Tragis! Pahlawan Aceh Aman Dimot, Pembela Indonesia, yang Berakhir Di Gilasan Tank Penjajah!

23 April 2018
|Galih Wisnu Brata
0SHARES

Meraih kemerdekaan dari penjajah bukanlah hal yang mudah. Para pahlawan berjuang mati-matian untun mendapatkan kebebasan. Tenaga, pikiran, dan jiwa dipersembahkan untuk tanah air tercinta. Ada banyak sekali pahlawan yang harus gugur di medan pertempuran. Untuk mengingat jasa-jasa mereka, para pejuang kemerdekaan dianugerahi gelar pahlawan nasional. Cerita mereka pun diwartakan ke seluruh negeri. Namun, tahukah kamu mengenai pahlawan yang bernama Aman Dimot? Kalau belum tahu simak yuk kisahnya.

Aman Dimot adalah seorang pahlawan yang lahir tahun 1920 di Tenamak, Linge Isaq, Aceh. Sedari kecil, ia dididik dengan kuat dan disiplin. Karena hal itulah ia memiliki jiwa yang tegar. Ia juga pantang menyerah dalam menghadapi masalah.

Pada 30 Juli 1949 di Tanah Karo, Sumatera Utara, Aman Dimot bersama dengan pasukan yang dipimpin oleh Ilyas Leube. Dengan jumlah yang sedikit dan persenjataan yang seadanya, mereka berani menyerang tentara Belanda yang lebih banyak dan bersenjatakan lengkap. Mereka nekad menghadang truk dan tank milik penjajah.

Setelah mengetahui ketidakberdayaan pasukannya, Ilyas Leube menyuruh seluruh pasukannya mundur. Namun, Aman Dimot yang ditunjuk sebagai komandan enggan mematuhi perintah tersebut. Ia bersama kedua rekannya, Ali Rema dan Edem, nekad maju melawan penjajah. Dalam penyerangan itu, mereka bertiga berpura-pura mati untuk mengelabui tentara penjajah. Di saat yang tepat, ketiganya bangkit dan melakukan serangan yang membabi buta.

Sayangnya, kedua teman Aman Dimot harus kehilangan nyawa setelah timah panas memberondong keduanya. Aman Dimot masih berdiri tegap dan siap menyerang karena ia tak mempan di tembus peluru. Ia berlari mengejar pasukan Belanda yang kocar-kacir melihat kehebatan Aman Dimot. Nahas, Aman Dimot yang kelelahan akhirnya ambruk. Pasukan Belanda yang melihatnya pun tak tinggal diam. Mereka langsung menangkapnya. Aman Dimot dibunuh dengan cara yang keji. Granat dimasukkan ke dalam mulutnya. Tak sampai di situ, agar yakin ia benar-benar mati, ia dilindas dengan tank.

Di tempat itu juga, Aman Dimot dimakamkan. Beberapa tahun kemudian, jasadnya dipindahkan ke Tiga Binanga. Setelah itu, jasad Aman DImot dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kabanjahe, Sumatera Utara.

 

 

Nama Aman Dimot pernah diusulkan sebagai pahlawan nasional oleh Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, kepada Menteri Sosial, Bachtiar Hamzah. Nasaruddin juga pernah mengusulkan Aman Dimot sebagai pahlawan nasional kepada Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawangsa. Sayangnya, kabar baik tak kunjung terdengar. Semoga saja, gelar pahlawan nasional segera tersemat di pundak Aman Dimot.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
0SHARES