Wow! Gereja Tua di Spanyol ini Dijadikan Lahan Skate Park, Hasilnya Ciamik!

22 Oktober 2017
|Idham Nur Indrajaya
Kreatif
0SHARES

Apakah di sekitar tempat tinggalmu ada bangunan tua yang sudah tidak terpakai lagi? Jika ternyata ada, apakah kamu berniat untuk mencoba menggunakannya dengan fungsi yang berbeda dari sebelumnya? Di Indonesia sendiri, bahkan di kota-kota besar, terkadang kita dapat menemui bangunan tua yang sudah tidak terpakai lagi, namun dibiarkan begitu saja. Masalahnya, selain dapat membuat lingkungan terlihat kumuh, bangunan yang terbengkalai pun dapat berisiko untuk dijadikan sebagai tempat melakukan hal-hal yang kurang baik. Biasanya, bangunan yang sudah tua itu pada gilirannya akan menimbulkan kesan angker bagi sebagian orang, dan bangunan yang sudah terbengkalai pun justru akan semakin ditelantarkan.

Agar bangunan yang terbengkalai tidak menjadi penyia-nyiaan lahan, ada baiknya jika bangunan itu dapat dipugar dan dimanfaatkan untuk fungsi lain, seperti yang terjadi pada salah satu gereja tua di Spanyol. Gereja Santa Barbara yang terletak di wilayah Asturia, Spanyol, dirancang oleh seorang arsitektur bernama Manuel del Busto pada tahun 1912. Setelah terbengkalai selama bertahun-tahun, komunitas kolektif bernama Church Brigade pun berinisiatif untuk mengubah gereja tua ini menjadi fasilitas publik dengan beralihfungsi menjadi skate park

Dinding-dinding di dalam gereja tua yang sudah berusia lebih dari satu abad ini pun dihias oleh seniman mural asal Spanyol bernama Okuda San Miguel. Dengan kelihaiannya, San Miguel mendesain gambar-gambar dengan kombinasi warna yang dapat membuat nuansa dinding-dinding gereja menjadi lebih cerah dan nikmat untuk dipandang.

Orang yang menginisiasi transformasi gereja ini adalah pria berusia 36 tahun bernama Ernesto Fernández Rey. Dia mendapatkan ide itu saat dirinya tengah berjalan melewati bangunan gereja yang sudah tua, namun tetap terlihat indah. Dia pun terinspirasi untuk mengubah gereja tua itu menjadi fasilitas yang bisa digunakan oleh para muda-mudi di wilayah sekitar.

Setelah mendapat izin dari pemerintah setempat, dia pun mengajak Church Brigade untuk bekerja sama. Bersama dengan organisasi itu,  Fernández Rey pun melakukan penggalangan dana dan meminta bantuan kepada pihak sponsor. Setelah mendapat dana yang cukup dan merenovasi di sana-sini, akhirnya jadilah skate park yang dinamai Kaos Temple tersebut. 

Nah, mungkin apa yang dilakukan oleh Miguel beserta Church Brigade dapat menjadi inspirasi bagi orang-orang untuk bisa selalu berpikir kreatif dalam memanfaatkan potensi lahan di lingkungannya. Masalahnya, sayang banget jika ada lahan yang justru tersia-siakan karena bangunan yang berdiri di atasnya tidak terpakai lagi dan tidak digubris orang kebanyakan.  


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES