Ternyata Begini Sejarah Penggunaan Lambang OSIS di Indonesia, Punya Makna yang Dalam, Lho!

03 Desember 2017
|Muhammad Sidiq Permadi
0SHARES

Ketika kamu masih bersekolah, baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA, pernahkah bertanya-tanya tentang siapa sih orang di balik lambang yang ada di saku kamu itu? Terus, kenapa seragam di tiap tingkatan berbeda-beda? SD berwarna putih-merah, SMP berwarna putih-biru, dan SMA berwarna putih-abu-abu? Pasti gak pernah kepikiran kan? Wajar aja, karena mungkin pemikiran kamu belum terlalu matang dan belum sampai pada tahap pendalaman serta penelitian. Namun, berbicara mengenai lambang OSIS yang biasanya terpampang di saku seragam sekolah, siapa ya kira-kira pencetus serta apa sih makna di balik lambang tersebut?

Adalah Idik Sulaeman Nataatmadja, seorang sarjana seni rupa ITB yang telah mencetuskan ide pembuatan lambang SD dan OSIS. Ia merupakan salah satu orang penting dalam bidang penelitian serta pengabdi pendidikan di Indonesia. Karirnya dimulai ketika bekerja di Balai Penelitian Tekstil (1960-1964). Kemudian, ia diangkat menjadi Kepala Biro Menteri Perindustrian dan Kerajinan pada tanggal 1 Februari 1965. Setelah itu, ia pindah kerja ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) dan menjabat sebagai Kepala Dinas Pengembangan dan Latihan sejak tanggal 1 Desember 1967. Kemudian pada tanggal 30 Juni 1975, ia ditunjuk sebagai Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pembinaan Kegiatan di Direktorat Pembinaan Generasi Muda (Ditbinmud).

Selanjutnya, ia pindah kerja di Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan menjabat sebagai Direktur Pembinaan Kesiswaan sejak tanggal 24 November 1979 hingga 15 November 1983. Pada saat itulah ia kemudian menciptakan lambang sekolah dasar (SD) dan OSIS di saku seragam sekolah yang bertahan hingga kini. Kemudian, berbicara mengenai lambang OSIS, beliau pun mengungkapkan makna dari berbagai unsur yang terdapat pada lambang tersebut. Buat kamu yang gak tahu, simak baik-baik nih. Yuk, kepo!

1. Buku terbuka

Makna dari buku terbuka yang ada pada lambang OSIS, yakni belajar keras dalam menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara.

2. Bunga bintang dengan lima sudut dan lima kelopak daun bunga

Unsur ini memiliki makna generasi muda yang menjadi bunga harapan bangsa dengan segala kemurnian jiwa dari para siswa yang berintikan pancasila. Upaya para siswa berlandaskan pada lima jalan yang dilakukan dengan kesungguhan hati agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut digambarkan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yakni abdi, adab, ajar, aktif, dan amal.

3. Tangan terbuka

Unsur ini bermakna kesediaan para siswa untuk menolong siswa yang lemah dan masyarakat yang membutuhkan bantuan. Sikap ini menunjukkan mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.

4. Kunci pas

Kunci pas menunjukkan kemauan bekerja keras dari para siswa yang akan menumbuhkan kepercayaan pada kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan terhadap orang lain.  Dengan demikian, para siswa berani untuk hidup mandiri.  

5. Biduk

Biduk atau perahu memiliki makna perjalanan dari para siswa menuju masa depannya.

7. Tujuh belas butir padi, delapan lipatan pita, empat buah kapas, dan lima buah daun kapas

Jumlah pada tiap-tiap unsur ini melambangkan tanggal kemerdekaan Bangsa Indonesia, yakni 17 Agustus 1945.

8. Warna coklat

Adalah warna yang bermakna kedewasaan dan sikap rela berkorban untuk tanah air.

9. Warna kuning

Adalah warna yang bermakna kehormatan atau keagungan. Suatu kehormatan ketika para pemuda diberikan kepercayaan oleh bangsa untuk dapat melakukan berbagai kebaikan yang tentunya bermanfaat dengan menanggalkan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama. 

10. Warna merah-putih

Adalah warna kebanggaan dari bendera Negara Indonesia.

Itu dia sejarah tentang pencetus serta makna di balik lambang OSIS yang ada di saku seragam sekolah. Begitu besar jasa dari Bapak Idik dalam pengabdiannya terhadap pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, para pelajar sudah seharusnya memaknai lebih dalam tentang arti dari bela negara yang sesungguhnya. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
0SHARES