5 Anggapan tentang Korban Pelecehan Seksual yang Selama Ini Tidak Benar

www.thedailybeast.com

Sampai detik ini kasus pelecehan seksual terhadap perempuan terus saja terjadi. Tentu saja hal ini membuat kita miris mendengarnya. Namun sampai sekarang, masyarakat terkesan kurang membuka mata terhadap korban. Malahan, beberapa dari mereka terkesan menyalahkan dengan berbagai anggapan yang selama ini sering dilontarkan dan sebenarnya itu tidaklah benar.

Misalnya saja karena pulang larut malam. Padahal hal ini terpaksa dilakukan karena adanya kerjaan lembur. Untuk itu, mulai sekarang kamu harus sadar bahwa anggapan-anggapan itu harus kamu hilangkan.

Kamu nggak bisa memojokkan korban yang membuat mereka terkesan berada di posisi yang salah. Lalu, umumnya anggapan apa saja yang sering dikatakan masyarakat kepada perempuan korban pelecehan seksual?

1. Cara berpakaian yang terlalu seksi atau terbuka

townhall.com

Masalah pakaian sering dijadikan alasan kenapa terjadi pelecehan seksual. Bahkan, masyarakat secara umum juga sering menganggapnya demikian. Melansir laman Detik, Komisioner Komnas Perempuan dan Anak, Siti Nur Herawati juga tidak setuju jika cara berpakaian perempuan jadi alasan terjadinya pelecehan.

"Kenapa yang disalahkan pihak perempuan, hanya karena menggunakan pakaian yang minim dan tubuhnya yang mengundang," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa perempuan yang berpakaian tertutup dan mengenakan hijab pun bisa mengalami nasib yang sama.

"Seperti kekerasan seksual yang terjadi di pesantren. Masyarakat terdekat pun, dengan stigma hal tersebut tidak mengakui korban sebagai korban. Jadi bagaimana, menggali keterangan (adanya kekerasan seksual)," pungkas Siti.

2. Berperilaku ramah dan mudah bergaul dengan semua orang dianggap perempuan ‘gampangan’

fora.ie

Bukankah setiap manusia memang harus bersikap demikian dengan sesamanya? Namun sayangnya perilaku perempuan yang ramah, mudah bergaul dengan siapa saja terkadang membuatnya dinilai sebagai orang yang ‘gampangan’, lemah, dan bisa diperlakukan seenaknya.

Melansir laman Detik, perempuan yang pasif, lemah, dan tidak asertif adalah beberapa faktor yang sering menjadi alasan pelaku pelecehan seksual.

3. Laki-laki merasa ‘dipancing’ hasratnya oleh perempuan

www.wsj.com

Lalu dengan begitu, apakah laki-laki merasa tidak bertanggung jawab? Masyarakat umumnya masing beranggapan bahwa perempuan yang ‘memancing’ atau memiliki tubuh yang ‘mengundang’ sering jadi alasan. Cara pandang seperti ini seharusnya dihilangkan dan tidak lagi menjadikan perempuan sebagai objek pelecehan seksual.

Siti Nur Herawati juga mengatakan bahwa menempatkan perempuan sebagai objek bisa sebagai bentuk diskiriminasi. "Kalau begitu sama saja termasuk dikriminasi terhadap perempuan. Kenapa tidak laki-laki saja yang menahan hawa nafsunya?," tuturnya kepada Detik.

4. Pelecehan yang ‘sesungguhnya’ jika dilakukan oleh orang asing atau tak dikenal korban
www.iwantdata.com

Mungkin ini memang agak rancu bahwa pelecehan seksual yang sesungguhnya itu jika dilakukan oleh orang yang tidak dikenal korban. Padahal kamu harus tahu, tindakan ini juga bisa dilakukan oleh orang yang dikenal bahkan pasangannya sendiri. Menurut data National Institute of Justice, 85-90% laporan kekerasan seksual yang dialami perempuan kebanyakan pelakunya adalah orang yang mereka kenal.

5. Korban tidak melapor, bukan berarti ‘membenarkan’
www.breezejmu.org

Faktanya, banyak korban kekerasan seksual yang tidak melaporkan apa yang terjadi padanya. Lantas bukan berarti laki-laki bisa ‘membenarkan’ atau tak bertanggung jawab atas tindakannya. Hal ini pula dibenarkan oleh seorang penyintas dan pendamping korban kekerasan seksual, Shera Rindra.

Ia mengatakan ada beberapa alasan kenapa korban perkosaan tak mau melaporkan, salah satunya takut mendapat stigma buruk dari masyarakat. “Mayoritas korban merasa malu atas kejadian yang dia alami. Selain itu takut distigma,” ujarnya kepada Tirto.

Meskipun perempuan terkesan sering disalahkan atas kekerasan yang diterimanya, bukan berarti kita bisa membenarkan victim blaming yang dilakukan masyarakat pada umumnya. Jangan coba mengajari bagaimana perempuan berpakaian, berperilaku, dan jangan salahkan perempuan jika hasrat laki-laki terpancing.

Namun tak kalah penting juga bahwa kekerasan seksual apa pun bentuknya tidak dibenarkan, karena ini merupakan tindakan pidana yang layak mendapatkan hukuman yang setimpal.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
7 Film Keluarga Terbaik yang Cocok Ditonton Saat Lebaran | Keepo.me

7 Film Keluarga Terbaik yang Cocok Ditonton Saat Lebaran | Keepo.me

Jangan Sepelekan Datang Bulan Tidak Teratur, Bisa Jadi Kamu Mengalami 6 Hal Ini

Jangan Sepelekan Datang Bulan Tidak Teratur, Bisa Jadi Kamu Mengalami 6 Hal Ini

7 Film Jadul Terbaik Tentang Pembunuhan. Klasik tapi Tegang! | Keepo.me

7 Film Jadul Terbaik Tentang Pembunuhan. Klasik tapi Tegang! | Keepo.me

Hati-hati, 5 Benda Ini Bisa Digunakan untuk Mengintip di Ruang Ganti

Hati-hati, 5 Benda Ini Bisa Digunakan untuk Mengintip di Ruang Ganti

8 Tips Traveling Praktis Tanpa Bagasi, Biar Mudik Nggak Repot Sendiri | Keepo.me

8 Tips Traveling Praktis Tanpa Bagasi, Biar Mudik Nggak Repot Sendiri | Keepo.me

5 DIY Pengharum Ruangan yang Bisa Kamu Bikin di Rumah dengan Mudah!

5 DIY Pengharum Ruangan yang Bisa Kamu Bikin di Rumah dengan Mudah!

loading