Walaupun Tergerus Modernisasi, Moda Transportasi Tradisional Ini Tak Kehilangan Eksistensi

04 November 2017
|Atik Kencana S.
Indonesiaku
0SHARES

Perkembangan moda transportasi yang ada di Indonesia dirasakan cukup signifikan. Walaupun masih kalah jauh daripada negara-negara lainnya, prestasi pembangunan yang ada di tanah air rasanya cukup adil apabila diapresiasi dengan baik. Setidaknya, kini masyarakat tak lagi mengalami kesulitan untuk berpergian.

Kendaraan umum yang kini semakin mudah dijangkau oleh setiap kalangan masyarakat tampaknya tak lepas dari perkembangan moda transportasi dari masa ke masa. Jika dulunya kebanyakan penduduk Indonesia berpergian dengan berjalan kaki atau menunggang kuda, kini hal itu rasanya sedikit sekali terjadi. Malahan, yang ada kini masyarakat berbondong-bondong menikmati layanan transportasi umum yang telah disiapkan oleh pemerintah.

Jika kita kembali ke beberapa tahun belakangan, tentunya transportasi umum yang ada seperti sekarang belum bisa ditemukan. Malahan, yang ada justru berbagai transportasi tradisional yang menjadi pilihan masyarakat untuk berpergian. Nah, makanya kali ini YuKepo mau bahas mengenai beberapa alat transportasi tradisional yang menjadi pilihan masyarakat. Kira-kira masih ada sampai sekarang gak, ya? Yuk, kepoin bareng YuKepo!

1. Delman

Alat transportasi tradisional ini masih banyak ditemukan di beberapa kota besar, termasuk di Jakarta dan Yogyakarta. Biasa diberi nama “delman” karena alat transportasi ini ditemukan oleh Charles Theodore Deelman yang merupakan seorang insinyur di masa Hindia Belanda.

2. Becak

Becak hingga kini masih banyak ditemukan di beberapa kompleks perumahan sebagai sarana antarjemput di perumahan tersebut. Kini mayoritas yang menunggang becak ini sudah berusia lanjut, banyak juga yang sudah beralih menjadi tukang ojek. Tapi, keberadaannya masih bisa ditemukan di banyak tempat wisata.

3. Bentor

Bentor adalah becak motor. Becak ini menggunakan sepeda motor sebagai penggeraknya. Jadi, si tukang becak gak perlu lagi capek mengayuh. Jarak tempuh yang mampu dilayaninya juga biasanya lebih jauh daripada becak biasa. Bentor ini semula menjadi kendaraan khas Gorontalo, namun kini bisa juga ditemukan di Yogyakarta dan daerah lainnya.

4. Pedati

Pedati secara garis besar sama dengan delman, bedanya adalah di tenaga penggeraknya. Kalau delman ditarik oleh kuda, pedati ini digerakkan biasanya oleh sapi. Gak hanya mengangkut orang, pedati ini juga gak jarang menjadi sarana angkutan barang di kawasan pedesaan.

5. Cidomo

Nah, ini dia kembaran si delman. Cidomo ini terdapat di Pulau Lombok. Sekilas memang hampir gak ada bedanya dengan delman. Tapi, kalau diperhatikan dengan seksama, ada perbedaan di bagian rodanya, lho. Kalau delman menggunakan roda kayu, nah cidomo ini menggunakan roda mobil bekas. Biar lebih empuk kali, ya?

6. Andong

Bagi kamu yang pernah berkunjung ke Yogyakarta pasti udah gak aneh lagi dengan kendaraan tradisional ini. Mirip-mirip dengan delman juga sih, tapi perbedaannya bisa dilihat dari desain kereta dan jumlah rodanya. Kalau delman memiliki dua roda, nah andong ini memiliki empat roda. Sekilas memang mirip dengan kereta kencana, sih.

7. Ojek Sepeda

Zaman dulu banyak banget yang berpergian dengan menggunakan ojek sepeda ini. Gak hanya menyehatkan, alat transportasi ini juga ramah lingkungan, lho. Kalau penasaran dengan sensasinya, ojek sepeda ini bisa kamu temukan di kawasan Kota Tua, Jakarta.

Beberapa moda transportasi di atas nyatanya masih banyak ditemukan di beberapa tempat, termasuk di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Kebayang gak sih gimana perjuangan moda transportasi tradisional ini dalam hal persaingan dengan transportasi yang lebih maju? Tentunya bukan hal mudah untuk tetap eksis dan perlahan tergerus oleh modernisasi. Menurutmu, alat-alat transportasi tradisional di atas harusnya dilestarikan atau dimusnahkan? Mendingan dilestarikan sih, tapi ditertibkan aja biar gak mengganggu satu dan lainnya. Azzek. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
0SHARES