5 Pertanyaan Ngeselin Ini Siap Menyambutmu di Kampung Halaman. Bikin Panas Dingin!

10 Juni 2018
|Chandra W.
0SHARES

Semenyenangkan apapun suasana lebaran, nyatanya terkadang bisa berubah menjadi situasi yang canggung dan sedikit tegang. Kok bisa, ya? Bisa, kalau sudah ada saudara terutama tante/om dan pakde/bude bahkan sepupu seumuran yang mulai bertanya macam-macam, entah dengan maksud tanya betulan untuk menggali informasi atau sekadar basa-basi. Umur 20-an yang biasanya jadi mangsa empuk nih. Sebelum menghadapinya, kita lihat dulu yuk pertanyaan potensial apa saja yang bisa muncul saat lebaran nanti. 

1. Kamu udah lulus ya kuliahnya?

Terkadang sebelum ini ada awalan, "Kamu semester berapa sekarang?" Buat yang sudah menyelesaikan studi sih, baik-baik saja. Nah, yang lagi pusing dengan ketidakjelasan dosen pembimbing biasanya bakal sensi. Apalagi kalau yang semesternya udah belasan. Jawaban yang ampuh? "Bentar lagi, om/tante. Doain aja." Lalu senyum. Biar kayak artis metropolitan yang dikejar pertanyaan wartawan.

2. Calonnya mana nih? Kok nggak dikenalin

Calon yang dimaksud di sini adalah...calon presiden. Ya ngapain dikenalin? Nggak ding. Tentu saja calon maksudnya adalah pacar alias pasangan. Syukur-syukur, calon pasangan hidup. Baik untuk yang sudah punya calon maupun belum, pertanyaan ini tetap mengganggu. Untuk yang belum punya, lah siapa yang mau dikenalin orang nggak ada. Untuk yang sudah, rasanya dikejar biar cepat menikah padahal masih ada pertimbangan lain dan mengenalkan ke keluarga besar tentu butuh persiapan. Jawaban yang ampuh: ada kok, lagi lebaran di rumahnya sendiri hehe.

3. Kapan nikah? Saudaramu semua udah nikah, lho

Ya, sesungguhnya pertanyaan seperti ini juga pasti akan datang dari segala penjuru. Jangankan saudara, teman-teman saja sudah menanyakan. Di lingkungan saudara, biasanya pertanyaan ini akan semakin gencar dilancarkan ketika sepupumu yang seumuran sudah pada menikah, bahkan punya bayi. Santai saja. Menikah bukan perlombaan, kok. Kamu bisa tersenyum manis atau menyeringai sekalian, lalu jawab: kalau om/tante mau bayarin, sekarang juga saya mau kok.Tega, sih. Tapi sekali-kali memang mereka perlu dibungkam. 

4. Gendutan ya? Makmur nih

Pertanyaan seperti ini nggak pernah bisa ditebak maksudnya. Apakah lebih fokus ke ukuran tubuh, atau ke asumsi makmur. Daripada kesal sendiri dan menghancurkan silaturahmi yang telah terjalin selama ini, senyumin aja. Lalu aminkan. Tapi kalau mau melawan, kamu juga bisa bilang: kamu/om/tante/pakde/bude juga! Makmur banget nih pasti. Skakmat kan?

5. Kerja di mana? Nggak kepingin pindah?

Biasanya ini dilancarkan karena si penanya melihat bahwa pekerjaanmu tidak sesuai dengan impian atau bayangan mereka. Entah kamu dirasa lebih baik bekerja di perusahaan lain atau di kota yang lebih dekat dengan kampung halaman, ada-ada saja lah alasannya. Kamu boleh senyum aja, atau jawab, "Masih di tempat yang sama. Boleh sih pindah kalau sudah ada pekerjaan baru. Om/Tante mau bantu nyariin?"

Itu baru secuil sih. Tergantung bagaimana keluarga besarmu, bisa saja ada banyak pertanyaan lain yang terlontar. Hampir dapat dipastikan semua itu bikin lebaran yang idealnya penuh suasana bahagia jadi agak malesin. Nggak apa-apa, tahan aja. Cuma setahun sekali kok. Kalau udah nggak tahan, senyumin aja. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES