7 Binatang Ini Sering Disiksa Waktu Kamu Masih Kecil, Kamu Ingat?

23 Januari 2017
|Iswara Aji Pratama
Life
0SHARES

Ketika masih kanak-kanak, sebagian besar dari kita pasti pernah punya hewan peliharaan. Hewan tersebut biasanya dibeli di depan sekolah, atau ketika kita pergi berlibur misalnya ke wisata Puncak, Bogor. Akan tetapi, sewajarnya anak-anak, masih belum ngerti cara yang pantas dalam memperlakukan binatang. Binatang dianggap bukan sebagai makhluk hidup, tapi sekadar mainan yang bisa dicekek, didorong, dilempar, atau bahkan diadu. Tega banget ya kita zaman dulu? Coba bayangin kalau kamu nanti di akhirat diperlakukan demikian oleh binatang yang pernah kamu siksa. Mereka balas dendam terhadap tindakan jahat yang pernah kamu lakukan. Ngeri banget! Untuk mengenang dan sekaligus untuk menyesali perbuatan jahat yang pernah kita lakukan terhadap binatang perliharaan, YuKepo udah ngumpulin 7 binatang tersiksa di Indonesia. Semoga dengan melihat binatang-binatang ini, kamu bisa tersadar dan kemudian berdoa agar para binatang yang pernah kamu sakiti gak akan membalas dendam kepadamu di akhirat kelak.

1. Burung gereja warna-warni

Burung pada gambar di atas pasti pernah kamu beli ketika kecil. Biasanya kandang yang diberikan oleh pedagang ketika ada pembeli datang tuh terbuat dari kardus, kecil banget. Untuk pakan burung ini, kita kasih mereka beras yang sudah ditumbuk di dalam plastik. Tujuannya sih agar berasnya jadi halus dan mudah dicerna oleh burung. Tapi nahasnya, burung model gini sering kita cekek atau bejek seperti sebuah batu. Ya gak heran kalau umur dari burung ini jadi jauh lebih pendek ketika sudah berada di tangan anak-anak.

2. Kelomang atau keong yang ditiup-tiup

Kelomang juga sering kita beli nih pas pulang sekolah dulu. Binatang yang satu ini kita perlakukan dengan sangat tidak manusiawi. Kita selalu meniup atau memberikan napas panas agar kelomang keluar dari cangkangnya. Kasihan ya, mereka selalu kena bau jigong kita.

3. Bebek atau itik yang hidupnya cuma sebentar

Masih di tempat yang sama, yakni depan sekolah, pasti kamu pernah menjumpai pedagang itik atau bebek. Untuk binatang yang satu ini pun umurnya gak bertahan lama karena kita keseringan mandiin mereka ke dalam air dan kemudian mencekek leher mereka yang sebenarnya tujuannya itu untuk bercanda.

4. Hasmter si pemakan biji bunga matahari

Berbeda dengan binatang sebelumnya, hamster biasanya kita beli di pasar hewan, bukan di depan sekolahan. Si hamster ini niatnya mau kita rawat dengan penuh kasih sayang dan memberikan mereka rumah-rumahan yang ada kincir-kincirnya. Namun demikian, kita selalu khilaf dan tergoda oleh keimutan hamster sehingga kita selalu ingin menggendong, hingga meremas badan si hamster sampe akhirnya mati.

5. Ikan cupang bagan atau slayer

Binatang yang hidupnya di air ini juga gak kalah populer ketika kita kecil dulu. Berbagai eksperimen sering kita lakukan demi membuat si cupang semakin jantan dan kuat, misalnya menguburnya di dalam tanah, atau menaruhnya di tempat yang gelap. Konon, dengan begitu ketika diadu maka si cupang bakal menang. Tapi itu semua khayalan belaka, ketika diangkat dari tanah biasanya si cupang mati. Ya iyalah kan gak dikasih-kasih makan!

6. Ayam negeri warna-warni

Ayam jadi binatang yang paling sering dibeli oleh anak kecil. Kreativitas pedagang dalam mewarnai si ayam menjadi faktor utama mengapa hewan yang satu ini sangat menarik perhatian. Tapi sayangnya, kelucuan dan sifat imut yang ada di ayam selalu bikin kita ingin memegangnya secara terus-menerus sehingga si ayam pun jadi gampang mati. 

7. Kelinci pun gak lewat dari keganasan kita sewaktu kecil

Kalau kamu suka ke Puncak, Bogor, kamu pasti sering menemui para pedagang kelinci. Nah kalau udah ngeliat jajaran kelinci yang ditampilkan oleh pedagang tersebut, biasanya kita gak bisa berhenti merengek untuk dibelikan kelinci. Awalnya kita baik dengan si kelinci, kita jaga dia dengan membuatkannya rumah dan memberinya makanan yang banyak. Tapi ya namanya anak kecil, kadang kelincinya dibanting atau dibuang dengan maksud sebagai lucu-lucuan.

Begitulah kisah sedih yang dialami oleh binatang peliharaan di Indonesia. Sebenarnya semua kembali lagi ke orang tua yang harus mengawasi dan turut menjaga para binatang agar bisa hidup sejahtera tanpa disiksa oleh sang anak. Kalau cuma ngandelin anak kecil untuk merawat binatang-binatang itu mah sama aja ngebunuh pelan-pelan si binatang!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Iswara Aji Pratama
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES