Yuk Kenalan dengan Berbagai Spesies Orang Utan di Indonesia. Ada yang Baru, Lho!

05 Desember 2017
|Meidiana
0SHARES

Keanekaragaman flora dan fauna Indonesia memang paling juara. Di tanah air kita ini, beragam flora dan fauna tersebar dari Sabang sampai Merauke, bahkan tidak sedikit yang hanya ada di Indonesia, orang utan misalnya. Orang utan adalah salah satu aset luar biasa Indonesia yang tak ternilai harganya. Kira-kira kamu udah tau belum nih apa aja spesies orang utan yang yang di Indonesia? Kalau belum, kenalan, yuk! Ada spesies orang utan pendatang baru juga, lho.

1. Orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus)

Ciri-ciri spesies orang utan Kalimantan yang paling terlihat tampak pada warna bulunya yang cokelat gelap, ukuran tubuh yang besar, dan bentuk wajah yang bulat. Spesies orang utan Kalimantan ini dibagi lagi ke dalam tiga spesies. Pertama adalah subspesies Pongo pygmaeus pygmaeus yang hidup di Serawak dan Kalimantan bagian barat laut. Kedua adalah subspesies Pongo pygmaeus wurmbii yang dapat ditemukan di Kalimantan Tengah dan bagian selatan Kalimantan Barat. Ketiga adalah subspesies Pongo pygmaeus morio yang terdapat di Kalimantan Timur dan Sabah. Berdasarkan analisis kelangsungan hidup populasi dan habitat atau dalam istilah populernya population and habitat vialibility assessment (PHVA) orang utan tahun 2016, jumlah orang utan diperkirakan sebanyak 57.350 ekor dengan status konservasi kritis. Semoga tidak akan ada lagi deh kasus penangkapan dan pembunuhan satwa satu ini oleh warga lokal agar tidak semakin kritis dan mengkhawatirkan.

2. Orang utan Sumatra (Pongo abelii)

Dibandingkan dengan orang utan Kalimantan, spesies orang utan Sumatra memiliki warna bulu yang lebih terang, ukuran tubuh yang lebih kecil, dan bentuk wajah yang lebih lonjong. Keduanya memang tidak langsung segampang itu dibedakan, kecuali kalau keduanya disandingkan. Bedanya lagi, orang utan Sumatra lebih suka menghabiskan waktunya di pepohonan. Mungkin dengan terus berada di atas, mereka akan lebih aman dari ancaman atau predator yang memang terdapat banyak di hutan Sumatra. Berbeda dengan Kalimantan yang lebih aman dari predator lain selain manusia. Menurut PHVA tahun 2016, populasi orang utan Sumatra berjumlah 14.470 ekor yang habitatnya sebagian besar terdapat di hutan-hutan dan rawa-rawa Sumatra bagian utara, seperti Aceh dan Sumatra Utara.  Orang utan Sumatra tersebar di wilayah total seluas 1.203.443 hektare yang terdiri dari hutan produksi, hutan produksi terbatas, hutan lindung, dan area untuk penggunaan lain. Sama halnya dengan orang utan Kalimantan, populasi orang utan Sumatra juga terus menurun. Wah, jangan sampai punah ya.

3. Orang utan Tapanuli (Pongo tapanuliensis)

Nah ini dia, perkenalkan spesies orang utan di Indonesia yang baru, orang utan Tapanuli! Akhirnya kerja keras para peneliti sejak 20 tahun yang lalu sampai pada kesimpulan bahwa terdapat spesies orang utan baru di negara kita. Sebelumnya, para peneliti menganggap orang utan Tapanuli ini sebagai populasi kera besar paling selatan dari orang utan Sumatra. Akan tetapi, berdasarkan penelitian lebih mendalam oleh kelompok peneliti dari dalam dan luar negeri di bidang genetika, morfologi, ekologi, dan perilaku, orang utan Tapanuli berbeda dengan orang utan Sumatra sehingga harus dipisahkan menjadi spesies tersendiri.

Ciri-ciri orang utan yang hanya ditemukan di ekosistem Batang Toru, Tapanuli, ini memiliki rambut tubuh yang lebih tebal dan keriting serta memiliki ukuran tengkorak dan rahang yang lebih kecil apabila dibandingkan dengan dua spesies sekerabatnya. Kabar sedihnya, populasi primata ke delapan setelah manusia, gorila timur, gorila barat, simpanse, bonobo, orang utan Sumatra dan orang utan Kalimantan ini tidak lebih dari 800 ekor dan diperburuk dengan tingkat reproduksi yang rendah. Duh.

Orang utan memang hanya ada di Indonesia dan Malaysia, jadi kalau sampai punah, akan menjadi suatu kehilangan yang besar bagi Indonesia dan keanekaragaman hayatinya. Nah, maka dari itu, kita juga harus ikut melestarikan satwa asli Indonesia ini. Jangan sampai deh melakukan perburuan liar, pembunuhan satwa yang dilindungi, dan perusakan hutan. Baik dimanapun kita berada, alam harus kita jaga lestari agar kekayaan flora dan faunanya tidak terusik.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Meidiana
"Bahagia bersama senandika."
0SHARES