5 Hal yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Teken Kontrak Pekerjaan Pertama. Jangan Sampai Menyesal!

06 Juni 2018
|Chandra W.
275SHARES

Sidang skripsi, sudah. Yudisium, lancar. Wisuda, sudah juga. Saatnya mencari pekerjaan dan menghadapi dunia yang sebenarnya. Perjuangan melelahkan selama mencari pekerjaan yang cocok selama berbulan-bulan akhirnya mendapatkan hasil. Kamu diterima di sebuah perusahaan atau instansi yang kelihatannya cocok denganmu. Pasti senang, dong. Tapi jangan keburu bahagia dulu. Sebelum teken kontrak, pertimbangkan ini agar tidak menyesal di kemudian hari. 

1. Biaya hidup di kota tempat bekerja

Jika kamu mendapatkan pekerjaan di kota tempat tinggalmu sendiri dan masih serumah dengan orangtua, maka kamu tidak perlu memasukkan anggaran untuk kost. Tapi, jika pekerjaan ini di luar kota, maka ada banyak yang harus kamu hitung masak-masak. Dari kost termasuk listrik, air dan sampah. Lalu biaya transport dari kost ke kantor, biaya makan 3x sehari, dan tentu saja dana darurat. Dengan gaji yang ditawarkan, cukupkah untuk hidup sebulan? Ini baru kebutuhan pokok, belum kebutuhan sosial yang jumlahnya bisa tak terduga pula. 

2. Gaji, tunjangan dan bonus

Saat tahap offering, pastikan kamu membaca dengan benar kolom gaji yang ditawarkan dan cermati apakah ada tunjangan serta bonus selain gaji pokok. Biasanya perusahaan menawarkan tunjangan kesehatan, transportasi hingga biaya pulsa bergantung pada posisimu dan jenis perusahaannya. Pastikan kamu mendapatkan upah di atas UMR. Tanyakan juga apakah ada kompensasi untuk lembur dan perjalanan dinas, misalnya. Kamu juga boleh menanyakan peluang kenaikan gaji. Ada perusahaan yang memberikan kenaikan gaji selepas masa training, ada juga yang setelah setahun.

3. Deskripsi pekerjaan, masa training, dan jenjang karier

Jangan sampai kamu sudah mulai masuk kerja tapi nggak tahu mau ngapain karena deskripsi pekerjaan yang kurang jelas. Jika ada yang menurutmu kurang jelas, segera tanyakan sebelum tanda tangan. Masa training juga dibutuhkan untuk memastikan kamu bisa diberi tanggung jawab sesuai dengan pekerjaannya. Jangan sampai kamu yang belum berpengalaman nggak diberi training juga. Selain itu, jenjang karier juga perlu ditanyakan jika kamu memang berniat menetap di satu industri saja. 

4. Penahanan ijazah dan aturan PHK

Ini juga nggak kalah penting. Apakah perusahaan melakukan penahanan ijazah selama periode masa kontrak bekerja? Bagaimana aturan pemutusan hubungan kerja? Ada yang mengizinkan karyawan keluar dengan pemberitahuan sebulan sebelumnya hingga tiga bulan sebelumnya. Ada yang menerapkan sistem penalti, ada juga yang tidak. Nilai penalti dari setiap perusahaan juga berbeda. Daripada kamu nggak betah dan keluar lalu dikejar-kejar penalti, lebih baik kamu pertimbangkan lagi. 

5. Cuti, budaya perusahaan, dan pajak penghasilan

Karyawan umumnya mendapat jatah cuti 12 hari per tahun setelah setahun masa kerja. Sejak awal kamu harus meminta hak ini. Jangan sampai kehilangan waktu dengan orang-orang terdekat karena nggak mendapatkan jatah cuti. Selain itu, kamu juga harus tahu bagaimana budaya perusahaan tempatmu akan bekerja. Apakah santai, kasual, atau sangat hirarkis misalnya. Lebih bagus jika kamu menanyakan ke rekanmu yang sudah bekerja di sana sebelumnya. Tanyakan juga masalah pajak penghasilan, apakah diurus sendiri atau diurus oleh kantor. 

Itu dia beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum membubuhkan tanda tangan dan nama terang di bagian bawah surat pernyataan kontrak. Perjanjian kontrak sifatnya mengikat, jangan sampai kamu bekerja dengan tenggorokan terasa tercekat.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
275SHARES