Lingkungan Kota Penuh Warna di Dunia Ini Bikin Mata Jadi Manja!

04 April 2017
|Idham Nur Indrajaya
783SHARES

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa manusia yang berada di lingkungan kota senantiasa dibombardir oleh aktivitas-aktivitas harian yang kerap kali menghasilkan kepenatan. Apalagi bagi orang-orang yang sebelumnya tinggal di pemukiman yang cenderung lebih tenang, seperti misalnya di desa. Saat mereka terpaksa harus merantau ke kota demi mencari nafkah, tentunya mereka akan merasakan betapa padatnya aktivitas manusia di kota yang memiliki mobilitas yang cenderung lebih tinggi jika dibandingkan dengan aktivitas di desa.

Jangankan di tengah hari, saat matahari baru terbit saja, kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di kota-kota metropolitan pun sudah dimulai. Mulai dari pelajar yang berangkat sekolah, pegawai-pegawai kantoran yang memburu waktu agar bisa menandai absen tepat pada waktunya, sampai para pedagang yang bersiap-siap untuk menjajakan dagangannya, hanyalah segelintir kegiatan dari sejumlah kegiatan lainnya yang turut menghidupkan dinamika perkotaan. Pertemuan antarkepentingan yang kerap bertaut satu sama lain itu seringkali menuntut orang-orang kota untuk selalu bisa menyesuaikan diri dengan dinamika yang semakin lama semakin cepat terjadinya. Semakin tinggi dinamika di dalam kota, semakin tinggi juga resiko bagi manusia kota untuk merasakan penat yang kerap kali berujung kepada rasa keterasingan.

Agar para manusia kota tetap dapat andil dalam peradaban kota secara maksimal, dibutuhkan semacam situasi yang setidaknya dapat memberikan hiburan bagi para manusia di dalam kota itu sendiri. Untuk itu, beberapa kota seringkali memberi instruksi khusus bagi para seniman kota untuk menghias lingkungan perkotaan agar setidaknya dapat memberikan pengalaman estetis yang dapat menyembuhkan manusia dari kepenatan kota. Misalnya, di kota Bandung, Ridwan Kamil selaku walikota telah mengerahkan seniman-seniman di kotanya untuk menghias lingkungan perkotaan secara kreatif. Selain untuk memberi pengalaman estetis pada warganya, buah kreativitas dari para seniman kota ini pun akhirnya dapat menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Bandung, khususnya ke lingkungan-lingkungan yang sudah dipercantik sedemikian rupa.

Di bawah ini, kamu bisa lihat beberapa gambar yang memperlihatkan karya seni yang menggunakan lingkungan kota sebagai media gambarnya. Secara khususnya, seniman yang terlibat dengan karya-karya di bawah ini menggunakan teknik yang lebih menonjolkan kepada permainan warna yang bisa memanjakan mata para penikmatnya. Langsung aja yuk, kita kepoin!

1. Meksiko – Pachuca Las Palmitas

Bukannya melarang seni mural di kotanya, pemerintah Meksiko justru memberdayakan lingkungan Pachuca Las Palmitas untuk menjadi media seni mural terbesar di Meksiko. Kelompok seniman yang menuangkan kreativitasnya pada lingkungan ini menamai dirinya sebagai “German Crew”.

2. Singapura – Jembatan Alkaff

Jembatan ini dibangun pada tahun 1997, dan terbentang di Sungai Singapura, tepatnya di dermaga Robertson. Lukisan yang menghiasi jembatan ini dipoles oleh seniman asal Filipina yang bernama Pacita Abad. Untuk merampungkan karyanya ini, Abad menggunakan cat sebanyak 800 liter lho!

3. Rio De Janeiro – Santa Marta Favela

Sebelumnya sempat dipamerkan juga foto yang menampakkan indahnya kota Rio De Janeiro dilihat dari atas, yang memperlihatkan keindahan lampu-lampu warna-warni yang juga bisa memanjakan mata yang meilhatnya. Foto di atas merupakan bagian dari keindahan kota Rio De Janeiro itu sendiri, yakni kompleks Santa Marta Favela yang sebenarnya merupakan kawasan kumuh di kota tersebut. Meskipun termasuk ke dalam kawasan kumuh/slum, kawasan ini pun tetap terlihat cantik berkat seni mural yang diterapkan di tembok-tembok yang tersebar di sana. Bahkan, lingkungan mural ini sempat masuk ke dalam video klipnya Michael Jackson yang berjudul “They Don’t Care About Us”.

4. Argentina – La Boca

La Boca merupakan lingkungan yang termasuk ke dalam wilayah Buenos Aires, Argentina. Wilayah yang didiami oleh para bohemian sekaligus kelas pekerja ini secara khusus dianggap sebagai distrik seninya Argentina. Berkat keindahan lingkungannya, banyak lho para wisatawan yang tergoda untuk sekadar berjalan kaki di sana sambil menikmati seni mural yang menghiasi dinding-dinding bangunan di sana.

5. Denmark – Nyhavn

Lingkungan penuh warna yang terletak di wilayah Copenhagen, Denmark, ini merupakan salah satu lingkungan fotografi terindah di seluruh dunia. Sebelumnya, lingkungan ini hanyalah wilayah perkotaan tepi air yang biasa-biasa saja. Namun, wilayah ini akhirnya ditransformasi menjadi salah satu wilayah yang dapat menarik perhatian massa berkat nuansa keindahan yang ditawarkan di setiap dinding yang tersebar di wilayah tersebut.

6. Singapura – Little India

Satu lagi wilayah di Singapura yang “instagrammable”. Wilayah itu terletak di Little India, yang menghadirkan nuansa eksotik ketimuran khas India melalui mural-mural yang menghiasi dinding-dinding sekitarnya. Yang menjadi pusat dari seni mural di Little India adalah kediaman Tan Teng Niah, pebisnis asal China yang membangun rumah bernuansa warna psychedelic untuk istrinya pada 100 tahun yang lalu.

7. Italia – Burano

Burano adalah lanskap yang masih termasuk ke dalam wilayah Venesia, Italia. Saking pedulinya sama seni mural yang meliputi daerah ini, para warga sekitar selalu melukis ulang mural-mural di sini setiap dua tahun sekali loh! Mural ini semakin mempercantik wilayah Venesia yang memang memiliki daya tarik tersendiri untuk menarik para wisatawan.

Gimana temen-temen? Jadi kebelet pengen main ke sana nggak sih? Tapi, kalau misalnya situasi dompet belum memungkinkan untuk kamu pergi ke sana, nggak ada salahnya kok kalau kamu coba jadiin lingkungan-lingkungan kota di atas sebagai referensi untuk menghias lingkungan di sekitar kamu biar lebih enak dipandang. Asal jangan ngerusak ya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
783SHARES