Seorang Guru Suruh Siswa Jilati Toilet Sekolah. Begini Potret Buram Pendidikan di Indonesia!

medan.tribunnews.com

Seorang guru di SDN 104302 Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sel Rampah, Kabupaten Serdangbedagai, Sumatra Utara diduga telah melakukan tindakan yang tidak mengenakan kepada salah seorang siswanya. Diketahui, sang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak membawa tugas sekolah dengan cara menjilati toilet sebanyak dua belas kali. Namun, ketika sampai pada hitungan ke-4, sang anak tidak kuat dan langsung muntah.

Orang tua siswa yang mengetahui anaknya dilecehkan seperti itu langsung mendatangi dan melabrak sang guru. Ia tidak terima jika anaknya diperlakukan seperti itu hanya karena tidak membawa tanah humus yang ditugaskan untuk dibawa oleh gurunya. Meski pada akhirnya telah diselelsaikan melalaui jalur damai, namun sang guru tetap akan dipantau dan ditindak sesuai dengan kebijakan dari pihak sekolah.  

Ironi pendidikan di Indonesia ini tidak hanyak terjadi satu kali, melainkan berkali-kali. Ada apa dengan pendidikan di Indonesia? Mengapa antara guru dan siswa saat ini sering kali bersitegang?

1. Kasus pembunuhan guru di Sampang menjadi potret buram pendidikan

style.tribunnews.com

2 Februari 2018 menjadi salah satu tanggal pilu bagi dunia pendidikan di Indonesia. Bagaimana tidak, seorang siswa tega memukul gurunya hingga sang guru mengalami mati batang otak (MBO) yang menyebabkan seluruh organ tubuhnya menjadi tidak berfungsi. Alhasil, sang guru kemudian dinyatakan meninggal dunia akibat pukulan keras dari siswanya itu.

2. Status honorer membuat siswa berani kepada guru

www.wartapgri.id

Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat menyinggung perihal guru yang dianiaya siswa hingga tewas di Sampang tersebut. Menurutnya, salah satu kemungkinan seorang siswa dapat bertindak tidak sopan dan bahkan menganiaya guru adalah karena status dari sang guru yang hanya berupa honorer. Guru honorer dianggap tidak memiliki kewibawaan seperti guru PNS sehingga siswa pun berani untuk melawannya.

3. Sistem pendidikan yang masih kacau balau

suarakebebasan.org

Tidak dapat dipungkiri jika sistem pendidikan di Indonesia masih tergolong kacau yang hanya berorientasi pada nilai, nilai, dan nilai. Hal itu membuat para siswa mayoritas hanya mengejar nilai semata ketika bersekolah daripada hal-hal di luar itu. Patokan pintar tidaknya seorang siswa pun kerap dikatikan dengan seberapa tinggi nilai yang didapatnya pada bidang atau mata pelajaran tertentu.

4. Hilangnya sifat saling menghargai dan menghormati
www.kupastuntas.co

Ketika pemerintah memutuskan untuk mengganti mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) menjadi Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), para guru di Indonesia sebagian besar tidak menyepakati hal tersebut. Itu akan membuat nilai-nilai pancasila, seperti sikap toleransi, gotong royong, dan musyawarah menjadi hilang. Hal itulah yang kemudian menjadi salah satu faktor pemicu rendahnya sikap saling menghargai dan menghormati. Tidak hanya antarsiswa, melainkan juga antara guru dan siswanya.

5. Kemajuan teknologi menjadi salah satu faktor menurunnya nilai sosial
www.kaskus.co.id

Keberadaan teknologi canggih, seperti smartphone dan internet membuat nilai sosial yang tertanam pada generasi zaman sekarang semakin minim. Selain itu, faktor program yang ditayangkan di televisi juga menjadi satu dari sekian banyak faktor penyebab buruknya mental kita selaku warga negara Indonesia. Hal ini tentulah harus segera ditangani. Kalau tidak, bisa jadi mental para pelajar maupun pengajar di Indonesia semakin terpuruk.

Kejadian yang terjadi di Sumatra Utara baru-baru ini menjadi contoh buramnya pendidikan di Indonesia. Hubungan antara siswa dan guru yang semakin kerap diwarnai dengan kekerasan ini semestinya mendapat perhatian lebih dari kita dan pemerintah. Dibutuhkan solusi yang lebih jelas dan rigid untuk mengatasi persoalan ini. Karena kekerasan, atas alasan apa pun dan oleh siapa pun, tidak dapat dibenarkan dan harus dihindarkan. Ada banyak cara untuk memberi pelajaran dan pengertian kepada orang lain, dan kekerasan bukanlah salah satunya.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Kece Maksimal! Desainer Ini Bawa Tenun NTT Mendunia di Ajang Paris Fashion Week!

Kece Maksimal! Desainer Ini Bawa Tenun NTT Mendunia di Ajang Paris Fashion Week!

Heboh Harimau Sumatra Dikuliti Warga, Begini Fakta Keberadaannya yang Kian Terancam. Miris Banget!

Heboh Harimau Sumatra Dikuliti Warga, Begini Fakta Keberadaannya yang Kian Terancam. Miris Banget!

Mengungkap Kebenaran di Balik Simpang-Siur Supersemar. Dokumen Penting yang Mengubah Sejarah Indonesia!

Mengungkap Kebenaran di Balik Simpang-Siur Supersemar. Dokumen Penting yang Mengubah Sejarah Indonesia!

Selamat! Kapal Pinisi Kini Sudah Diakui Sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO!

Selamat! Kapal Pinisi Kini Sudah Diakui Sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO!

Begini 7 Potret Ekspresi Lucu Jokowi yang Tertangkap Kamera. Presiden Juga Manusia, Bung!

Begini 7 Potret Ekspresi Lucu Jokowi yang Tertangkap Kamera. Presiden Juga Manusia, Bung!

Begini Kisah Soekarno yang Dikawal Oleh Kelompok Yakuza Saat Kunjungan Ke Jepang. Kece!

Begini Kisah Soekarno yang Dikawal Oleh Kelompok Yakuza Saat Kunjungan Ke Jepang. Kece!

loading