5 Alasan Kenapa Kamu Sebaiknya Berhenti Stalking Media Sosial Mantan

26 Januari 2018
|Chandra W.
0SHARES

Sudah menjadi rahasia umum bahwa putus hubungan dapat membuat seseorang sedih, marah, sampai tidak bisa merasakan apa-apa. Tapi ada juga sindrom yang biasanya menimpa orang yang baru putus: sindrom ingin tahu keadaan mantan.

Apalagi di era media sosial seperti ini. Bawannya dikit-dikit ngepoin story mantan di Whatsapp, Instagram, Facebook, Snapchat dan lain-lain. Akhirnya stalking mantan di sosial media pribadi miliknya jadi kebiasaan baru setelah putus. Tapi kalau kamu nggak pengen rugi, mending kurangin kebiasaan stalking mantan mulai sekarang. Karena hal-hal ini yang bakal kamu dapatkan.

1. Kamu bakal lebih susah move on

Semua orang pacaran bakal putus. Bisa karena berpisah, bisa karena menikah. Kalau memang kamu berpisah, ya mau gimana lagi? Terima saja. Butuh waktu untuk move on dan tiap orang pasti butuh waktu yang berbeda. Tapi kalau tiap hari tiap menit tiap detik kamu melihat aktivitasnya bahkan hanya melalui media sosial, kamu akan selalu teringat kenangan bersamanya. Gimana mau move on kalau begini? Padahal dia kelihatannya senang-senang saja tuh habis putus sama kamu.

2. Kamu menghancurkan kebahagiaan sendiri

Misalnya kamu stalking mantan di media sosialnya selama setengah jam atau sejam saja per hari. Dalam waktu setengah sampai satu jam itu semua emosimu terkumpul jadi satu. Sedih, marah, sedikit bahagia mengingat perjalanan berdua, kesal mengingat alasan putus, dan lain-lain. Okelah mungkin awalnya kamu fokus pada kebahagiaan yang kalian ciptakan berdua, dulu. Nah garisbawahi itu. Dulu lho itu sudah terlewati. Bahagiamu sudah usai di masa lalu. Sekarang saatnya kamu menciptakan kebahagiaan sendiri. Dan salah satu cara yang paling mudah adalah berhenti stalking medsos dia.

3. Bakal banyak salah paham tercipta hanya dari medsos

Coba deh ingat-ingat lagi saat kamu berkomunikasi dengan seseorang secara langsung dan saat melalui aplikasi chat. Chatting aja sering miskomunikasi kan? Nah apalagi kalau kamu hanya stalking dia di medsos. Tentu kamu akan berasumsi ini itu macam-macam. Misal kamu melihat storynya bertulisan “Akhirnya ketemu juga!” dengan lawan jenis. Terus kamu mikir “Tuh kan dia pasti udah selingkuh sebelum putus sama aku!”.

Padahal ternyata itu sepupunya yang emang lama banget udah nggak ketemu karena tinggal di luar pulau. Nah rugi kan berasumsi sembarangan begitu? Makanya nggak usah stalking mantan.

4. Memelihara rasa sakit? Yakin mau dilanjutin?

Ibaratnya nih ya, kamu habis masak mie pakai panci yang nggak tahan panas. Setelah menuang mie ke mangkok, kamu memegang bagian bawah panci dengan tangan kosong. Lah! Kan sakit? Perih. Meski tidak berdarah, hanya mengelupas. Ya sama saja kalau kamu tetap stalking semua media sosial milik mantan. Kamu tahu lho itu akan menyakiti hatimu seterusnya. Jadi pilihannya balik ke kamu, mau tetap memelihara rasa sakit itu atau bersikap cerdas dan mengobatinya.

5. Malu sih kalau ketahuan

Misal nih kamu sedang melihat postingan foto-fotonya di instagram. Malapetaka pun datang, kamu nggak sengaja nge-loved postingan dia yang sudah lama sekali. Ketahuan! Malu nggak sih? Malu kan?

Ibaratnya kamu lagi mengintip kesehariannya dari jendela rumahnya gitu lho. Padahal kamu siapanya coba? Pacar? Bukan ya. Itu. Udah berhenti aja stalking mantannya.

Anggap saja mantan adalah seseorang yang memang hanya ditakdirkan untuk hadir dalam beberapa episode hidupmu. Sekarang perannya sudah usai. Akan ada lagi yang menggantinya dengan peran lebih baik. Untuk sementara kamu harus bisa bahagia walaupun sendiri. Dan salah satu caranya adalah dengan berhenti stalking media sosialnya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES