Seniman Ini Membuat Gumpalan Cat di Bulu Kuas Menjadi Seperti Es Krim

16 Agustus 2017
|Idham Nur Indrajaya
0SHARES

Pada perkembangannya, seni dibuat dengan berbagai tujuan yang beragam. Ada yang membuat karya seni untuk memberikan ajaran-ajaran yang bersifat normatif, ada yang menggunakan seni sebagai alat politik, ada yang menggunakan karya seni untuk mengungkapkan perasaan, ada yang membuat karya seni untuk menghasilkan uang, dan bahkan ada juga karya seni yang dibuat tanpa landasan apapun dan digunakan hanya untuk bersenang-senang saja.

Seni memiliki dua dimensi, yakni bentuk dan isi. Isi merupakan gagasan yang tertuang dalam suatu karya seni, dan gagasan itu dikemas dalam dimensi bentuk. Seiring dengan perkembangan zaman, penekanan kepada dua dimensi dalam seni pun mengalami pasang-surut. Di zaman klasik, yang menjadi substansi utama dari sebuah karya seni adalah dimensi isi, berbeda dengan zaman modern yang lebih menekankan eksplorasi terhadap estetika bentuk dari suatu karya seni. Eksplorasi terhadap segi bentuk pun terus berlangsung hingga zaman yang melampaui zaman modern, yakni era posmodern yang kita rasakan saat ini.

Di peradaban seperti sekarang ini, bisa dibilang sudah tidak ada lagi ide yang benar-benar baru. Sejak awal peradaban manusia sampai sekarang, berbagai buah pikir sudah diungkapkan oleh manusia dari berbagai tempat di belahan dunia. Dengan demikian, di zaman sekarang ini pengungkapan suatu gagasan dalam bentuk apapun, hanya dapat diekspresikan sebagai bentuk afirmasi, negasi, dan restorasi. Pasalnya, gagasan adalah sesuatu yang abstrak sehingga sulit untuk diukur. Oleh karena itu, tampaknya sudah tidak ada lagi suatu gagasan yang benar-benar baru di peradaban sekarang.

Berhubung sudah tidak ada lagi sesuatu yang benar-benar otentik, para seniman di zaman posmodern pun lebih menekankan kepada kombinasi akan suatu estetika dari berbagai objek yang ada di muka bumi ini. Berbagai dimensi bentuk dari berbagai objek itupun dieksperimentasikan dengan mengombinasikannya dimensi bentuk dari objek lain. Salah satu seniman yang menciptakan karya dengan berlandaskan cara tersebut adalah José Lourenço, seorang seniman visual asal Portugis yang memiliki keahlian juga dalam bidang fotografi.

Dengan mengombinasikan dua dimensi bentuk dari objek yang berbeda, Lourenço mencoba untuk membuat sebuah replika krim yang mencair pada es krim dengan menata gumpalan cat yang biasa menempel pada ujung bulu kuas. Dengan permainan warna pada cat di ujung bulu kuas, Lourenço membuat sederetan karya yang diberi judul “Ice Cream”. Di tangan Lourenço, gumpalan cat pada bulu kuas pun bisa nampak seperti es krim yang sedang mencair loh. Penasaran seperti apa karya-karyanya? Langsung aja yuk, kita kepoin!

1. Ini bukan es krim beneran yah!

2. Seperti es krim rasa mangga ya?

3. Gumpalan cat dengan warna yang bervariasi ini ditata sedemikian rupa sehingga tidak terlihat seperti cat

5. Bukan cuma satu atau dua warna saja yang digunakan untuk membuat karya ini!

6. Seperti es krim yang mulai lumer

7. Nampaknya pengeringan cat pada karya-karyanya ini diukur dengan waktu yang tepat

8. Meskipun kuas yang digunakan di bawah ini berukuran kecil, penataan warnanya tetap rapi!

9. Meskipun konsepnya sederhana, karya ini tidak dibuat dengan mudah

10. Karya-karyanya terlihat cantik!

Di zaman sekarang ini, yang menjadi indikator dari sebuah karya seni adalah bagaimana karya seni itu dapat menarik perhatian orang, karena seperti yang telah diungkapkan di atas, sekarang ini sudah tidak ada lagi hal yang benar-benar baru. Oleh karena itu, sebisa mungkin karya seni yang diciptakan itu mampu menarik perhatian orang dengan keunikannya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES