Wow, Indonesia Menjadi Negara Pengguna Listrik Prabayar Terbesar di Dunia. Kok Bisa ya?

04 Desember 2017
|Galih Wisnu Brata
0SHARES

Saat ini, listrik menjadi salah satu kebutuhan pokok setiap masyarakat. Listrik membantu masyarakat dalam menjalankan segala aktivitas, baik aktivitas perekonomian, pendidikan, maupun rumah tangga. Di sektor perekonomian, sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Banyak pabrik dan perusahaan yang memanfaatkan listrik. Di dunia pendidikan, listrik juga memegang peranan penting. Sebut saja, listrik digunakan di laboratorium komputer. Untuk rumah tangga, listrik dipakai untuk aktivitas sehari-hari, seperti menonton televisi, mengisi ulang baterai telepon genggam, dan setrika baju.

Saat ini, di Indonesia memiliki dua sistem pembayaran tagihan listrik, yaitu prabayar dan pascabayar. Sampai sekarang, total pelanggan listrik di Indonesia mencapai 53,9 juta. Dari total jumlah tersebut, sebanyak 24,3% menggunakan listrik prabayar. Artinya, sebanyak 13,1 juta pelanggan menggunakan listrik prabayar. Dengan jumlah tersebut, Indonesia menjadi negara terbesar pengguna listrik prabayar, mengalahkan Afrika Selatan yang hanya memiliki 4,5 juta pelanggan.

Konsep listrik prabayar pertama kali diperkenalkan di Inggris. Setelah itu, Afrika Selatan mengadaptasinya sejak tahun 1997. Melihat keberhasilan di Afrika Selatan, sistem listrik prabayar akhirnya diterapkan oleh PLN Indonesia. Di Indonesia, sistem listrik prabayar dimulai tahun 2007 di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.

Dari tahun ke tahun, jumlah pelanggan listrik prabayar di Indonesia semakin bertambah. Peningkatan tersebut mungkin karena dengan sistem listrik prabayar, pelanggan dapat mengatur pemakaian listrik. Pengeluaran untuk biaya listrik bulanan pun bisa diatur. Selain itu, pelanggan juga tidak akan menemui masalah salah catat penggunaan listrik dan terbebas dari sanksi pemutusan listrik.

Hal tersebut juga berdampak terhadap PLN, perusahaan listrik milik negara ini jadi tidak banyak mendapat keluhan dari para pelanggan. Saat stroom akan habis, meteran juga akan memberikan alarm peringatan sehingga tidak perlu takut terjadi mati listrik mendadak.

Sistem meteran prabayar yang menggunakan standar internasional menganut sistem terbuka. Hal ini berarti banyak produsen meteran prabayar dapat ikut berpartisipasi menyediakan produk tersebut. Selain itu, pembelian token isi ulang juga didukung oleh sistem perbankan dan jaringan transaksi online sehingga pelanggan bisa membelinya dengan mudah dan praktis. Pembelian token isi ulang juga bisa dilakukan di teller bank, ATM, kios, ataupun payment point.

Dari alasan-alasan itulah, banyak pelanggan yang memutuskan untuk menggunakan listrik prabayar. Semoga ke depannya, masalah kelistrikan di Indonesia bisa teratasi dengan baik dan akses listrik dapat menyebar rata ke seluruh penjuru tanah air, ya!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES