5 Kesulitan yang Akan Dialami oleh Wanita Ketika Pertama Kali Menjadi Seorang Ibu

13 Maret 2018
|Muhammad Sidiq Permadi
4.8 KSHARES

Kehadiran buah hati merupakan dambaan bagi setiap pasangan yang sudah menikah. Kehadiran si kecil membuat kehidupan rumah tangga menjadi lebih berwarna. Namun, bagi seorang istri, tidaklah mudah untuk menjadi seorang ibu, terutama ketika pertama kali melahirkan seorang bayi. Pasti ada rasa kekhawatiran yang tak menentu yang menghinggapi pikirannya.

Wajar karena momen pasca-melahirkan merupakan momen baru dalam kehidupannya sebagai seorang manusia. Oleh karena itu, tak mengherankan jika banyak ibu muda yang acap kali kebingungan ketika baru pertama kali melahirkan seorang anak langsung dari rahimnya. Setidaknya terdapat lima kesulitan yang akan dialami oleh seorang wanita ketika pertama kali menjadi seorang ibu.

1. Butuh waktu lama untuk pemulihan

Momen setelah melahirkan menjadi salah satu momen terberat bagi seorang istri. Di samping kamu harus menyadari bahwa kamu telah menjadi seorang ibu, kamu juga harus berjuang untuk mengembalikan kondisimu seperti sedia kala dan itu bukanlah hal yang mudah.

 

2. Kehilangan jam tidur yang normal

Hal ini akan sering kamu alami, terutama ketika sang bayi masih dalam tahap menyusui. Mau nggak mau, kamu harus merelakan jam tidurmu untuk dapat menenangkan sang bayi jika menangis di tengah malam. Atau bisa juga kamu secara bergantian menjaga sang buah hati dengan sang suami.

3. Kelelahan yang teramat sangat

Setelah melahirkan dan memiliki seorang bayi, rasa lelahmu akan semakin bertambah. Sebelumnya jika kamu hanya melakukan pekerjaan rumah dan mengurusi kebutuhan sang suami, kini dengan hadirnya si kecil, maka kamu juga harus bisa mengurusi segala keperluannya. Mulai dari memandikannya, mengganti popoknya, dan lain-lain.

4. Tidak bisa pergi ke mana pun kamu suka

Kehadiran sang buah hati menjadikan kamu harus tetap fokus untuk menjaganya. Dengan begitu, kamu pun tidak akan bisa secara leluasa pergi meninggalkan rumah tanpa kehadiran si kecil. Meski nantinya kamu memutuskan untuk menyewa jasa babby sitter, namun itu merupakan ide yang kurang baik. Karena apa? Karena baiknya sedari kecil kamu sebagai ibunyalah yang harus dekat dengannya, bukan baby sitter.

5. Fokusmu bukan lagi kepada suami

Sebelum memiliki anak, kamu sebagai seorang istri tentunya akan melayani segala kebutuhan sang suami dengan teramat baik. Namun, ketika telah memiliki anak, fokusmu akan terbagi-bagi. Kamu tidak akan lagi fokus untuk melayani kebutuhan sang suami, tetapi juga fokus untuk melayani kebutuhan dari sang buah hati.

Itu dia lima kesulitan yang akan dialami oleh seorang wanita pada saat pertama kali menjadi seorang ibu. Baiknya kamu sebagai seorang istri harus sudah mempersiapkan dirimu sebelum kehadiran sang buah hati di tengah-tengah kehidupan rumah tanggamu. Yuk, persiapkan mulai dari sekarang!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
4.8 KSHARES