Terkenal Kejam, Nazi Wariskan 6 Kebijakan Yang Kini Diterapkan Indonesia, Apa Saja Ya?

02 Desember 2017
|Galih Wisnu Brata
0SHARES

Nazi merupakan partai nasionalis-sosialis Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler. Nazi terkenal dengan segala kekejamannya. Mereka tak segan-segan membantai jutaan kaum homoseksual dan kaum Yahudi. Meski terkenal kejam, Nazi meninggalkan kebijakan-kebijakan positif yang masih digunakan hingga sekarang di berbagai dunia, termasuk Indonesia. Inilah 6 kebijakan yang diwariskan Nazi dan masih diterapkan di Indonesia.

1. Pembangunan Jalan Tol

Adolf Hitler bisa dikatakan sebagai pelopor pembangunan jalan tol. Ia berkeinginan untuk menghubungkan seluruh kota yang ada di Jerman dengan satu jalan. Akhirnya, keinginannya tersebut terwujud dengan diresmikannya Autobahn, jalan tol buatan Hitler, pada 6 Agustus 1932. Jalan tol sepanjang 12.949 itu menjadi jalan tol pertama di dunia dan saat ini menjadi jalan tol terpanjang keempat di dunia. Di Indonesia, pada masa pemerintahan Soeharto juga dilakukan kebijakan pembangunan tol. Salah satunya adalah Tol Jagorawi. Di era Jokowi, tol sepanjang 568 kilometer juga dibangun.

2. Konservasi Satwa

Pada tahun 1934, Jerman mengesahkan hukum perburuan hewan yang mengatur jumlah hewan yang boleh diburu tiap tahunnya. Aturan tersebut dikenal dengan nama Das Reichsjagdgesetz. Berselang satu tahun, Jerman mengesahkan hukum lain yang dikenal dengan nama Reich Nature Protection Art. Undang-undang tersebut mengatur perlindungan alam. Sebenarnya hal yang dilakukan Nazi ini terkesan ironis, hewan mereka lindungi, sedangkan manusia malah dibantai. Di balik keironisannya itu, Indonesia juga menerakan undang-undang perlindungan satwa. Bagi mereka yang melakukan perburuan dan perdagangan hewan ilegal akan dikenai hukuman 20 tahun penjara.

3. Program mobil rakyat

Kalian tahu Volkswagen? Volkswagen merupakan perusahan otomotif yang didirikan 28 Mei 1937 di Berlin, Jerman. Adolf Hitler mempunyai harapan agar seluruh rakyatnya bisa memiliki mobil sendiri. Saat itu, banyak rakyat Jerman yang mengalami masalah finansial sehingga tidak mungkin untuk membeli mobil. Volkswagen menghadirkan mobil dengan harga terjangkau. Awalnya, Ferdinand Porsche sedang mengembangkan program mobil murah, tapi terhambat biaya. Di situlah Hitler mengambil peran. Bahkan untuk edisi pertama, desain dan kapasitas ditentukan oleh Hitler. Indonesia juga pernah membuat mobil rakyat. Pertama, di tahun 1996, Indonesia mengembangkan Timor (Teknologi Industri Mobil Rakyat) yang digagas perusahaan Tommy Soeharto. Selain itu, saat Jokowi menjadi walikota Solo, ia pernah mengembangkan mobil bertajuk Esemka.

4. Gerakan anti rokok

Merokok bukanlah aktivitas yang disukai oleh Hitler. Ia bahkan tidak mau berada seruangan dengan orang yang sedang merokok. Dari hal itulah, kebijakan anti rokok muncul di pemerintahan Nazi. Pemerintah Nazi berusaha menekan perkembangan konsumsi rokok. Pemerintah Nazi menerapkan pajak tinggi untuk tembakau. Selain itu, pasokan rokok di Jerman juga dibatasi. Tidak sampai di situ saja, Nazi melarang masyarakatnya merokok di tempat umum, seperti di restoran dan di dalam alat transportasi. Hal serupa saat ini sedang gencar dilakukan di Indonesia. Di berbagai fasilitas umum sudah diberi larangan merokok.

5. Pengembangan anjing untuk militer

Max von Stephanitz, Kapten Kavaleri Prusia, di tahun 1899 mengembangbiakkan anjing jenis German Shepherd. Anjing tersebut dikonsep untuk menjadi anjing militer. Jenis anjing ini memang terkenal cerdas dan bisa dilatih. Di masa perang, anjing Shepherd dijadikan anjing penjaga dan prajurit perang. Saat ini, di Jerman jenis anjing ini difungsikan sebagai pelacak bom dan narkoba. Selain itu, anjing Shepherd digunakan juga untuk interogasi, patroli, dan pengamanan elit politik. Anjing militer pun saat ini digunakan di Indonesia untuk berbagai penyelidikan.

6. Pengembangan mesin modern

Jerman memang terkenal meninggalkan berbagai jenis temuan berkaitan dengan permesinan. Penemuan-penemuan tersebut juga masih digunakan hingga kini. Pesawat jet, kapal selam, dan genset adalah segelintir produk Nazi yang diwariskan ke dunia. Bisa dikatakan, sebagian besar perusahaan pesawat jet dan genset berada di Jerman. Di Indonesia, genset sering digunakan dalam memperlancar aktivitas sehari-hari. Misalnya saja, beberapa industri atau rumah menyediakan genset untuk berjaga-jaga sewaktu listrik padam secara tiba-tiba.

Tuh, nggak semua yang berhubungan dengan Nazi adalah hal-hal yang kejam dan sadis. Masih ada hal-hal positif dan bermanfaat yang diwariskan Nazi kepada dunia, khususnya Indonesia.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES