Keren! Novel Unik Ini Hanya Bisa Dibaca Dengan Membakar Kertasnya, Ternyata Begini Penjelasannya!

26 Oktober 2017
|Idham Nur Indrajaya
0SHARES

Novel unik berjudul Fahrenreit 451 karya Ray Bradbury (penulis asal Amerika Serikat) adalah buku yang mengisahkan tentang kehidupan masyarakat distopia, di mana masyarakatnya diceritakan sudah benar-benar anti dengan literasi. Sikap tersebut merupakan bentuk konspirasi pemerintah agar masyarakatnya tidak lagi bisa berpikir secara kritis sehingga mereka akan selalu terbuai dengan berbagai hiburan yang mengalihkan perhatian mereka dari permasalahan-permasalahan sosial-politik yang seharusnya didaulatkan kepada masyarakat dengan ideologi demokrasi sebagai haluan hidupnya.

Dalam novel yang sempat diadaptasi ke layar lebar pada tahun 1966 itu juga menceritakan bahwa bangunan-bangunan di dunia fiksi tersebut sudah tahan dengan api sehingga pemadam kebakaran tidak lagi bertugas untuk menyelamatkan bangunan dari lalapan api, melainkan bertugas untuk membakar buku karena literasi sudah dianggap ilegal. Guy Montag, tokoh utama dalam novel ini, adalah seorang pemadam kebakaran yang sehari-harinya bertugas untuk menggerebek rumah-rumah yang di dalamnya terdapat buku dan lantas membakarnya. Namun, pada suatu saat, dia pun mulai menyadari keganjilan dari rutinitas yang dilakukannya sehingga dia pun mulai terpancing dengan rasa penasaran terhadap gagasan-gagasan yang terdapat dalam buku. Secara garis besar, novel ini akan membawa pembacanya kepada pemikiran-pemikiran tentang betapa pentingnya buku untuk bisa memahami dan menjalani hidup dengan lebih baik.

Hingga saat ini, novel unik karya Bradbury tersebut masih terus diminati oleh orang-orang. Apalagi buku itu sendiri dianggap sebagai salah satu novel yang sangat penting seperti halnya 1984 karya George Orwell yang memiliki garis cerita yang hampir mirip. Beberapa waktu lalu, salah satu laboratorium di Akademi Van Eyck yang berada di Belanda, membagikan video yang memperlihatkan novel Fahrenreit 451 yang halamannya berwarna hitam polos. Namun, setelah kertasnya didekatkan dengan api, tulisan yang tersembunyi di baliknya pun akan terlihat.

Eksperimen ini seakan-akan mendukung pesan ironis yang berkaitan dengan pembakaran buku yang dikisahkan dalam novelnya. Kertas untuk novel unik itu dicetak dengan tinta yang sensitif terhadap panas sehingga ketika didekatkan dengan api, tinta hitam yang melapisi kertas di baliknya pun akan meluntur. Jadi, kalau kamu mau baca buku dalam versi ini, kamu harus membakar permukaan kertasnya terlebih dahulu. Unik bukan?

Eksperimen yang dilakukan di laboratorium tersebut bisa saja menjadi modal untuk mendukung ketertarikan orang-orang untuk kembali membaca novel unik yang pertama kali dipublikasikan pada tahun 1953 tersebut. Penasaran sama bukunya? Mungkin versi yang satu ini belum dipublikasikan kepada masyarakat luas, namun tidak ada salahnya jika kita membaca buku yang dapat sedikit menyentil kita agar lebih rajin membaca.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES