Keren Banget! Instalasi Seni Ini Membuat Penikmatnya Berasa Seperti Di Dalam Berlian!

15 Oktober 2017
|Idham Nur Indrajaya
Kreatif
0SHARES

Seni mampu memberi pengalaman yang mungkin tidak sewajarnya dapat ditemui dalam aktivitas sehari-hari. Pada kenyataannya, para pegiat seni memang memiliki kejelian yang berbeda dengan orang biasanya. Meskipun begitu, bukan berarti para pegiat seni itu terbatas pada orang-orang yang memiliki bakat kejelian itu sendiri. Mereka bisa mendapatkan perspektif yang lebih unik itu karena pengalamannya dalam dunia seni yang penuh dengan inovasi dan kreativitas tanpa batas.

Untuk memberi pengalaman baru kepada para penikmat seni, para seniman pun mengolah berbagai ide untuk dapat memberikan suatu pengalaman yang mungkin akan membuka dan mengasah perspektif dari para penikmat karya. Dengan begitu, dunia pun tidak akan terasa begitu hambar dengan segala hiruk-pikuknya. Dengan seni, orang-orang bisa mengasah perasaan mereka menjadi lebih halus ketimbang sebelumnya. Maka dari itu, seni dapat dikatakan sebagai media penyalur rasa bagi orang-orang yang menggiatinya.

Pengalaman indrawi manusia dapat begitu terangsang dengan karya seni yang satu ini. Seorang seniman multimedia bernama Chris Cheung dengan tim kreatifnya yang dikenal dengan nama XEX, baru saja menjalankan debut mereka dalam merancang sebuah instalasi seni audio-visual yang begitu menakjubkan. Karya seni yang dinamai Prismverse ini dipamerkan di Shanghai, Cina. Instalasi seni yang digarap oleh Cheung dan teman-temannya ini mengundang para pengunjung pameran untuk memasuki semacam ruang rekreasi yang di dalamnya terdapat begitu banyak cermin geometris.

Konsep dari Prismverse terinspirasi dari bagaimana sebuah cahaya membias saat melalui segi-segi yang memantul dari sebuah berlian. Selain itu, penggunaan prisma akan membiaskan spektrum cahaya putih yang akan menyiram ruang rekreasi tersebut dengan rona-rona cahaya pelangi sehingga akan menghasilkan efek pencahayaan yang sangat memukau.

Saat memasuki ruangan Prismverse, pengunjung akan larut dalam pengalaman indrawi yang dirangsang oleh audio yang dilengkapi dengan teknologi surround sound, panel lantai LED, serta dinding cermin yang prismatik. Dengan pengolahan visual yang sedemikian rupa, Cheung dan timnya telah membawa para pengunjung seakan-akan masuk ke dalam dunia di dalam berlian.

Untuk membuat simulasi “berlian” raksasa ini, tampaknya dibutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Tentunya, butuh waktu lama untuk melakukan riset dan mempelajari ilmu-ilmu fisika yang berkaitan dengan pembiasan cahaya, dan juga untuk merancang desain yang akan diaplikasikan kepada instalasi seni ini. Karena itu, kita memang harus belajar menghargai sebuah karya seni dengan tidak menjadikannya sebagai latar foto semata, namun benar-benar memahami pesan dalam karya seni tersebut dan menjadikannya sebagai bahan perenungan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES