Terkait Krisis Kemanusiaan Etnis Rohingya, Inilah 7 Sikap yang Diambil oleh Indonesia

09 September 2017
|Atik Kencana S.
0SHARES

Beberapa hari yang lalu negara Indonesia sudah mengeluarkan pernyataan terkait krisis diskriminasi Rohingya di Myanmar. Walaupun begitu, berbagai kalangan mendesak agar Indonesia lebih bersikap tegas dan berani. Contohnya dengan mengusir Dubes Myanmar di Indonesia, menarik Dubes Indonesia di Myanmar, atau bisa juga dengan menjatuhkan embargo ekonomi.

Begitupun negara-negara di ASEAN, mereka dianggap tidak terlalu keras dalam menanggapi kasus kemanusiaan tersebut. Hal itu berbenturan dengan Piagam ASEAN yang berisi tidak mencampuri urusan dalam negeri antarsesama anggota.

Namun, untuk membuktikan sikap Indonesia terhadap Myanmar, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri merilis tujuh sikap Indonesia atas penyerangan di Rakhine State yang dilansir dari akun twiter @Portal_Kemlu _RI pada Selasa, 29 Agustus 2017 lalu. Berikut ini adalah isi dari tujuh sikap Indonesia terhadap penyerangan di Rakhine State tersebut.

1. Indonesia jelas mengecam serangan bersenjata di Maungtaw Rakhine

Untuk hal ini jelas saja Indonesia dengan jelas mengecam aksi serangan angkatan bersenjata terhadap pos polisi dan juga fasilitas penampungan pengungsi di kawasan Maungtaw Rakhine yang terjadi pada 25 Agustus lalu. Akibat serangan ini, ratusan orang harus mengungsi dan tentunya menyebabkan putaran aksi kekerasan lainnya.

2. Indonesia menyayangkan jatuhnya banyak korban

Akibat konflik berkepanjangan ini, tentunya muncul pula korban yang berjatuhan di daerah tersebut. Tidak hanya korban luka-luka, namun banyak juga korban yang tewas akibat kejadian ini. Tentunya, hal ini sangat menyinggung kemanusiaan.

3. Indonesia harapkan Myanmar segera ambil aksi pemulihan keamanan dan beri perlindungan

Tentu saja yang diharapkan Indonesia bagi pemerintahan Myanmar sendiri adalah untuk segera mengambil langkah pasti mengenai upaya pemulihan keamanan dan memberikan perlindungan bagi para korban etnis Rohingya secara inklusif. Hal ini tentu saja untuk mengurangi angka korban yang berjatuhan setiap harinya.

4. Indonesia harapkan perdamaian dan pemulihan keamanan serta hormati hak asasi minoritas

Tentunya, Indonesia memang mengharapkan terjadinya perdamaian di wilayah konflik ini. Bukan hanya dari pemerintah Myanmar, Indonesia juga harapkan kekerasan dihentikan oleh semua pihak dan dilanjutkan dengan pemulihan keamanan. Selain itu, Indonesia juga menghimbau agar menghormati hak asasi manusia etnis Rohingya.

5. Indonesia harapkan kerja sama dari para pemangku kepentingan

Mengingat situasi dan kondisi di Rakhine State memang sangat kompleks, tentunya perdamaian, stabilitas, keamanan dan pembangunan hanya akan bisa terwujud apabila adanya kerja sama dari berbagai pemangku kepentingan.

6. Indonesia menjamin keamanan di ASEAN apabila keamanan di Myanmar terjaga

Indonesia tentunya mengharapkan adanya situasi yang aman, damai, dan stabil di Myanmar, tak terkecuali Rakhine State yang dinilai penting demi mendukung stabilitas di ASEAN serta pembangunan yang berkelanjutan.

7. Indonesia akan lanjutkan kerja sama dengan Myanmar

Indonesia berkomitmen untuk lanjutkan program kerja sama dengan Negara Myanmar perihal demokratisasi, rekonsiliasi, dan pembangunan yang inklusif. 

Nah, itulah tadi tujuh sikap Indonesia atas penyerangan di Rakhine State. Ketujuh sikap tersebut akan tetap dilakukan oleh Indonesia agar permasalahan mengenai diskriminasi etnis Rohingya dapat segera teratasi. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
0SHARES