5 Skill yang Wajib Kamu Miliki, Saat Menjadi Istri Nanti

27 Februari 2017
|Pristiqa Wirastami
Life
0SHARES

Menjadi seorang istri sekilas terlihat mudah. Setelah menikah, ada pilihan untuk melanjutkan karir atau menjadi ibu rumah tangga. Dua pilihan yang kalau dipilih salah satu tetap bisa menjadi pilihan terbaik. Sementara kebutuhan rumah tangga, ada suami yang punya kewajiban untuk memenuhi semuanya. Kalau istri ikut membantu keuangan keluarga, itu bisa menjadi hal yang disyukuri. Kalau tidak, ya bukan masalah besar.

Namun di balik itu semua, tugas menjadi istri tak pernah semudah kelihatannya. Ada hal-hal yang tidak mudah yang harus bisa seorang istri kuasai. Atau paling tidak, ada 5 skill ini yang harus kamu kuasai sebelum menikah dan menjadi istri.

1. Berani mengalah meski tak selalu salah

Di kehidupan pernikahan, hukum dalam pacaran yang mengatakan bahwa cewek selalu benar dan cowok selalu salah tak akan pernah bisa berlaku. Kalau dipaksakan, hanya akan membuat masalah dalam rumah tangga tidak bisa diselesaikan. Kamu mungkin akan mengalami satu masa dimana kamu merasa kesal dengan pria yang bersamamu sekarang ini. Kamu kadang bertanya pada dirimu sendiri lagi, bagaimana bisa bertahan dengan orang sekeras kepala ini.

Tapi pernikahan bukan soal siapa yang paling benar. Namun soal siapa yang mau meredam emosi, saat salah satu sedang meledak. Kamu tak harus menjadi salah untuk mengalah dan minta maaf. Cukup mengalah untuk meredam suasana. Jika dia memang cinta, dia juga tak akan membiarkan kondisi seperti itu berkelanjutan.

2. Tak hanya dituntut lebih tanggap, kamu juga harus bisa cekatan

Siapa bilang mengurus pekerjaan rumah tangga itu mudah? Justru ini adalah pekerjaan yang masa belajarnya adalah seumur hidup. Setiap harinya kamu akan menemukan hal berbeda, saat-saat itulah kamu harus terus belajar. Menjadi seorang istri tak boleh hanya bergantung dengan suami. Kamu memang harus mendiskusikan banyak hal kepada suamimu kelak sebelum mengambil keputusan, tetapi bukan berarti kamu hanya bisa berpangku tangan tanpa mau mengambil inisiatif lebih dulu.

Kamu jelas dituntut untuk lebih tanggap dalam membaca situasi, dan mampu mengatasinya dengan cekatan. Seringkali pikiran cowok tak bisa digunakan untuk multitasking. Maka disinilah peranmu sangat berguna.

3. Kamu pun dituntut peka membaca keadaan. Terutama saat kondisi pasanganmu sedang tidak baik-baik saja

Kepekaan sangat diperlukan saat kamu menjadi istri ini. Akan ada kalanya kamu melihat suamimu pulang dengan raut muka kebingungan dan seperti menyimpan banyak beban pikiran. Alih-alih mengungkapkan bebannya, kadang dia hanya memendamnya sendirian. Seakan tak ingin membuat kamu ikut pusing memikirkan masalah yang sedang ia hadapi.

Di kondisi seperti inilah, kamu yang akan menjadi istri nantinya dituntut untuk lebih peka. Memberi ruang sendiri bagi pasanganmu untuk merenungi masalah, buka berarti tak peduli. Tapi justru memberi kesempatan agar ia bisa berpikir lebih jernih. Toh nanti akan ada waktunya dia akan datang kepadamu, menceritakan semua masalah dengan hati yang lebih tenang dan pikiran yang lebih dingin. Setelah menikah kelak, waktu sendiri untuk masing-masing adalah hak yang tetap perlu dihargai.

4. Prioritas adalah hal yang tak boleh diabaikan. Kamu dituntut cakap untuk menentukan

Dulunya kamu adalah gadis yang melakukan banyak hal hanya berdasarkan keinginanmu. Prioritas yang sebenarnya penting, malah kamu abaikan begitu saja. Memasuki fase pernikahan, cara hidup yang seperti ini malah akan menjadi boomerang bagimu sendiri. Setelah menikah nanti, kebutuhan keluarga jelas menjadi hal yang harus diutamakan. Tapi tak semuanya bisa kamu penuhi dengan mudah. Untuk itulah kemampuan dalam menentukan prioritas harus kamu kuasai.

Pasangan yang memasrahkan semua urusan rumah tangga kepadamu adalah tanda dia percaya, bahwa kamu adalah orang yang mampu mengatur sesuatu dengan baik. Terlebih soal keuangan. Sehingga kalau kamu adalah orang yang suka bertindak tanpa berpikir lagi, keinginanmu untuk menikah perlu ditinjau ulang. Karena memang benar sudah siap atau hanya keinginan sesaat semata?

5. Pada akhirnya menjadi istri diharapkan bisa lebih legawa, menerima pasangan yang juga punya banyak kekurangan

Dan terakhir adalah skill yang belum tentu bisa cewek kuasai meski sudah bertahun-tahun menyandang status istri. Menjadi legawa memang butuh waktu panjang untuk mewujudkannya. Dalam prosesnya, kamu dituntut untuk lebih mau bersabar, menerima, serta mensyukuri segala sesuatu yang telah kamu miliki.

Termasuk takdirmu kelak bersama seseorang yang mungkin bukan yang terbaik. Seseorang yang juga punya kekurangan dalam dirinya. Namun butuh legawa agar kamu bisa menjalani sisa umur bersamanya. Memang masih akan banyak yang lebih baik darinya kelak, tapi perjalananmu tak akan menemukan titik pemberhentian jika terus mencari siapa yang lebih baik. Nantinya hanya ada lelah yang kamu dapatkan. Kamu cukup bersama dia yang tangguh, yang mau terus bertahan meski badai sebesar apapun menerpa. Dari sini, kalian bisa belajar untuk legawa bersama.

Jangan menikah hanya karena teman-teman yang berstatus single sudah banyak berkurang. Jangan juga menikah hanya karena merasa dikejar usia. Tak ada konsekuensi yang mudah dalam sebuah pernikahan. Dan untuk menghadapinya, kamu butuh kesiapan mental dan batin yang matang.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Pristiqa Wirastami
"For the sake of happines, I do writing."
0SHARES