15 Kota dengan Kualitas Hidup Terburuk Ini Bikin Kamu Bersyukur Tinggal di Indonesia

07 April 2017
|Olphi Disya
Life
0SHARES

Mungkin banyak dari kita yang merasa Indonesia masih jauh di belakang jika dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Eropa atau Amerika. Tapi, kalau dirasakan dengan hati, kita mestinya bersyukur hidup di negara yang terbilang cukup aman dan serba ada ini. Meskipun beberapa kota di Indonesia masih ada yang dilanda kemiskinan atau bencana alam, setidaknya negara kita jauh dari peperangan dan sebagian besar warganya bisa hidup tanpa tekanan dari pihak manapun.

Setiap tahunnya, lembaga HR terkemuka di dunia bernama Mercer merilis Indeks Kualitas Hidup (Quality of Living Index) yang memperlihatkan negara mana aja nih yang memiliki kualitas hidup terbaik. Sebenarnya indeks ini ditujukan bagi perusahaan multinasional dalam mempertimbangkan pengutusan tenaga kerja untuk tugas internasional di negara tertentu. Penilaian indeks kualitas hidup ini memiliki kriteria yang cukup banyak. Kriteria penilaian indeks ini diantaranya adalah keadaan politik dan sosial, kondisi perekonomian, budaya dan keamanan sosial, kondisi kesehatan warganya, pendidikan, pelayanan publik dan transportasi, rekreasi, perumahan, dan lingkungan alamnya. Dari kriteria tadi didapatlah beberapa kota di dunia yang memiliki indkes kualitas terburuk versi Mercer berikut ini.

1. Tashkent – Uzbekistan

Ibukota negara di Asia Tengah ini sebenarnya udah berevolusi secara ekonomi, budaya, dan arsitektur sejak tahun 1991 tapi kondisi udara yang buruk menjadi isu besar bagi kota ini.

2. Abidjan – Cote D’Ivoire

Kota ini merupakan ibu kota perekonomian dari Ivory Coast tapi kedutaan Inggris memperingatkan siapapun untuk nggak berpergian ke kota ini kecuali benar-benar penting. Kedutaan Inggris tersebut mengatakan kalau di kota ini kriminalitas bisa terjadi kapan aja dan negaranya juga memiliki ancaman terorisme yang tinggi.

3. Ashgabat – Turkmenistan

Kota Ashgabat dikontrol dengan ketat oleh pemerintahannya dan sebagian besar mata pencarian warganya adalah menjadi pegawai badan usaha milik pemerintah (BUMN). Sayangnya, kota ini menderita kekurangan air karena manajemen yang buruk dari pemerintahnya dan melumpuhkan aktivitas warganya karena suhu jadi melonjak hingga 47,2 derajat celcius.

4. Lagos dan Abuja – Nigeria

Kedua kota ini disebut-sebut sebagai kota dengan ancaman keamanan tertinggi. Warga kotanya terus-terusan merasa keamanan pribadinya terancam, termasuk ancaman terhadap penculikan anak dan pembunuhan. Bahkan petugas imigrasi di Inggris mengatakan “kamu bisa aja diculik atau ditangkap oleh teroris atau terjebak di kejadian yang mengerikan” kepada para travellers.

5. Dhaka – Bangladesh

Dhaka merupakan kota dengan populasi terpadat di dunia dan roda ekonomi kota ini umumnya berasal dari ekspor bahan pakaian. Tapi, kondisi kerja dan hak asasi manusia para buruh, termasuk kemiskinan menjadi concern, dan sedang menjadi penelitian pemerintahan dunia dan lembaga amal dunia.

6. Dushanbe – Tajikistan

Kemiskinan dan keterbatasan energy menjadi isu bedar kota ini sekaligus isu nasional negara Tajikistan. Bahkan World Bank juga memperingatkan bahwa sulitnya berbisnis di sana karena ketidaklayakan infrastrukstur.

7. Ougadougou – Burkina Faso

Sejak adanya serangan teroris di awal 2016 dan ancaman yang terus berlangsung hingga sekarang, kota ini jadi mencekam. Pasalnya, Al-Qaeda pernah membom sebuah hotel yang populer di sana dan menewaskan 29 orang.

8. Tripoli – Libya

Sebenarnya kota ini hancur karena adanya perang antara dua panglima perang yang bersaing di tahun 2015. Bahkan Bandar udara utama dihancurkan pada musim panas 2015 dan seluruh kedutaan dibubarkan. Para imigran dan pengungsi tumpah ruah ke berbagai penjuru negeri hingga ke Eropa karena jaraknya yang dekat.

9. Nouakchott – Mauritania

Kota ini sebenarnya berawal dari desa kecil yang cukup berkembang pesat di daerah Sahara pada tahun 1958. Tapi semenjak itu, kepadatan penduduk yang berlebihan, kekeringan, dan kemiskinan membuat kota ini semakin kumuh dan nggak layak huni.

10. Brazzaville – Kongo

Korupsi ternyata nggak hanya terjadi di negara kita aja lho. Di kota Brazzaville, pemerintahan korupsi menyebabkan aksi protes besar-besaran oleh warga sipil. Karena protes terhadap pemerintah, sejumlah warga dibunuh oleh para polisi.

11. Damascus – Syria

Menurut Mercer, kota ini adalah saksi bisu kejahatan yang nggak ada habisnya dan serangan teroris yang menjadi beban hidup warga setempat termasuk kaum ekspatriatnya.

12. Port Au Prince – Haiti

Kota ini diliputi berbagai kejahatan, kekerasan, dan aksi yang berbahaya bagi wisatawan. Perkosaan dan perampokan adalah kejadian yang lumrah. Bahkan saat ini sedang marak kasus kekerasan dengan main hakim sendiri.

13. Sana’a – Yemen

Kota terbesar di Yemen ini dihancurkan oleh pesawat tempur dari Arab Saudi. Kota ini dijadikan medan pertempuran dalam perang proxy antara Arab Saudi dan Iran.

14. Bangui – Republik Afrika Tengah

Ibu kota negara Republik Afrika Tengah ini miskin banget dan banyak warganya hanya mengandalkan bantuan untuk bertahan hidup. Yang tambah mengerikan, bentrokan dan kekerasan udah jadi kebiasaan di kota ini.

15. Baghdad – Iraq

Kalau kota ini udah pasti kualitas hidupnya rendah banget. Ibu kota Iraq ini menderita berbagai kehancuran infrastruktur yang diakibatkan dari perang dan kejahatan. Belum juga bangkit, Baghdad harus menghadapi ancaman ISIS yang semakin menghancurkan kota tersebut.

Itulah 15 kota dengan kualitas hidup yang buruk. Jadi, kita harus lebih bersyukur kalau di negara kita nggak mengalami hal-hal seperti kota-kota tadi. Meskipun kita belum bisa semaju negara tetangga, tapi kita bisa bangun pagi tanpa mendengar ledakan bom, atau masih bisa menikmati masakan warteg di akhir bulan. Bagi kamu yang mau berkunjung ke kota-kota tadi, silakan berpikir ulang. Atau siapkan mental dan fisik yang kuat agar bisa bertahan hidup di sana ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
0SHARES