Keren! Arsitek Ini Menyulap Lumbung Gandum Menjadi Museum Terbesar di Afrika!

06 Oktober 2017
|Idham Nur Indrajaya
2.1 KSHARES

Dengan luas 9.300 meter kubik, saat ini Zeits MOCAA (Museum of Contemporary Art Africa) merupakan museum terbesar yang ada di benua Afrika. Bangunan yang kini menjadi salah satu tonggak kebudayaan Afrika ini memamerkan berbagai karya seni kontemporer baik dari orang Afrika yang menetap di tanahnya, ataupun orang perantauan dari Afrika yang tinggal di luar negeri. Museum ini menjadi ruang yang memamerkan karya-karya kontemporer terbaik dari orang-orang Afrika yang selama ini lebih dikenal sebagai orang-orang yang kemajuannya paling terbelakang jika dibandingkan penduduk dari benua lain.

Uniknya, museum terbesar di Afrika yang baru dibuka secara resmi pada tanggal 22 September 2017 kemarin ini, dulunya merupakan sebuah lumbung gandum berukuran raksasa. Orang yang bertanggungjawab atas perancangan museum ini adalah seorang arsitek dari Inggris bernama Thomas Heatherwick. Dengan kelihaiannya dalam merancang bangunan, Heatherwick telah berhasil menyulap lumbung gandum yang tidak terpakai menjadi museum seni yang merupakan karya seni itu sendiri.

Dengan mengombinasikan gaya arsitektur museum tradisional dengan gaya arsitektur kontemporer, Heatherwick telah menyulap bangunan yang sudah berdiri sejak tahun 1920 itu menjadi museum terbesar yang tidak hanya memanjakan pengunjung dengan karya-karya seni yang dipamerkan di dalamnya, melainkan juga bangunannya yang telah dipugar sedemikian rupa sehingga dapat memanjakan mata orang-orang yang berada di dalamnya. Meskipun saat ini lumbung gandum yang terletak di Capetown itu sudah berubah menjadi museum, tapi para pengunjung masih bisa melihat sisa-sisa peninggalan bangunan sebelumnya. Heatherwick memang sengaja melakukan hal itu agar para pengunjung dapat mengetahui fungsi bangunan sebelum menjadi museum yang dirancangnya.

Dengan gaya interior yang beberapa di antaranya dibuat seperti semacam tabung silinder yang memang menjadi kekhasan tersendiri dari bangunan-bangunan di era postmodern, museum ini juga memiliki lubang-lubang yang akan membiarkan cahaya masuk sehingga menambah keindahan estetis dari museum tersebut. Saat ini, Heatherwick dan timnya sudah menyediakan 80 ruang galeri yang bisa dipakai untuk memamerkan karya-karya dari para seniman-seniman Afrika. Pokoknya, kalau kamu sempat main ke Afrika, sayang banget kalau nggak sempat mengunjungi bangunan megah ini!

Ternyata, proyek pemugaran lumbung itu belum benar-benar selesai. Pasalnya, meskipun museumnya sendiri sudah dibuka secara resmi, ternyata di lokasi sekitarnya akan dibangun pula sebuah restoran setelah sebelumnya juga telah dibangun hotel untuk para turis yang mengunjungi Capetown. Meskipun belum selesai, tapi karya megah ini sudah menunjukkan bahwa kreativitas itu bisa mengubah apapun menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Dan semua orang pun bisa kok melakukannya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
2.1 KSHARES