerima kenyataan hidup yang ada karena kenyataan yang ada adalah buah dari tindakanmu di masa lalu. Jadi, jangan mudah menyesal dan mudah terkejut. Harus segera bangkit dan janganlah bersikap manja dengan menangisi kenyataan yang ada.

3. Sapa nandur, bakalan ngunduh

Apa yang kamu tanam maka itulah yang akan kamu tuai. Kira-kira begitulah makna dari filosofi di atas. Memang Tuhan pun telah menegaskan jika apa yang kamu kerjakan saat ini akan dibalas di kemudian hari meski hanya sebesar biji zarah. Jadi, selagi masih hidup, berlomba-lombalah dalam membuat kebaikan.

4. Urip iku urup

Filosofi ini mengajarkan jika manusia yang satu harus menyalakan kehidupan manusia lainnya. Maksudnya adalah kita diharapkan dapat menjadi cahaya untuk hidup orang lain dengan selalu menebarkan kebaikan.

5. Sak bejo-bejone wong kang lali isih bejo wong kang eling lan waspodo

Diambil dari kitab Ronggo Warsita Pujangga dari tanah Jawa, filosofi ini memiliki makna ‘orang yang paling beruntung itu orang yang selalu ingat kepada yang Kuasa dan berhati-hati dalam menjalani hidup,’.

6. Ngunduh wohing pakarti

Semua orang akan menanggung akibat dari perbuatannya sendiri. Jadi, jangan pernah menyalahkan orang lain atas keadaan yang kamu alami saat ini.

7. Ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana

Makna dari filosofi ini adalah ‘kehormatan diri berasal dari lisan dan kehormatan raga berasal dari pakaian’. Rasanya, filosofi ini terasa benar mengingat lisan manusia dapat menunjukkan seberapa tinggi akal budi yang dimiliki dan cara berpakaian dapat menunjukkan siapakah diri kita. Dalam hal ini, untuk kaum perempuan, kehormatan raga dapat terselamatkan jika mengenakan pakaian yang sudah semestinya menutupi badan.

Itu dia tujuh filosofi orang Jawa yang sangat amat bermakna dan dapat menjadikan hidup kita lebih baik lagi ke depannya. Semoga dapat membawa kebaikan dan manfaat untuk kamu semua ya.

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
3SHARES