7 Faktor Utama Penyebab Remaja Rentan Terlibat Kasus Bullying

unsplash.com

Belakangan ini, makin marak kasus kekerasan yang melibatkan remaja. Tidak hanya secara verbal, kasus kekerasan yang melibatkan remaja sudah sampai menyakiti secara fisik dan psikis. Korban dari kekerasan ini rata-rata adalah teman sebaya. Namun di beberapa kasus, ada yang melibatkan tenaga pendidik juga.

Seperti yang terjadi beberapa waktu, mencuat kasus kekerasan yang melibatkan remaja 14 tahun yang menjadi korban perundungan, Audrey. Ia mengaku mengalami kekerasan brutal yang menyerang fisik hingga psikisnnya oleh beberapa anak SMA.

Rentetan kasus kekerasan yang hype belakangan tersebut akhirnya menimbulkan tanda tanya besar. Kenapa remaja bisa melakukan kekerasan dan bullying sebrutal itu? Berikut ini ada beberapa faktor yang menyebabkan kenapa remaja rentan melakukan bullying secara brutal.

1. Remaja cenderung impulsif dan emosional

pexels.com

Faktor pertama yang menyebabkan remaja rentan melakukan kekerasan terhadap teman atau orang di sekitarnya adalah faktor psikologi. Remaja cenderung impulsif atau spontan dan emosional. Dalam hal ini, emosi remaja tidak stabil alias naik turun.

Remaja bisa saja senang saat ini dan tiba-tiba marah tanpa sebab beberapa saat kemudian. Remaja juga impulsif saat ingin melakukan sesuatu. Meskipun tidak terlintas dalam benak yang sebenarnya. Mereka cenderung spontan dan tidak berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu ketika tersulut emosi.

2. Kepribadian yang kurang matang

pexels.com

Faktor penyebab lainnya adalah kepribadian mereka yang belum matang. Remaja baru memasuki tahapan pencarian jati diri. Hal ini membuat mereka meniru apapun yang menurut mereka keren. Bisa jadi artis idola mereka.

Dalam fase ini, orangtua dituntut untuk mengawasi keseharian remaja tanggung ini. Perlu untuk mencari tahu siapa sosok yang mereka kagumi dan paling memengaruhi mereka dalam bersikap atau bergaya sehari-hari.

3. Lingkungan yang familiar dengan kekerasan

pexels.com

Faktor lainnya adalah lingkungan. Lingkungan yang familiar dengan kekerasan disebut dapat memengaruhi pola fikir para remaja untuk bersikap brutal. Ditunjang dengan faktor psikologi yang masih labil, remaja rentan meniru perilaku brutal. Pada akhirnya menyebabkan mereka berpikir bahwa kekerasan bisa menjadi satu pelajaran untuk mengakhiri suatu perkara.

4. Tren edukasi yang kompetitif dan jauh dari nilai moral
pexels.com

Faktor selanjutnya yang dapat memengaruhi remaja untuk bersikap brutal adalah pendidikan. Tidak dapat diingkari jika tren edukasi yang kompetitif sesuai penerapan kurikulum yang berlaku bisa menjadi mempengaruhi remaja. Ini membuat seorang remaja berpikir untuk lebih unggul dari temannya yang lain.

Lemahnya edukasi moral, toleransi, sosial, dan solidaritas menjadi aktor penting dalam tumbuh kembang psikologi remaja yang akan ia bawa hingga tua. Banyak missed yang terjadi dan didasari oleh faktor ini.

5. Mengekspos kekerasan dari berbagai media
pexels.com

Ekspos kekerasan dari berbagai media hiburan juga menjadi salah satu sebab mengapa remaja bisa melakukan kekerasan secara brutal. Tak bisa dihindari jika perkembangan teknologi cukup memengaruhi perkembangan psikologi remaja di usianya.

Mulai dari tontonan, gim yang menyajikan kekerasan, dan berbagai konten yang nyerempet ke arah harrasement bisa jadi penyebab makin maraknya kekerasan yang melibatkan remaja di usia sekolah.

6. Kurang perhatian dan kasih sayang keluarga

pexels.com

Faktor yang tidak dapat dihilangkan dari penyebab kekeraran di kalangan remaja adalah faktor keluarga. Semua pasti setuju jika pendidikan moral yang sesungguhnya berasal dari keluarga. Sebaliknya, jika di dalam keluarganya seseorang seringkali mendapati anggota keluarga yang berdebat, adu mulut, hingga melakukan KDRT, jangan heran jika mendapati remaja bersikap yang sama.

7. Memiliki riwayat sebagai korban bully atau kekerasan

pexels.com

Memiliki riwayat sebagai korban bullying juga menjadi salah satu faktor penyebab terbesar seseorang tega melakukan hal yang sama kepada orang lain. Memiliki rekam jejak kekerasan dalam memorinya, ini membuat seseorang mengingat dan perlahan terpanggil untuk meniru hal yang sama.

Mereka yang belum memiliki kestabilan emosi serta kematangan pikiran cenderung akan melakukan hal yang ketika Ia merasa kecewa dengan orang lain. Baginya, kekerasan merupakan hal yang lumrah dan menjadi solusi tepat untuk menyelesaikan masalah yang rumit.

Ada beberapa faktor memang dipengaruhi oleh psikologi remaja yang dinilai belum matang. Pemicu terbesar yang dapat menyebabkan kenapa seorang remaja nekat terlibat dalam sebuah kasus kekerasan tidak lain karena dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Memperdalam ajaran agama, selalu menerapkan nilai moral, sosial, dan toleransi, dapat membantu para remaja untuk terhindar dari kasus-kasus kekerasan yang brutal seperti ini. Jika kamu merasa pernah menjadi korban dari kekerasan verbal ataupun non-verbal, jangan takut dan ragu untuk bicara.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Bahagia Rayakan Kelahiran Anak, Tak Lama Bayi Ini Malah Tewas di Tangan Kakeknya | Keepo.me

Bahagia Rayakan Kelahiran Anak, Tak Lama Bayi Ini Malah Tewas di Tangan Kakeknya | Keepo.me

7 Konsekuensi yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memutuskan Balikan dengan Mantan

7 Konsekuensi yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memutuskan Balikan dengan Mantan

5 Pedangdut Wanita yang Jago Makeup. Siapa yang Paling Cantik? | Keepo.me

5 Pedangdut Wanita yang Jago Makeup. Siapa yang Paling Cantik? | Keepo.me

7 Tanda Hubunganmu yang Sekarang Nggak Layak Dipertahankan

7 Tanda Hubunganmu yang Sekarang Nggak Layak Dipertahankan

Jadi Tulang Punggung Keluarga Usai Ayah Dipecat, Mahasiswi Ini Berhasil Lulus Cum Laude | Keepo.me

Jadi Tulang Punggung Keluarga Usai Ayah Dipecat, Mahasiswi Ini Berhasil Lulus Cum Laude | Keepo.me

Bukti Betapa Jahatnya Sampah Plastik bagi Hewan yang Tak Berdosa

Bukti Betapa Jahatnya Sampah Plastik bagi Hewan yang Tak Berdosa

loading