Surat Fidelis Untuk Mendiang Istri, Bukti Nyata Bahwa Cinta Adalah Perjuangan

04 Agustus 2017
|Chandra W.
0SHARES

Siapa yang masih percaya cinta di zaman yang serba transaksional ini? Jangankan cinta, orang yang berbaik hati pun kita curigai "Pasti ada maunya,". Betapa prasangka memainkan peranan penting dalam interaksi satu individu dengan individu lainnya. Kalau kamu termasuk generasi yang skeptis dengan yang namanya cinta, coba perhatikan kisah cinta Fidelis dengan almarhum istrinya, Yeni Riawati. Lebih tragis dari Romeo dan Juliet, kisah ini nyata dan terjadi di Indonesia. Bukan picisan, melainkan realita.

Fidelis Arie Sudewarto adalah seorang PNS di Sanggau, Kalimantan Barat. Istrinya Yeni Riawati, menderita penyakit langka Syringomyelia, kista bertumbuh di tulang belakangnya hingga ia kesulitan beraktivitas. Biaya pengobatan sangat mahal. Gaji PNS tak cukup untuk membiayai semua itu. Dokter yang didatangi dari Sanggau sampai Singkawang dan Pontianak pun menyerah.

Namun Fidelis tak mau berputus asa. Ia mencari informasi soal penyakit langka itu, dari jurnal sampai peneliti di luar negeri ia hubungi demi mendapatkan penjelasan mengenai pengobatan terbaik yang bisa didapatkan oleh istrinya. Dari informasi yang dikumpulkan, ia mendapat penjelasan bahwa minyak yang terkandung dalam tanaman ganja dapat menyembuhkan istrinya. Mengetahui bahwa ganja adalah tanaman terlarang di Indonesia tak menyurutkan semangatnya untuk melihat istrinya kembali sehat.

Diam-diam Fidelis menanam ganja dan menyelipkan tanaman tersebut pada makanan istrinya. Sesuai dengan penjelasan para peneliti, Yeni berangsur pulih dan kembali bahagia. Mau makan lagi, bisa bercerita, dan tidur nyenyak adalah hal yang luar biasa membahagiakan Fidelis. Sampai akhirnya ia ditangkap oleh BNN dan polisi dengan barang bukti 39 batang ganja yang ditanamnya sendiri. Padahal, sedikitpun Fidelis tak pernah ikut mengonsumsi apalagi menjualnya. Sejak kapan cinta adalah kejahatan?

Yeni akhirnya meninggal setelah dirawat 32 hari di rumah sakit saat Fidelis sedang menjalani proses hukum. Dalam nota pledoinya, Fidelis membacakan surat cinta untuk mendiang istrinya. Isinya, mengajarkan kita bahwa cinta memang bukan soal apa-apa kecuali perjuangan tanpa kenal lelah demi melihat kebahagiaan yang tersayang, terpancar di matanya.

1. Fidelis tidak ingin membuat istrinya khawatir, maka ia tak pernah bercerita soal ganja yang ia jadikan obat

2. Ternyata ia juga merupakan sosok yang religius

3. Dalam kondisi seperti itu, ia selalu ingin menjaga semangat istrinya

4. Kesedihan istrinya adalah juga kesedihan Fidelis

5. Melanggar hukum pun ia lakukan, demi kesembuhan istri tersayang
6. Memori baik ketika istrinya mulai sembuh selalu terpahat di pikiran Fidelis

7. Kenangan kisah cinta di Yogyakarta, manis

8. Menjalani hubungan jarak jauh juga mereka lakukan sebelum akhirnya tinggal bersama di Kalimantan

9. Meski ditangkap, Fidelis tetap tabah dan bersyukur

10. Bagaimanapun sedihnya, ia mencoba mengikhlaskan kepergian sang istri ke alam baka

Masih tidak percaya kalau cinta sejati itu nyata adanya? Ingin membedakan mana cinta yang sesungguhnya, mana yang main-main saja? Sederhana. Yang mencintaimu akan berjuang, bagaimanapun keadaannya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES