10 Celotehan Keramat yang Cowok Katakan, Kalau Dia Nggak Begitu Sayang Sama Pacarnya

10 Februari 2017
|Pristiqa Wirastami
Life
0SHARES

Kamu merasa selama ini hubunganmu bersamanya baik-baik saja. Meski memang pada kenyataanya, kamu dan dia sampai sekarang belum juga ada kejelasan. Belum lagi, kata-katanya sering membuatmu sakit hati, jadi buat bingung pacar beneran sayang atau tidak. Tapi entah mengapa, kamu masih bersedia bertahan dengannya. Kadang terlanjur sudah sayang dan cinta jadi alasan klise yang kamu gunakan. Atau sudah terlanjur nyaman, dan malas kalau harus berkenalan dengan orang baru.

Tapi yakin kamu benar-benar nyaman dengan dia? Kalau celotehan ini sering kamu dapatkan, mungkin sebenarnya dia tak begitu sayang sama kamu. Bisa jadi kamu selama ini menjalani hubungan yang perasaan cintanya berat sebelah. Coba dipikir kembali, kira-kira seberapa sering kamu mendapat celotehan ini dari cowokmu?

1. "Nggak usah bawel, aku bisa urus urusanku sendiri kok,"

Niatmu sebenarnya baik Kamu ingin membantunya dalam menyelesaikan masalah atau mengingatkan dia pada hal-hal kecil yang seringkali dia lupakan. Namun sayangnya, niat baikmu tak pernah dilihat olehnya. Dia justru menganggapmu sebagai pengganggu yang suka mencampuri urusannya.

Padahal kalau dipikir tak ada yang salah juga dengan sikapmu. Toh kamu pasangannya, yang sesekali wajar ingin mengingatkan cowokmu. Atau mungkin dia memang tidak ingin melibatkanmu lebih jauh dalam hidupnya. Agar ketika dia memilih pergi, dia tak akan merasa terlalu berhutan budi padamu.

2. "Iya nanti aku kabarin, kalau pas inget,"

Masalah memberi kabar memang seakan menjadi common problem dalam setiap hubungan. Bedanya, jika dia benar menghargaimu dia akan dengan sukarela memberikan kabar tanpa diminta. Meski tidak bisa setiap saat, tapi setidaknya dia berusaha membuatmu untuk tidak khawatir.

Namun cowokmu ini kebalikannya. Memberi kabar kepadamu seakan bukanlah hal yang penting untuk dilakukan. Semua yang dia lakukan, baginya kamu tak perlu tahu. Memang kamu tak berhak untuk memantaunya setiap saat, tapi yang kamu lakukan selama ini hanyalah menanyakan kabarnya sesekali. Bukan meminta dia memberi kabar setiap detik. Dia berpikiran memberimu kabar bukanlah hal penting, karena memang kamu bukan prioritas dalam hidupnya.

3. "Aku mau hangout sama temen-temenku, kamu nggak usah ikut ah,"

Setelah sekian lama menjalin hubungan, kamu tak juga mengenal lingkungan sosialnya seperti apa. Dia pun tak pernah berinisiatif untuk membawamu masuk ke lingkungan pertemanannya. Selalu ada beribu alasan setiap kali kamu minta dia untuk membawamu berkenalan dengan teman-temannya. Seolah ada sesuatu yang sedang dia sembunyikan darimu.

4. "Aku aja yang ke tempatmu. Kamu nggak usah ke rumah,"

Begitu pula setiap kali kamu menawarkan untuk pergi ke rumahnya. Karena maksudmu agar bisa ketemu dengan ayah dan ibunya untuk berkenalan. Namun sekali lagi, dia menolak permintaanmu mentah-mentah. Keberadaanmu juga dirahasiakan olehnya dari sepengetahuan keluarganya.

Setiap kali ditanya alasannya, dia selalu menjawab belum waktunya. Padahal untuk berkenalan dengan orangtuanya, tak perlu menanti hari mendekati pernikahan. Tujuanmu untuk bertemu dengan orangtuanya pun murni hanya untuk silaturrahmi. Bukan untuk hal lain, seperti segera minta dinikahi.

5. "Nanti deh ya ketemu orangtuamu. Kita 'kan masih pacaran santai juga,"

Tidak mengenalkanmu pada lingkungan pertemanan dan juga keluarga, maka besar kemungkinan dia juga enggan mengenalkan diri pada keluargamu. Alibi yang dia gunakan pun sama ketika menolak menemui keluargamu, yakni "Belum saatnya," atau "Kita 'kan masih pacaran yang belum mau nikah, santai dulu lah,".

Padahal sekali lagi, tujuanmu sangat jelas ketika ingin lebih mengenal keluarganya atau membawa dia ke lingkungan keluargamu, yakni agar hubungan kalian semakin dekat. Karena dari sana kamu bisa mengenalnya lebih jauh lagi. Sayangnya, kamu mungkin bukan orang yang akan dia pertahankan hingga nanti.

6. "Ya 'kan kamu tahu aku masih belum siap ngelamar kamu,"

Pembahasan soal lamaran jelas adalah topik obrolan yang selalu dia hindari. Mungkin memang ada cowok-cowok yang belum siap, dan masih ingin mempersiapkannya dengan matang. Namun dia jelas berbeda, ketidaksiapannya tak diikuti dengan usaha yang berarti. Dia bilang padamu dia belum siap, namun dia juga tak melakukan apa-apa untuk mempersiapkan diri.

Kamu pun seakan digantung olehnya. Dibiarkan bertahan tanpa diberikan kejelasan. Seharusnya dengan melihat sikapnya yang seperti ini, kamu sudah tahu harus mengambil keputusan apa.

7. "Kalau nggak suka yaudah, aku emang begini orangnya,"

Sejak awal memilihnya sebagai pasangan, kamu memang tak pernah keberatan pada segala kekurangannya. Karena kamu yakin di balik itu, dia tetap punya kelebihan yang membuatmu tenang. Meski begitu, kamu tetap ingin hubungan ini berjalan dengan masing-masing menuju pada tahap perbaikan untuk menjadi pribadi yang sama-sama lebih baik. Kamu tak keberatan jika dia memintamu berubah. Asalkan itu untuk kebaikanmu sendiri.

Namun sayangnya, hal yang sama tak pernah kamu dapatkan darinya. Setiap kali meminta dia untuk berbenah, dia menuding kamu tak bisa menerimanya apa adanya. Padahal dalam hubungan yang dewasa, mencintai apa adanya tak dibutuhkan lagi. Kamu dan dia seharusnya malah tak boleh mencintai apa adanya. Apa salahnya saling berbenah jika itu mampu membawa kebaikan. Tetapi pada kenyataannya, dia tetap bersikukuh tak ingin berbenah untuk mendapatkan atmosfer hubungan yang lebih baik.

8. "Nggak usah ribet deh jadi cewek. Masalah kalau aku keluar berdua sama temen cewek?"

Dia jelas tak bisa menghargai perasaanmu. Karena tanpa merasa bersalah, dia masih bisa seenaknya menggandeng banyak cewek lain di depanmu. Dia mengaku padamu hanya seorang teman. Tapi nyatanya dia lebih rajin menemui "teman" ceweknya itu dibandingkan kamu, pacarnya sendiri. Kalau sudah begini, yakin mau terus bertahan?

9. "Jalanin dulu aja. Besok gimana, ya liat aja nanti,"

Rencana masa depan kalian, dia tak pernah merancangnya dengan baik. Apa yang akan dilakukan pada hubungan kalian nantinya, cowok ini tidak punya clue sama sekali. Menjalani hubungan secara santai terkadang memang perlu. Tapi jangan sampai hal itu melenakanmu, hingga kamu menyesali apa saja yang sudah kamu lewatkan.

Dia tak sesayang itu denganmu, kalau rencana berdua saja tak pernah terlintas dalam pikirannya.

10. "Kamu kayak mantan aku dong, masa gini aja nggak bisa,"

Mungkin celotehan dia kali ini yang akan meyakinkanmu kalau dia tak terlalu memiliki rasa sayang untukmu. Dari cara dia membanding-bandingkanmu dengan orang lain atau bahkan masa lalunya, terlihat kalau dia sama sekali tak bisa menghargaimu dengan baik. Mungkin saja dia masih tak bisa lepas dari masa lalunya. Dan kamu, hanya pelariannya semata.

Dia yang benar sayang sekali, sebisa mungkin tak akan melontarkan kata-kata ini. Karena jika dia sayang kamu dengan tulus, tandanya kamu berharga. Sementara dia yang dengan entengnya sering mengatakan hal-hal ini padamu, harus dipertanyakan lagi kesungguhannya. Bisa saja selama ini kamu salah orang untuk melabuhkan hati. Cukup yakinkan pada diri sendiri, bahwa kamu terlalu berharga untuk diperlakukan seperti ini. Kamu layak bersama orang yang lebih baik.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Pristiqa Wirastami
"For the sake of happines, I do writing."
0SHARES