Wow! Dua Bandara Internasional Ini Gunakan Bahasa Jawa Untuk Pengumuman Informasi Penerbangan

11 Agustus 2017
|Faizah Pratama
1.7 KSHARES

Bahasa Jawa memang memiliki jumlah penutur yang cukup banyak. Pulau Jawa termasuk pulau terpadat jumlah penduduknya, otomatis bahasa jawa pun banyak digunakan. Bahasa Jawa pun banyak dikagumi, terutama dalam penuturannya masih ada tingkatan bahasa Ngoko dan Krama.

Sayangnya, kini banyak orangtua yang justru mengajarkan anaknya untuk berbahasa Indonesia atau malah bahasa asing. Di kala bahasa Jawa mulai kurang peminat di tanahnya sendiri, Bandara Internasional Dubai justru menggunakan Bahasa Jawa halus untuk  mengumumkan informasi penerbangan kepada penumpang. Hal tersebut dapat diketahui dari video yang direkam seorang penumpang berikut ini.

Pengumuman tersebut menginformasikan penerbangan EK 358 rute Dubai-Jakarta di Bandara Dubai.

"Nuwun sewu, bapak-bapak soho ibu-ibu, penerbangan Emirates EK tigo-gangsal-wolu dateng Jakarta sak meniko badhe...." Yang dalam Bahasa Indonesia berarti permisi bapak-bapak dan ibu-ibu, penerbangan EK 358 ke Jakarta saat ini akan.....

Dilansir dari www.bbc.com, menurut Divisional Vice President dari Emirates, Walter Riggans, penggunaan Bahasa Jawa tersebut bertujuan untuk memudahkan bagi penumpang yang tidak memahami Bahasa Inggris atau Arab. Hal tersebut juga mempercepat proses naik ke pesawat. Pengumuman tersebut memang cukup mengundang gelak tawa sejumlah penumpang. Apalagi para penumpang maskapai tersebut mayoritas bukan orang Jawa. Bandara ini memang memberikan layanan informasi kepada para penumpang dalam 26 bahasa termasuk Bahasa Jawa.

Selain Bandara Dubai, di tanah air juga ada bandara internasional yang menggunakan Bahasa Jawa untuk mengumumkan informasi. Mulai 17 Juli 2017, Bandara Adisutjipto Yogyakarta menambahkan Bahasa Jawa sebagai bahasa resmi dalam penyampaian informasi. Sebelumnya, bandara ini menggunakan dua bahasa resmi, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

Penggunaan Bahasa Jawa dalam penyampaian informasi diharapkan dapat menghadirkan nuansa keramahan Yogyakarta di bandara. Selain itu, juga bisa mempromosikan bahasa Jawa sebagai bahasa daerah kepada wisatawan domestik ataupun mancanegara yang melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Seperti diketahui bersama bahwa Yogyakarta merupakan salah satu tujuan wisata utama di Pulau Jawa.

Wah, semoga penggunaan Bahasa Jawa di dua bandara internasional tersebut bisa memotivasi orang-orang Jawa untuk lebih menghargai bahasa mereka ya. Generasi muda, khususnya orang Jawa, juga perlu memahami tingkat tutur dalam berbahasa Jawa. Agar Bahasa Jawa juga tidak akan luntur begitu saja.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Faizah Pratama
"Di mana-mana hatiku senang!"
1.7 KSHARES